logo seputarnusantara.com

Syarief Alkadrie : Pembangunan Bandara Supadio Pontianak Mendesak Dilakukan

Syarief Alkadrie : Pembangunan Bandara Supadio Pontianak Mendesak Dilakukan

H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH.,MH., Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI

10 - Nov - 2015 | 14:39 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Dalam kunjungan kerja (Kunker) perseorangan ke Kalimantan Barat (Kalbar), H. Syarief Abdulllah Alkadrie, SH.,MH., Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI menekankan pentingnya perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerah ini.

Menurut Syarief, Kalbar memiliki posisi strategis bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena batas wilayahnya banyak bersinggungan langsung dengan negara tetangga.

Dengan posisinya selaku beranda depan NKRI itu, percepatan pembangunan di Kalbar tak hanya akan berimbas bagi masyarakat setempat, tapi juga mengangkat citra positif Indonesia di mata luar, khususnya negara tetangga.

“ Sarana dan prasarana transportasi menjadi sektor yang harus segera mendapat perhatian serius dan harus segera dibangun,” tegas Sekretaris Fraksi Partai NasDem di DPR ini.

Dia menambahkan, ketersediaan sarana dan prasarana transportasi secara memadai, baik di darat, laut dan udara, akan sangat berpengaruh terhadap sektor-sektor lain secara signifikan. Atas pertimbangan itulah, di hari pertama kegiatan reses dimanfaatkannya untuk mengunjungi PT. Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak. Bayuh Iswantoro selaku General Manager (GM) Bandara Supadio Pontianak menyambut langsung kunjunga Syarief Alkadrie bersama rombongan.

Dalam kunjungan ini, Syarief berhasil memotret lebih dekat peran strategis Bandara Supadio, yang tak sebatas menjalankan fungsi transportasi. Selain melayani kebutuhan transportasi publik, bandara Supadio juga mendukung kegiatan pertahanan dan keamanan, khususnya pengelolaan dan pengawasan daerah perbatasan. Ironisnya, Syarief melihat ketersediaan sarana dan prasarana bandara masih belum memadai.

“ Terminal penumpang yang ada saat ini baru ada satu terminal, difungsikan untuk kegiatan kedatangan dan keberangkatan penumpang. Walaupun ada upaya untuk membangun satu terminal lagi untuk memisahkan kegiatan keberangkatan dan kedatangan, namun nampaknya masih dalam proses,” papar Syarief.

Selain itu, anggota Komisi V DPR ini juga melihat keberadaan runway (landasan pacu, red.) bandara yang masih belum memadai. Saat ini, hanya tersedia satu lajur runway dengan jarak tak begitu panjang. Dalam hematnya, runway yang dibutuhkan setidaknya berjarak 3.000 meter, sehingga bisa dipakai untuk pendaratan pesawat berbadan besar seperti jenis boeing. Mengingat biaya pembangunannya yang cukup besar, Syarief menimbang proses pembangunan itu harus segera dilakukan, sehingga bisa dilakukan secara bertahap.

“ Jika ini dilakukan maka pergerakan masyarakat akan semakin meningkat, terutama yang berkaitan dengan aktifitas ekonomi. Bahkan bisa mendorong banyak investor untuk berinvestasi di Propinsi ini, karena layanan transportasinya semakin baik,” tutur Syarief.

Lebih lanjut, Syarief menjelaskan bahwa perpanjangan runway menjadi 3.000 meter berikut perbaikan fasilitas bandara bisa mendukung usulan untuk menjadikan Kalbar sebagai embarkasi Haji baru. Posisi itu sudah lama didambakan seluruh pihak di Kalbar, mengingat selama ini kontingen jemaah Haji dari Kalbar harus bergabung dengan embarkasi Batam.

Keberadaan embarkasi Haji di Kalbar, dalam hemat Syarief, selain membantu efisiensi waktu dan biaya bagi para jamaah, juga meningkatkan geliat ekonomi yang bersentuhan dengan kegiatan haji.

Terakhir, Syarief menyebutkan, pembangunan dan peningkatan fasilitas bandara itu juga akan berdampak positif bagi tata kelola pertahanan dan keamanan, khususnya terkait pengelolaan dan pengawasan daerah perbatasan.

“ TNI akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugasnya karena keberadaan fasilitas bandara yang memadai,” pungkas Syarief Alkadrie. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline