logo seputarnusantara.com

Hamdani : Kalau Semua Patuh, Ini Akan Menjadi Kebakaran Hutan Terakhir

Hamdani : Kalau Semua Patuh, Ini Akan Menjadi Kebakaran Hutan Terakhir

Hamdani, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

15 - Sep - 2015 | 14:04 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Dalam lima tahun terakhir, tercatat 66 kabupaten di 5 provinsi yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi pelanggan asap kebakaran hutan.

Pada 2011, terdapat 18.789 titik api, yang jumlahnya meningkat menjadi 20.253 titik api pada 2014.

Gulungan asap itu bahkan menyebar hingga Malaysia dan Singapura, hingga memicu pernyataan-pernyataan negatif dari negara tetangga tersebut.

Dalam kerangka itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Hamdani menegaskan, bahwa kebakaran hutan bukan semata-mata musibah, tapi juga terkait dengan tata kelola kawasan hutan dan perkebunan.

Dia menyebut bahwa kasus kebakaran hutan di Kalimantan terjadi seiring meningkatnya intensitas pembukaan lahan untuk perkebunan. Hal itu terlihat dari pola titik api di Kalimantan yang mengalami persebaran. “Ini patut kita sesalkan,” ungkap Hamdani.

Lebih lanjut, anggota DPR asal Kalimantan Tengah ini menyebut adanya pihak-pihak yang berpikiran sempit yang membakar hutan untuk menekan biaya pembukaan lahan. Akibat sikap picik dan serakah itu, ribuan orang menderita gangguan kesehatan, proses pendidikan terhenti, sarana transportasi publik mandeg dan pemerintah pun harus mengeluarkan anggaran ekstra untuk mengatasinya.

Oleh karena itu, pemerintah harus berani mengambil sikap tegas terhadap siapapun yang bertanggung jawab terhadap pembakaran hutan. Menurut legislator Partai NasDem ini, kebakaran hutan terus terjadi karena selama ini para pelaku tidak mendapat hukuman setimpal.

Apalagi, sekarang ini ditemukan banyak alih fungsi lahan perkebunan yang cenderung menyimpang dari ketentuan. Lebih buruk lagi, ditemukan lahan-lahan sawit beroperasi di atas hutan produksi.

“ Saya tidak akan segan-segan meminta langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memberi sanksi dan mencabut izin operasional mereka (perusahaan pelanggar, red.),” tutur Hamdani.

Sikap tegas terhadap semua pihak yang berkontribusi terhadap kebakaran hutan itu, menurut Hamdani akan menjadi awal titik tolak bagi upaya pencegahan kebakaran hutan berikutnya. Jika para pelaku bisa diusut dan ditindak tegas dengan hukuman setimpal, maka orang akan berpikir ulang untuk melakukan tindakan serupa. Selain itu, sikap tegas tersebut juga selaras dengan upaya penegakan supremasi hukum di negara kita.

“ Orang terpaksa ambil kayu di hutan sekedar menyalakan dapur ditangkap dengan tuduhan mencuri. Perusahaan yang jelas-jelas melanggar malah dilindungi,” cetusnya.

Meski pun begitu, Hamdani optimistis kali ini penanganan terhadap kebakaran hutan akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam hematnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini akan bisa mengambil langkah terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Berikutnya, akan disusun langkah-lagkah komprehensif dan strategis untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan pada waktu-waktu yang akan datang.

“ Kalau semua patuh, saya yakin ini menjadi musibah asap dan kebakaran hutan terakhir yang kita alami,” pungkasnya. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline