logo seputarnusantara.com

Bahrum Daido : Tender Proyek Terlambat, Anggaran Menumpuk di Akhir Tahun

Bahrum Daido : Tender Proyek Terlambat, Anggaran Menumpuk di Akhir Tahun

DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. S., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat

14 - Des - 2015 | 21:12 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Berdasarkan hasil kesepakatan antara Pemerintah dengan DPR, belanja negara dalam APBN 2016 ditetapkan sebesar Rp 2.095,7 triliun atau meningkat 5,6 persen dibandingkan dengan APBNP 2015.

Distribusi dari volume belanja negara tersebut 37,4 persen atau sekitar Rp 784,1 triliun di antaranya dialokasikan melalui kementerian dan lembaga dan sebesar 36,7 persen atau sekitar Rp 770,2 triliun ditransfer ke daerah dan dana desa.

Sementara sisanya 25,8 persen atau sekitar Rp 541,4 triliun dialokasikan melalui kementerian keuangan selaku bendahara umum negara.

” DIPA-nya sudah diserahkan segera dimulai. Sehingga penyerapan belanja tidak menumpuk di akhir tahun. Itu harus kita akhiri. Pola-pola lama di birokrasi kita, penyerapan anggaran menumpuknya di November, Desember harus kita stop, akhiri,” tegas Jokowi.

” Januari dimulai, kemudian merata sepanjang tahun. Itu yang kita inginkan dan ini akan saya pantau terus karena setiap hari saya memantau daerah mana yang serapannya masih kecil, daerah mana yang menumpuk uangnya di bank, di BPD, kelihatan semuanya. Jangan dipikir saya tidak bisa memantau. Bisa, sangat bisa,” tutup Jokowi.

Sedangkan menurut DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, bahwa memang untuk anggaran 2015 ini, banyak anggaran yangg menumpuk di akhir tahun karena pelaksanaan tender- tender proyek di beberapa kementerian agak terlambat, seperti di kementerian Perhubungan dan yang lainnya.

” Itu disebabkan karena masalah legal standing dalam syarat pengajuan proyek, itu ditinjau ulang, apakah sesuai atau tidak. Ini disebabkan karena masa peralihan kementerian era Presiden SBY ke Presiden Jokowi,” ungkap Bahrum Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Senin 14 Desember 2015.

Bahrum lebih lanjut menjelaskan, tujuan dari tinjau ulang pada waktu itu, supaya proyek- proyek berjalan dengan baik dan tidak melanggar aturan. Kalau tidak sesuai, maka harus diperbaiki, tetapi kalau sudah sesuai maka bisa lanjut berjalan proyek tersebut, ini yang menyebabkan menyita waktu.

” Ada yang terlambat satu bulan, 2 bulan bahkan sampai 5 bulan. Itu yang menyebabkan anggaran menumpuk di akhir tahun 2015 ini. Padahal sebaiknya di akhir tahun 2015 ini/ closing anggaran, bisa diserap 100% sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” tegas Bahrum Daido, yang juga anggota Komisi V DPR RI ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, untuk anggaran tahun 2016 sebaiknya di awal tahun sudah berjalan tender- tender proyek. Kalau di awal tahun sudah berjalan tender proyek, maka pelaksanaan anggaran 2016 akan meluncur dengan mulus.

” Supaya APBN 2016 sebesar Rp 2.095 Triliun bisa terserap dengan baik mulai awal tahun hingga merata sepanjang tahun, maka tender harus dipercepat, legal standing sudah tidak ada masalah. Contoh di kementerian PU dan PR, sudah lebih dari 2.000 tender proyek dilaksanakan. Kita harapkan awal tahun 2016, seluruh kementerian/ lembaga start mengerjakan proyek,” ucap Politisi Partai Demokrat ini.

Jangan sampai, paparnya, kejadian 2015 ini terulang kembali pada APBN 2016. Itu sangat tidak diharapkan oleh semua pihak. Karena, kalau penyerapan anggaran bagus, maka secara otomatis program pembangunan akan berjalan dengan baik. Imbasnya, sudah barang tentu akan sangat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

” Saya berharap agar penyerapan anggaran maksimal, maka pemerintah melakukan pengawasan yang melekat. Kalau pengawasan di lapangan nonstop, maka para rekanan tidak main- main dalam melaksanakan pekerjaannya. Saya mencermati, banyak rekanan yang lambat dalam mengerjakan suatu proyek,” ungkapnya.

” Mobilisasi peralatan dan material untuk proyek pembangunan harus berjalan dengan baik. Sebab, mobilisasi peralatan dan material ini sangat menentukan cepat atau lambatnya suatu proyek. Kita patut bersyukur sekarang sudah ada tol laut, yang dapat mempercepat mobilisasi peralatan dan barang, dengan biaya yang lebih murah,” pungkas Bahrum Daido di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline