Sulaeman Hamzah : 80% Belanja Konkrit, KKP Bisa Jadi Contoh Instansi Lain

H.Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat apresiasi karena menyusun anggaran APBN 2016 dengan porsi 80% belanja konkret.
Menteri Susi menghapus kata-kata multitafsir seperti alokasi dana pengembangan, pemberdayaan, penguatan, pengelolaan dan kata-kata yang dianggap tidak konkrit lainnya.
Proses penyusunan anggaran 2016 untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dimulai sejak Februari 2015.
Menteri Susi menjelaskan bahwa menyusun anggaran harus pendekatan konkret. Rapat anggaran dipimpin langsung oleh Menteri Susi. Sampai disepakati 80% untuk belanja konkrit dan 20% untuk belanja aparatur/ rutin.
Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa di Pemerintahan itu hampir setiap saat mereka bicara tentang kinerja masing- masing. Dan kalau kita hitung dan cermati, bahwa semua Kementerian, termasuk Pemerintahan Provinsi, Kabupaten dan Kota, belanja rutin itu lebih besar dari belanja konkritnya.
” Sedangkan yang ditunjukkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP, red.) ini sebuah contoh yang sangat bagus, yang semestinya bisa jadi pedoman bagi Kementerian lainnya. Karena saya lihat, di mayoritas Kementerian itu tidak ada efisiensi. Organisasinya terlalu gemuk/ besar, sehingga belanja rutinnya sangat besar. Sementara untuk belanja konkrit pembangunan sangat kecil, ini justru terbalik,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Kamis 11 Desember 2015.
Sulaeman Hamzah berharap, dengan prestasi yang ditunjukkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan ini, setidak- tidaknya Kementerian yang lain bisa mengikuti dan juga pemerintahan Provinsi, Kabupaten dan Kota. Kalau belanja rutin lebih besar daripada belanja pembangunan yang konkrit, itu artinya ‘ lebih besar pasak daripada tiang.’
” Kalau belanja rutin itu lebih besar, maka organisasinya harus dirampingkan. Buat apa pegawainya banyak, tetapi hanya duduk- duduk saja, dan hanya untuk memenuhi struktur organisasi, padahal kinerjanya tidak ada. Mereka hanya datang, duduk- duduk absen setelah itu pulang, apa yang harus mereka kerjakan-pun, mereka tidak tahu,” ucap Sulaeman Hamzah, Politisi Partai NasDem ini.
Kejadian seperti itu, lanjutnya, sangat banyak terjadi baik di Kementerian, Pemerintahan Provinsi, Kabupaten maupun Kota. Alasannya struktur yang sudah baku, sehingga harus diisi orang, walaupun tidak ada kerjaannya, padahal itu merupakan prinsip yang salah.
” Sekali lagi kita berharap, terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini bisa menjadi pembelajaran bagi Kementerian yang lain. Sebab, dengan mengalokasikan 80% untuk belanja konkrit dan hanya 20% belanja aparatur/ rutin, itu sangat bagus. Artinya, dengan 80% itu, maka rakyat khususnya nelayan dan yang bergantung kehidupannya dari laut, bisa merasakan manfaat langsungnya,” terang Sulaeman Hamzah, Anggota DPR dari Dapil Papua ini.
Perhatian Bagi Nelayan Papua
Dalam alokasi APBN 2016, Menteri Kelautan dan Perikanan menargetkan bisa membeli 3.820 unit kapal nelayan dan 13.872 unit alat tangkap ikan.
Papua dengan garis pantai terpanjang di Indonesia dan terpanjang kedua di Dunia, namun karena penduduk di pesisir pantai Papua tidak sepadat di Jawa, sehingga pembagiannya- pun tidak berimbang. Padahal, seharusnya Papua mendapat porsi yang besar dalam hal jumlah kapal dan alat tangkap ikan.
” Namun, apapun alasannya, terobosan Menteri Susi tersebut sangat bagus dan patut diapresiasi. Menteri Susi sangat perhatian dengan masyarakat pesisir dan nelayan, khususnya di Papua. Tidak hanya kapal dan alat tangkap, Menteri Susi juga membangun fasilitas- fasilitas lain yang dibutuhkan oleh masyarakat. Misalnya air bersih dan stasiun pengisian BBM untuk para nelayan, itu memang sangat dibutuhkan masyarakat,” tegas Politisi Partai NasDem ini.
Sulaeman menjelaskan, dulu perhatian pemerintah terhadap nelayan dan masyarakat pesisir sangat minim. Tetapi semenjak Menteri Susi menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, perhatian pemerintah sangat besar terhadap nelayan dan masyarakat pesisir.
” Pemerintah betul- betul hadir untuk masyarakat pesisir dan nelayan. Nelayan Papua mendapatkan alokasi lebih dari 200 unit kapal dengan berbagai ukuran. Itu tersebar di beberapa Kabupaten di Papua, yang masyarakat pesisirnya tergolong banyak. Kemudian alat tangkap ikan juga diberikan oleh pemerintah kepada nelayan di Papua. Kemudian ada juga alat untuk pembekuan ikan,” tegasnya.
Di Kabupaten Merauke, lanjutnya, akan dibangun alat untuk pembekuan ikan dengan unit yang sangat besar, untuk bisa menampung ikan hasil tangkapan dari daerah- daerah Kecamatan yang sangat jauh, kemudian disediakan kapal yang bisa mengangkut hasil tangkapan ikan dari distrik yang jauh untuk dibawa ke Merauke. Di Merauke, sambil menunggu ikan tersebut diangkut keluar, disimpan di alat pembekuan ikan, hal tersebut sangat menolong.
” Kalau dulu dengan kapal asing dengan praktek ship to ship, setelah hasil tangkapan dikumpulkan di mothership-nya, kemudian baru dibawa keluar, itu sekarang dilarang. Dengan pola sekarang yang baru ini, pemerintah bisa menolong para nelayan yang jauh dari kota. Tentu tidak semua bisa dilayani oleh pemerintah secara sekaligus, tetapi melalui tahapan- tahapan ini, saya yakin nelayan dan masyarakat pesisir akan semakin sejahtera,” ungkap Sulaeman Hamzah.
” Kapal nelayan dan peralatan tangkap ikan memang perlu penambahan dalam jumlah besar. Tetapi dengan perhatian Menteri Susi, masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir disana. Memang ini butuh waktu, karena dari tahun ke tahun akan ditambah terus jumlah kapal dan alat tangkap ikannya. Peralatan yang diberikan pemerintah sangat ramah lingkungan, sehingga tidak merusak laut dan lingkungan. Saya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI patut mengapreasiasi Menteri Kelautan dan Perikanan dan cara kerja Menteri Susi tergolong bagus,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel