logo seputarnusantara.com

Anggota DPR Kurtubi dan Pemadaman Listrik di NTB (Nusa Tenggara Barat)

Anggota DPR Kurtubi dan Pemadaman Listrik di NTB (Nusa Tenggara Barat)

Kurtubi, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem (Dapil NTB)

9 - Nov - 2015 | 14:16 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Sewaktu menjalani kunjungan kerja bersama rombongan Komisi VII DPR RI ke Komite Energi dan Perdagangan DPR Amerika Serikat (Commitee on Energy & Commerce, US House of Representatives), Daerah Pemilihan (Dapil) Kurtubi di Mataram mengalami pemadaman listrik. Tak ayal, selama di Washington DC, Kurtubi menerima belasan pesan singkat dari warga Mataram yang mengeluhkan pemadaman listrik yang mereka alami .

” Belakangan ini rakyat NTB sangat menderita karena pemadaman listrik yang sering dan semakin lama,” ujar Kurtubi, Jumat (6/11/2015.

Meski tengah jauh, Kurtubi tetap merespon keluhan para warga di Dapilnya tersebut. Kurtubi langsung menghubungi General Manager (GM) Perusahaan Listrik Negara Nusa Tenggara Barat, meminta penjelasan. Dia menanyakan penyebab pemadaman berikut langkah-langkah yang telah dilakukan GM PLN NTB untuk mengatasi persoalan klasik pemadaman listrik tersebut.

” Lewat SMS, GM PLN NTB sudah menjelaskan. Ternyata penyebab terjadinya pemadaman itu dikarenakan adanya perbaikan turbin di Unit 1 PLTU Jeranjang dan gangguan kebocoran boiler di unit 3 PLTU Jeranjang masing- masing dengan kapasitas 25 MW,” tutur Kurtubi.

Yang membuat Kurtubi kaget, selain adanya overhaul (pemeriksaan) di dua Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), ternyata Pembangkit LIstrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang kembali menjadi biang kerok pemadaman. Menurut Kurtubi, kerusakan di PLTU Jeranjang kemungkinan disebabkan oleh mutu mesin yang berkualitas rendah, yang didapat dari produk bekas pakai di Tiongkok.

” Kalau kecurigaan masyarakat selama ini benar, maka adalah ‘logis’ apabila PLTU Jeranjang sering mengalami kerusakan,” pungkasnya.

Kondisi ini, lanjut Kurtubi, akan menurunkan cadangan kapasitas pembangkit yang sangat diperlukan pada saat beban puncak (peak load). Oleh sebab itu, sepulangnya dari AS pada masa reses ini, dirinya akan langsung mengunjungi PLTD yang belum beroperasi di kawasan Tanjung Karang, Lombok. Dari hasil kunjungan ini, diperoleh informasi bahwa PLTD yang ada masih bisa ditingkatkan pengoperasiannya, termasuk PLTD Paokmotong dan Bima. Sedangkan PLTD yang sedang dibangun di Tanjung Karang perlu supervisi lebih ketat, mengingat mesin-mesin yang di pasang merupakan mesin bekas dari China.

” Kalau tidak, maka PLTD ini akan bisa mengulangi kinerja buruk PLTU Jeranjang yang sering sekali mengalami kerusakan,” tegasnya.

Dalam pandangan Kurtubi, optimalisasi pengoperasian PLTD justru saat ini akan lebih menguntungkan karena harga BBM untuk listrik (minyak diesel dan MFO) relatif sangat murah, hanya sekitar 50% dibanding harga beberapa tahun lalu. Ini bisa menurunkan biaya pokok produksi listrik di NTB secara signifikan,.

” Kapasitas pembangkit yang sangat rendah di NTB saat ini akan menjamin bahwa pemadaman listrik di NTB belum akan sirna untuk masa yang panjang ke depan, alias cenderung akan terjadi seterusnya,” cetusnya. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline