logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : Kebakaran Hutan di Wilayah Papua Akan Cepat Ditangani

Sulaeman Hamzah : Kebakaran Hutan di Wilayah Papua Akan Cepat Ditangani

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

19 - Okt - 2015 | 16:24 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Wilayah Papua dikepung 131 titik api akibat pembukaan lahan di beberapa Kabupaten di Papua.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika wilayah V Jayapura, Zem Padamma mengatakan, titik api yang paling banyak berada di wilayah Papua bagian selatan, yakni Kabupaten Merauke dan Mappi.

Titik api di wilayah Kabupaten Merauke menyebar pada beberapa titik, di antaranya Ilwayab 6 titik api, Kimaam 10 titik api, Kaptel 1 titik api, Kurik 1 titik apu, Muting 10 titik api, Naukenjera 3 titik api, Ngguti 1 titik api, Okaba 11 titik api, Sota 3 titik api, Tabonji 33 titik api, Tanah Miring 4 titik api, Tubang 9 titik api, Ulilin 6 titik api, Waan 7 titik api, dan Yamoneri 2 titik api.

Selain itu, di Papua bagian selatan lain juga terdapat 13 titik api Kabupaten Dogiyai yakni di Bamgi 10 titik api dan Nambionan Bapai 3 titik api. Lalu, ada juga di Kabupaten Dogiyai 8 titik api yang menyebar di Distrik Kamuu, Kamuu Timur dan Piyaiye. Di wilayah pegunungan tengah ada dua titik api yakni di Maima, Kabupaten Jayawijaya dan Malagaineri di Kabupaten Lanny Jaya.

Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komiisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa kebakaran hutan dan lahan sudah hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, penyebab kebakaran hutan dan lahan dikarenakan musim kemarau yang cukup panjang.

” Jadi, di kawasan hutan yang banyak ditumbuhi ilalang itu mudah sekali terbakar, seperti kejadian di Papua. Kalau terjadi gesekan saja, misalnya bambu yang kering menggesek kayu kering, itu bisa timbul api. Jadi kita tidak berprasangka bahwa semua itu faktor kesengajaan manusia membakar hutan,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara I DPR- Senayan, pada Senin 19 Oktober 2015.

Menurut Sulaeman, di kawasan Papua sangat jarang terjadi kebakaran hutan. Ini karena faktor kemarau yang panjang, cuaca yang sangat terik dan tidak turun hujan, sehingga memudahkan sekali hutan terbakar. Juga akan timbul fatamorgana dan terjadi kabut. Panas tinggi saja bisa menimbulkan kabut, apalagi ada kebakaran hutan.

” Dan ini dipicu lagi, kemungkinan, masyarakat membuka kebun baru. Sehingga hutan terbakar oleh faktor kesengajaan. Dengan banyaknya titik api di Papua, maka kabut asap menyelimuti wilayah Papua,” terang Anggota DPR dari Dapil Papua ini.

Kalau masalah penanganan kebakaran hutan di Papua, dirinya memantau, di daerah perkotaan seperti Manokwari dan Timika yang sangat terganggu oleh kabut asap. Sedangkan di kawasan Biak, Nabire, Jayapura dan daerah pegunungan tidak begitu terganggu, padahal disana yang kita khawatirkan terjadi kabut asap pekat,” tegasnya.

” Upaya penanganan kebakaran masih meraba- raba, karena masih mencari data valid titik apinya. Kalau pemerintah daerah Papua sudah berupaya menanganinya, walaupun masih terbatas karena berbagai faktor. Berbeda dengan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, karena menjadi isu nasional, maka cepat penanganannya,” ucap Politisi Partai NasDem ini.

” Di Papua tidak ada lahan gambut, sehingga kita berharap kebakaran hutan akan cepat ditangani. Karena di Papua paling hanya ilalang yang mudah terbakar. Oleh karena itu, perlu penanganan yang serius oleh pemerintah,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline