logo seputarnusantara.com

Legislasi DPR Minim Prestasi, 1 Tahun Hanya 3 RUU, Padahal Target 37 RUU

Legislasi DPR Minim Prestasi, 1 Tahun Hanya 3 RUU, Padahal Target 37 RUU

2 - Okt - 2015 | 13:44 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Masa satu tahun pertama DPR 2014- 2019 dilalui DPR dengan segudang kontroversi dan minim prestasi. DPR diharapkan segera berbenah!

Salah satu indikator minimnya prestasi DPR adalah dari produk Legislasinya.

Dari 1 Oktober 2014 hingga 1 Oktober 2015, DPR hanya bisa menyelesaikan 3 RUU yang ada di Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Itu pun bukan pembahasan UU dari awal, melainkan hanya meneruskan Perppu yang dirancang Pemerintah, atau mengubah sedikit RUU sebelumnya.

Tiga RUU yang sudah diselesaikan adalah :

1. RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD
2. RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan PERPPU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU
3. RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi UU

Penyelesaian 3 RUU ini bisa dibilang menjadi ‘sesuatu’ yang memprihatinkan bagi DPR. Sebab, Prolegnas prioritas DPR di tahun sidang 2014- 2015 ini berjumlah 37 RUU, dan bahkan ditambah lagi 2 RUU, sehingga total jumlah Prolegnas prioritas tahun ini 39 RUU. Dengan demikian, berarti DPR baru menyelesaikan 7,7 persen Prolegnas prioritas.

Sedangkan Prolegnas DPR 2014-2019 selama lima tahun totalnya berjumlah 160. Berarti, satu tahun bekerja, DPR baru menyelesaikan 1,875 persen prolegnas.

Minimnya kinerja DPR ini diakui oleh para wakil rakyat. Wakil Ketua Komisi III Desmond J. Mahesa menyebut tak ada yang bisa dibanggakan dari DPR. Dia malah membuat pernyataan satire soal kebanggaan pada pimpinan DPR yang bertemu dengan kandidat capres AS Donald Trump.

” Setahun ini nggak ada yang dibanggakan. Apa yang dibanggakan? Yang dibanggakan melihat Donald Trump dan Ketua DPR,” kata Desmond di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Aktivis ’98 ini merasa ada benarnya kritikan DPR yang kebanyakan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, sehingga kinerja Legislasi menjadi belum maksimal. Anggota dewan harus bisa berkaca diri.

” Itu Pimpinan DPR dan Komisi nggak beres, akhirnya anggota DPR malas-malasan, apa yang dikritik masyarakat adalah sesuatu yang wajar. Hari ini kami rapatkan evaluasi yang sama, satu tahun ternyata buruk,” kata Desmon. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline