logo seputarnusantara.com

Kurtubi : Pembangunan Smelter di Papua Akan Pacu Ekonomi Kawasan Timur

Kurtubi : Pembangunan Smelter di Papua Akan Pacu Ekonomi Kawasan Timur

DR. Kurtubi, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

8 - Des - 2015 | 15:45 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Dalam Rapat Kerja (Raker) antara Komisi VII DPR dengan menteri ESDM, Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI, Kurtubi menyampaikan pandangannya terkait rencana pembangunan smelter di Papua.

Menurut Kurtubi, rencana itu sudah sangatlah tepat dan sangat diperlukan, guna mempercepat pembangunan ekonomi dan insfrastuktur Indonesia bagian timur.

” Recana pembangunan smelter di Papua itu, bisa mewujudkan kawasan industri berbasis tambang. Itu momen untuk memeratakan pembangunan,” tukas Kurtubi dalam Raker yang diselenggarakan di gedung Nusantara I, Selasa, (01/12)

Dalam hemat Kurtubi, saat ini batas kesenjangan antara wilayah timur dengan wilayah barat Indonesia, masih sangat mencolok. Dia berharap, momen kewajiban membangun smelter ini bisa selaras dengan kebutuhan memangkas kesenjangan itu, khususnya terhadap wilayah Papua.

Lebih jauh, Kurtubi menilai terbangunnya kawasan berbasis tambang di wilayah timur Indonesia ini, bisa mendorong tumbuhnya sektor industri lain. Tumbuhnya sektor-sektor lain itu akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi lebih baik di kawasan timur Indonesia.

” Tentunya, itu perlu ditunjang paket kebijakan yang mempermudah investasi, sehingga Papua mendapat perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur. Jadi tolong pembangunan smelter di Papua dipercepat,” tegas Kurtubi.

Selain itu Kurtubi juga berpesan kepada pemerintah, agar Nusa Tenggara Barat (NTB) juga dijadikan kawasan industri berbasis tambang. Dia menilai, potensi yang terkandung di NTB sangat mendukung kemungkinan itu.

Potensi NTB tidak hanya terbatas pada blok Batu Hijau yang saat ini sudah beroperasi, tapi masih ada blok tambang lain di daerah Sumbawa yang belum dioptimalkan. Kurtubi melanjutkan, kemungkinan membangun smelter di Sumbawa juga sangat aman jika ditilik dari sudut pandang ekonomi.

” Selain berpikir nasional, juga perlu berpikir Dapil,” cetus Kurtubi disambut tawa peserta Raker.

Melanjutkan persoalan energy di daerah pemilihannya, Kurtubi menyebut intensnya pemadaman listrik di NTB. Dia menyesalkan peristiwa itu terus terjadi berulang kali, dan ketika dikonfirmasi jawabanya selalu sama. Menurut Kurtubi, PLN selalu menjawab bahwa pemadaman itu terjadi akibat terjadinya kerusakan maintance di PLTU Jeranjang. Kondisi itu, kata Kurtubi sudah memunculkan rasa apriori dari masyarakat dan pemerindah daerah di NTB. Permasalahan terjadi berulang-ulang, klarifikasi dari PLN selalu sama, dan tak pernah terjadi perbaikan.

Terakhir, Kurtubi menyampaikan dukungannya terhadap kemungkinan megembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Dia menghimbau agar program itu mulai disosialisasikan mulai dari sekarang. Dengan begitu, Indonesia akan bisa lebih bersaing dengan negeri tetangga, Malaysia.

” Kalau perlu disosialisasikan dari sekarang, maka kita bisa mengalahkan Malaysia. Konsumsi listrik perkapita kita (Indonesia) saat ini masih seperlima atau seperempat dari Malaysia. Seharusnya kita tidak hanya membutuhkan pembangkit listrik 35.000 MW,” pungkas Legislator yang juga pakar energi ini. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline