Ali Umri : Data- Data Pertanahan Harus Clear, Supaya Tidak Tumpang Tindih

H. M. Ali Umri, SH., M.Kn., Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Masalah yang berkaitan dengan pertanahan dari tahun ke tahun belum ada formula yang jitu dalam mengatasinya.
Di seluruh wilayah Indonesia sering terjadi sengketa dan konflik pertanahan, yang seringkali berdampak pada konflik sosial.
Seharusnya pemerintah sudah mempunyai formula yang jitu untuk mengatasi berbagai permasalahan pertanahan.
Menurut H. M. Ali Umri, SH., M.Kn., Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa sebaiknya pemerintah dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) jangan terlalu banyak program. Kalau misalnya ada program PRONA, yang mana PRONA itu adalah singkatan dari Proyek Operasi Nasional Agraria.
” PRONA sebagai salah satu bentuk kegiatan legalisasi asset dan pada hakekatnya merupakan proses administrasi pertanahan yang meliputi ; adjudikasi, pendaftaran tanah sampai dengan penerbitan sertifikat/ tanda bukti hak atas tanah dan diselenggarakan secara massal, maka itu dulu yang dijalankan,” ungkap Ali Umri kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Senin 21 September 2015.
Lebih lanjut Ali Umri memaparkan bahwa, boleh- boleh saja membuat program, tetapi sebaiknya diselesaikan dahulu satu- persatu. Sehingga, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari PRONA tersebut. Jangan sampai seperti sekarang ini, membuat sertifikat saja luar biasa lamanya, sampai bertahun- tahun.
” Kan sebenarnya simple, kalau membuat sertifikat itu pasti ada data- data tanahnya di BPN. Dengan data- data tersebut kemudian tinggal menerbitkan sertifikat. Seharusnya simple dan mudah kalau datanya memang ada dan akurat. Mengenai data pertanahan ini yang harus ada di BPN, sehingga mudah dan cepat dalam menerbitkan sertifikat tanah,” tegas Politisi Partai NasDem ini.
Yang paling penting, lanjutnya, harus ada kepastian hak milik atas tanah tersebut. Tapi kondisi sekarang sebaliknya, tidak ada kepastian hak milik atas tanah. Yang terjadi sekarang, seseorang punya sertifikat tanah, namun di kemudian hari muncul SHM, bisa kalah sertifikat dengan SHM. Ini hal- hal yang diluar dugaan masyarakat, kemudian bagaimana kita mau membangun dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, kalau hal- hal demikian tidak bisa diselesaikan.
” Jadi, harapan kita kepada Menteri ATR/ Kepala BPN, agar para Dirjen dibawahnya menjalankan program- program yang telah dicanangkan oleh Kementerian. Tunjukkan kepada masyarakat, bahwa Kementerian ATR/ Kepala BPN sudah bekerja untuk rakyat. Ini yang sudah kita buat dan harus dipastikan bahwa kepemilikan tanah masyarakat tidak tumpang tindih. Maka, itu semua harus didata supaya tertib dan mudah mengeluarkan sertifikatnya,” terang Ali Umri, yang juga Ketua Kelompok Fraksi Komisi II DPR RI ini.
Masalah pertanahan ini harus didata lebih akurat lagi, mana yang milik Kehutanan, mana yang milik masyarakat, itu harus dikongkritkan terlebih dahulu. Sebab, itu akan berdampak pada kegiatan pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga akan bingung dalam mengelola lahan jika datanya tidak jelas, sebab pemerintah daerah juga khawatir akan melanggar hukum jika mengelola lahan yang tidak sesuai aturan perundang- undangan.
” Kalau data- data pertanahan tidak kongkrit, maka pemerintah daerah tidak bisa berjalan dalam mengelola kawasan. Sebab, antara kawasan hutan, kawasan perkotaan dan kawasan milik rakyat tidak jelas, maka ini yang harus dikongkritkan terlebih dahulu. Sebaiknya kerjakan dahulu programnya, baru disampaikan ke masyarakat, jangan hanya cita- cita saja,” ucapnya.
Ali Umri mempertanyakan, apa masalahnya mengurus sertifikat tanah sampai luar biasa lama? Seharusnya mengurus sertifikat tanah itu mudah dan cepat, paling lama seminggu selesai. Kalau data- datanya sudah ada, begitu masyarakat jual- beli, tinggal menerbitkan sertifikat, simple sebenarnya.
” Kita berharap, pejabat pemerintah jangan asal bunyi dan ABS (Asal Bapak Senang) saja, itu tidak boleh. Pemerintah harus betul- betul bekerja dan menyelesaikan permasalahan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat,” ungkap Legislator Partai Nasdem dari Dapil Sumatera Utara III ini.
Masalah konflik pertanahan, lanjutnya, seringkali penyebabnya adalah terkait ganti- rugi. Misalnya, ganti- rugi tanah karena ada proyek pemerintah, masyarakat menginginkan ganti- rugi yang tinggi. Kalau harganya lebih tinggi di NJOP (nilai jual objek pajak, red.), maka masyarakat memakai NJOP. Tetapi sebaliknya, kalau harga tanahnya lebih tinggi di harga pasaran, maka masyarakat memakai standart harga pasaran.
” Jangan sampai ada tumpang tindih kepemilikan sertifikat tanah, kalau ini bisa dilakukan oleh BPN, tentu masyarakat akan sangat senang. Misalnya tahun 2015 ini sudah clear data- data di BPN mengenai sertifikat tanah, maka pada tahun 2016 kalau ada yang mengaku- ngaku punya tanah tersebut, berarti itu kebohongan. Jadi, satu tahun pendaftaran tanah itu dibuat kemudian diumumkan, sehingga kalau ada permasalahan di tahun depan, mudah untuk menyelesaikannya,” pungkas Ali Umri di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel