logo seputarnusantara.com

Bachtiar Aly : Dubes Harus Cepat Respon Percaturan Global Yang Dinamis

Bachtiar Aly : Dubes Harus Cepat Respon Percaturan Global Yang Dinamis

Prof. DR. Bachtiar Aly, MA., Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

17 - Sep - 2015 | 14:27 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Setelah berlangsung selama tiga hari, sejak Senin 14 September 2015, Komisi I DPR RI menggelar fit and proper test terakhir calon duta besar (Dubes). Sebanyak enam orang calon Dubes mengikuti perhelatan ini pada Kamis 17 September 2015.

Sebelumnya, Komisi I sudah menguji sebanyak 27 orang calon Dubes untuk berbagai negara. Hingga total calon Dubes yang melaksanakan tes berjumlah 33 orang, yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Prof. DR. Bachtiar Aly, MA., Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa kita tidak perlu mendikotomikan antara calon Dubes Karier dengan non-karier. Yang terpenting adalah diplomat non-karier tersebut memiliki pemahaman yang bagus terkait diplomat dan mempunyai kualitas yang baik.

” Menurut saya, kita jangan sampai mempersoalkan dan terjebak pada dikotomi antara karier dan non- karier. Karena siapapun dia, sudah melalui seleksi yang dilakukan oleh Presiden dan masuk ke DPR. Kita tidak apriori, justru kita akan menguji sejauhmana kompetensi mereka, walaupun berbeda latar balakangnya,” ungkap Bachtiar Aly kepada seputarnusantara.com di Gedung Komisi I DPR- Senayan, pada Rabu 16 September 2015.

Menurut Bachtiar Aly, yang terpenting adalah Dubes tersebut mempunyai kompetensi untuk mewakili Indonesia di negara dimana dia ditempatkan. Jadi, disitulah pada intinya, kemudian kita juga menguji mereka untuk membuat rangkuman tulisan apa yang akan diperbuat jika menjadi Dubes.

” Sehingga kita tahu kualitas orang tersebut, karena secara spontan kita menguji dengan cepat melalui karya tulis. Kita tahu kalau dia diplomat Karier, itu merupakan puncak kariernya. Namun kita juga harus berhati- hati, jangan sampai karena urusan seleksi Dubes ini, bisa menghancurkan karier orang seumur hidup, padahal dia sudah mengabdi 25- 30 tahun namun gagal di Fit and Proper Test hanya gara- gara demam panggung,” terang Politisi Partai NasDem ini.

Lebih lanjut dirinya memaparkan, faktor- faktor psikologis sangat kita pertimbangkan. Bisa jadi, pada dasarnya dia sangat berkualitas, namun menghadapi Komisi I DPR bisa demam panggung, ini yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.

” Kalau masalah latar belakang Politisi atau Relawan, ya silahkan saja. Tetapi sampai disini, harus menanggalkan itu semua, dia dituntut agar mampu menjalani Fit and Proper Test. Kalau memang mampu, ya kita silahkan dan kita loloskan. Tapi kalau tidak mampu, ya kita serahkan kembali ke Presiden, karena memang kewenangan Presiden,” tandasnya.

Dalam Fit and Proper Test sangat terbuka dan diskusi- diskusinya menggali kemampuan calon Dubes. Komisi I membuka diri menerima masukan- masukan, dan no body perfect, tidak ada yang sempurna didunia ini. Bahkan kita pertanyakan mengenai target calon Dubes, tapi ketika melihat anggaran yang minim, dia shock dan tak mampu berbuat apa- apa. Jadi, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Buatlah program yang realistis, jangan muluk- muluk tetapi akhirnya tidak tercapai.

” Ditengah- tengah percaturan global yang sangat kompleks, seorang Dubes harus visioner, dia harus realistis melihat geopolitik internasional. Dubes juga harus melihat bahwa sudah terjadi pergeseran nilai dan paradigma, contoh, yang dulu Iran vs Irak berseteru, tiba- tiba sekarang bisa kompak melawan ISIS. Irak dengan Turki seperti air dan minyak, tapi sekarang kompak melawan ISIS. Jadi seorang Dubes harus cepat melihat perkembangan,” tegas Bachtiar Aly.

” Jadi, seorang Dubes harus mampu memanfaatkan positioning Indonesia. Apa yang bisa didapatkan oleh Indonesia ditengah- tengah percaturan global yang cepat dan dinamis, itu yang sangat penting. Indonesia juga harus bisa mengembangkan kiprahnya dalam politik bebas aktif,” pungkas Bachtiar Aly dipenghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline