KH. Choirul Muna : Saat Tamu- Tamu Allah Tidak Terlayani Dengan Baik

KH. Choirul Muna, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. KH. Choirul Muna, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah melaksanakan pengawasan langsung terhadap penyelenggaraan haji tahun ini.
Posisi pemerintah Indonesia saat ini, dipandangnya masih sangat lemah di mata pemerintah Arab Saudi.
Cara pandang inilah yang mempengaruhi perlakuan pemerintah Arab Saudi terhadap Jamaah Haji Indonesia. Betapa tidak, dari tiga klaster fasilitas pelayanan terhadap para Jemaah yang ada, yaitu klaster tamu, klaster buruh dan klaster budak, Jamaaah Indonesia ditempatkan pada klaster terakhir.
” Terus terang saya masih kecewa dengan penyelenggaraan Haji tahun ini. Peran Kementerian Agama, saya nilai masih lemah, dan ironisnya Indonesia di tempatkan di klaster terendah,” sesalnya.
Khusus pada 8 sampai 13 September kemarin, saat para Jamaah Haji menjalani puncak penyelenggaraan Ibadah Haji, Kementerian Agama seperti tak bisa berbuat apa-apa. Segala sesuatunya dipegang oleh Muassasah, atau panitia penyelenggara Ibadah Haji.
” Meskipun jelas-jelas ada kekurangan, Kementerian Agama tidak bisa berbuat apa-apa, lemah sekali bargaining kita,” tutur Anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah VI ini.
Dia mencontohkan, saat puncak penyelenggaraan Ibadah Haji kemarin, saat beberapa jamaah Indonesia mengalami tenda rusak, listrik mati, dan beberapa masalah lainnya, Menteri Agama tak bisa mengambil langkah protes atau perbaikan. Choirul berharap betul, ke depan, pemerintah Indonesia bisa memiliki bargaining position yang lebih baik dibanding tahun ini.
” Saya menginginkan mindset pemerintah Arab Saudi yang menganggap dan memperlakukan jamaah kita seperti budak harus dirubah,” lanjutnya.
Terkait insiden kecelakaan crane di Masjidil Haram, anggota Fraksi NasDem ini berbeda pendapat dengan banyak kalangan yang menganggapnya human eror. Baginya, itu kejadian luar biasa akibat keteledoran pemerintah Arab Saudi.
Dia pun merasa pesimistis dengan ganti rugi yang dijanjikan pemerintah Arab Saudi, mengingat kejadian serupa pernah terjadi. Dalam tragedi Almuais, yang terjadi para periode sebelumnya, para korban sama sekali tak mendapat asuransi dari pemerintah setempat.
” Pemerintah Arab Saudi baru wacana memberikan asuransi pada korban. Oleh karenanya, saya akan mendesak pemerintah Arab Saudi dengan mengganti asuransi Rp 3,8 miliar itu, jangan memberikan harapan palsu,” tuntutnya.
Terkait tragedi mina, Choirul Muna juga berang dengan alibi pemerintah Arab Saudi yang menyalahkan jamaah Jaji atas kejadian itu. Faktanya, tragedi itu terjadi karena kesalahan assah yang membelokkan jalur jalan jamaah.
” Ini harus kita tuntut pemerintah Arab Saudi, untuk bertanggungjawab. Dari DPR RI juga harus melayangkan nota protes pada pemerintah Arab Saudi, karena tidak bisa melayani tamu Allah dengan benar,” cetusnya.
Choirul kemudian menuturkan pengalamannya diundang Amirulhaj dari Iran, untuk bersama mengupayakan agar para tamu Allah ini diterima sebagai tamu terhormat, bukan sebagai komoditas ekonomi. Terlepas persoalan stigma Syiah yang melekat pada Iran, Choirul sangat mengapresiasi langkah Iran dalam melakukan koreksi terhadap penyelenggaraan Haji.
“ Kita memang menbutuhkan dukungan bersama. Kita akan melakukan pendekatan kepada negara seperti Turki, Mesir, Iran yang telah menyatakan kesiapan, dan Pakistan yang menjadi negara kedua setelah Indonesia yang banyak mengirim jamaah Haji dan Malaysia. Kita akan membuat deklarasi bersama agar ada bargaining kepada Arab Saudi terkait pelaksanaan haji ke depannya,” tutur Muna bersemangat.
Selama ini, pemerintah Arab Saudi sangat terkesan mengeksploitasi para jamaah untuk meningkatkan pasokan devisa mereka. Ironisnya, eksploitasi itu tidak disertai dengan keamanan dan perlindungan sepadan bagi jamaah Haji. Sebaliknya, para jamaah Haji mendapat bus-bus transportasi yang tak layak, meski sudah menyerahkan General Service Fee (GSF). Ternyata, pembayarannya tak cukup sampai tahapan pertama, tapi harus melakukan pembayaran untuk up grade.
Ada beberapa detil pelayanan dibenahi di lapangan saat itu, mengingat banyaknya jamaah yang kelelahan dan kepanasan. Oleh karena itu, Choirul meminta naqobah (jasa penyedia transportasi) untuk mengganti bus yang lebih layak dan nyaman bagi jamaah Haji. Akhirnya Kementerian Agama melakukan pembayaran fee up grading naqobah.
” Syukurnya, kita masih memiliki safe grading sebesar Rp 25 milliar untuk menggantikan bus-bus yang jelek, sehingga saat kepulangan ke Madinah, Arbain dan Jeddah, jamaah Indonesia sudah menaiki bus yang nyaman dan ber-ac,” kenangnya.
Dia juga menuturkan, Komisi VIII DPR yang datang ke Mekkah sebagai pengawas resmi penyelenggaraan Haji, namun tak diperlakukan layaknya perwakilan Parlemen. Muna berharap, ke depan Indonesia harus memiliki bargaining dengan pihak arab saudi supaya jamaah kita itu dapat terlindungi dan mendapatkan pelayanan yang baik dan nyaman.
Choirul muna optimistis dengan hadirnya BPKH (Badan Pengelolaan Keuangan Haji) yang ditargetkan terimplementasi pada pelaksanaan haji 2016. Dia yakin kehadiran lembaga itu akan memperbaiki pelaksanaan haji ke depan, dan bisa meniminalisir persoalan penyelenggaraan haji. Dalam BPKH ini, pihak Kementerian Agama tidak mutlak menjadi esekutor atau pengambil keputusan dalam penentuan prasarana haji, baik menyangkut pemondokan, catering hingga bus transportasi.
” Karena ada biro atau agen travel kita semisal Maktour atau yang lainnya, malah lebih memiliki bargaining yang tinggi dengan pihak Arab Saudi dibandingkan Kementerian Agama,” lanjut Muna.
Dalam hematnya, kehadiran badan ini dapat memacu persaingan yang sehat dalam proses pengadaan atau tender.
” Ke depan, bagaimana esekutor itu mendapat bargaining yang baik dari pihak Arab Saudi untuk kenyamanan pelayanan Ibadah Haji bagi jamaah Indonesia, walau pun dari pihak swasta, kenapa tidak?” tegasnya.
Muna mengibaratkan perputaran keuangan yang akan dikelola BPKH menyerupai tabungan haji yang dikelola negara Malaysia. Mengakhiri wawancara, Muna mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama yang mewakili negara dalam pelaksanaan haji 2015, meski masih adanya persoalan dalam pelaksanaannya.
“ Kedepannya, kita (Komisi VIII DPR) akan lebih mendorong kepada pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Agama untuk membuat forum dari perwakilan negara lain untuk melakukan bargaining yang kuat kepada pihak arab saudi dalam pelaksanaan Ibadah Haji,” pungkasnya. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation