logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : NasDem Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam Dalam Pilkada

Sulaeman Hamzah : NasDem Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam Dalam Pilkada

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI Periode 2014- 2019

9 - Nov - 2015 | 14:40 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Tak sedikit kalangan masih merasa was- was atas lancar atau tidaknya pelaksanaan Pilkada di Papua 9 Desember 2015 mendatang.

Hal itu cukup beralasan, mengingat Pemilihan Gubernur Papua 2013 lalu, diwarnai kerusuhan yang mengakibatkan tewasnya Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Tolikara- Papua.

Dalam insiden itu, korban dikeroyok secara sporadis di Tempat Pemilihan Suara (TPS) Distrik Gilibandu, Kabupaten Tolikara. Tak hanya itu, peristiwa pembakaran kantor KPUD Kabupaten Mamberano Tengah juga terjadi pada tahun yang sama.

Meski tidak memakan korban, namun pembakaran itu menambah catatan kelam pelaksanaan Pilkada di Papua, yang harus menjadi catatan bagi para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Pilkada di Papua.

Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI H. Sulaeman L. Hamzah mengakui bahwa kekerasan memang selalu menjadi permasalahan klasik Pemilihan Umum di Papua, baik dalam sekup daerah maupun nasional. Berdasar pengamatannya, pertikaian kecil para pendukung di tataran akar rumput bisa menyulut perang antar suku. Hal itu terjadi pada kasus kesalahan administrasi Pilkada 2013 di Papua.

“ Data di KPU ada partai tertentu yang tercatat sebagai pendukung dua pasangan calon, dan itu memicu kemarahan dari kedua belah pihak dan akhirnya kekerasan pun tidak bisa terhindarkan,” jelasnya.

Untuk Pilkada 9 Desember 2015 mendatang, Sulaeman juga melihat potensi kekerasan tetap ada. Berdasarkan data yang dirilis Kapolda Papua, terdapat tiga wilayah rawan kerusuhan yakni Kabupaten Yahukimo, Nabire, dan Pegunungan Bintang. Selain itu, masih ada daerah yang terindikasi rawan konflik, yaitu Kabupaten Supiori dan Keerom.

Namun demikian, Sulaeman tetap optimis kontestasi Pilkada yang akan dihelat oleh 11 Kabupaten di Papua dan 9 Kabupaten di Papua Barat tahun ini akan berjalan aman dan damai, asalkan koordinasi lintas institusi tetap terjaga.

“ Yang terpenting itu adalah koordinasi dari aparat keamanan. Saya senang kalau jauh- jauh hari Kapolda Papua telah merilis zona rawan. Setidaknya itu menjadi modal bagi kita semua untuk bisa menjaganya. Koordinasi lintas institusi seperti Kapolda, KPUD, Panwaslu, Parpol, dan para Pasangan Calon harus dilakukan,” tuturnya.

Terkait peluang Partai NasDem sendiri, Sulaeman yang juga menjabat sebagai koordinator pemenangan di Provinsi Papua ini telah memasang strategi jitu untuk memenangkan seluruh Pilkada. Dari 11 daerah yang melaksanakan Pilkada, ia mamasang target kemenangan di 7 daerah. Target ini ditetapkan setelah melalui berbagai perhitungan politik, termasuk menghitung tingkat rivalitas dengan para pesaing politiknya.

Sebagai informasi, 11 daerah yang menyelenggarakan Pilkada 9 Desember 2015 nanti antara lain Kabupaten Yalimo, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Waropen, Keerom, Supiori, Nabire, Merauke, Asmat, Boven Digul, dan Mamberamo Raya.

“ Tentu angka 7 itu berdasarkan perhitungan yang cermat. Kita mengukur berdasarkan latar belakang, ketokohan, pengaruh, elektabilitas, kapabilitas, dan integritas. Dengan ukuran itu, 7 calon dari Partai NasDem unggul dibanding lawan politik. Jadi saya optimis 7 daerah bisa menang,” ungkapnya.

Namun demikian, Sulaeman juga mengemukakan adanya berbagai hambatan yang harus dihadapi oleh Partai NasDem dan seluruh pasangan calonnya. Pertama, yaitu manuver kampanye hitam yang gencar dilontarkan untuk menjatuhkan reputasi pasangan calon dari NasDem. Hal ini menurut Sulaeman cukup merepotkan, karena konstituen di daerah disuguhi hidangan informasi yang salah.

“ Saya mengajak para calon dari Partai NasDem tidak melakukan hal yang sama. Justru saya mengajak pasangan calon dari NasDem untuk menepis dengan cara-cara yang riil dan tidak sporadis menghancurkan nama lawannya. Ternyata cara tersebut mendapat simpati yang baik dari masyarakat,” tambahnya.

Persoalan kedua, yaitu biaya kampanye yang habis untuk keperluan akomodasi dan transportasi. Hal itu menjadi persoalan klasik di Papua, di mana medan geografis yang berat ditambah minimnya infrastruktur darat, mengharuskan para calon kepala daerah menempuh perjalanan udara, meski hanya untuk rute lintas Kecamatan. Dalam hemat Sulaeman, persoalan geografis itu menghabiskan biaya yang tak sedikit.

Akan tetapi Sulaeman menegaskan, secara keseluruhan Partai NasDem siap dengan semua resiko yang tak terhindarkan dari dinamika politik daerah di Papua. Untuk memaksimalkan kinerja mesin partai di Papua, Sulaeman memandang kedatangan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh akan berdampak besar dalam menyuntik moral perjuangan para kader serta simpatisan.

Sesuai rencana, Surya Paloh bertandang ke Papua pada 6 November 2015, dalam agenda konsolidasi DPD dan DPW se-Papua dan Papua Barat guna menyongsong pelaksanaan Pilkada. Agenda itu dihelat di Gedung Olahraga Waringin, Kota Jayapura dan tak kurang 10.000 orang turut serta dalam agenda konsolidasi ini.

“ Kedatangan Ketua Umum ke tanah Papua sangat berdampak bagi mesin partai. Kami selaku pengurus daerah akan menyuguhkan yang terbaik. Dan tentu, target kemenangan bagi Papua dan Papua Barat Insya Allah tercapai,” pungkasnya. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline