Bahrum Daido : Tender Proyek Terlambat, Anggaran Menumpuk di Akhir Tahun

DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. S., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat
Jakarta. Seputar Nusantara. Berdasarkan hasil kesepakatan antara Pemerintah dengan DPR, belanja negara dalam APBN 2016 ditetapkan sebesar Rp 2.095,7 triliun atau meningkat 5,6 persen dibandingkan dengan APBNP 2015.
Distribusi dari volume belanja negara tersebut 37,4 persen atau sekitar Rp 784,1 triliun di antaranya dialokasikan melalui kementerian dan lembaga dan sebesar 36,7 persen atau sekitar Rp 770,2 triliun ditransfer ke daerah dan dana desa.
Sementara sisanya 25,8 persen atau sekitar Rp 541,4 triliun dialokasikan melalui kementerian keuangan selaku bendahara umum negara.
” DIPA-nya sudah diserahkan segera dimulai. Sehingga penyerapan belanja tidak menumpuk di akhir tahun. Itu harus kita akhiri. Pola-pola lama di birokrasi kita, penyerapan anggaran menumpuknya di November, Desember harus kita stop, akhiri,” tegas Jokowi.
” Januari dimulai, kemudian merata sepanjang tahun. Itu yang kita inginkan dan ini akan saya pantau terus karena setiap hari saya memantau daerah mana yang serapannya masih kecil, daerah mana yang menumpuk uangnya di bank, di BPD, kelihatan semuanya. Jangan dipikir saya tidak bisa memantau. Bisa, sangat bisa,” tutup Jokowi.
Sedangkan menurut DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, bahwa memang untuk anggaran 2015 ini, banyak anggaran yangg menumpuk di akhir tahun karena pelaksanaan tender- tender proyek di beberapa kementerian agak terlambat, seperti di kementerian Perhubungan dan yang lainnya.
” Itu disebabkan karena masalah legal standing dalam syarat pengajuan proyek, itu ditinjau ulang, apakah sesuai atau tidak. Ini disebabkan karena masa peralihan kementerian era Presiden SBY ke Presiden Jokowi,” ungkap Bahrum Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Senin 14 Desember 2015.
Bahrum lebih lanjut menjelaskan, tujuan dari tinjau ulang pada waktu itu, supaya proyek- proyek berjalan dengan baik dan tidak melanggar aturan. Kalau tidak sesuai, maka harus diperbaiki, tetapi kalau sudah sesuai maka bisa lanjut berjalan proyek tersebut, ini yang menyebabkan menyita waktu.
” Ada yang terlambat satu bulan, 2 bulan bahkan sampai 5 bulan. Itu yang menyebabkan anggaran menumpuk di akhir tahun 2015 ini. Padahal sebaiknya di akhir tahun 2015 ini/ closing anggaran, bisa diserap 100% sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” tegas Bahrum Daido, yang juga anggota Komisi V DPR RI ini.
Oleh karena itu, lanjutnya, untuk anggaran tahun 2016 sebaiknya di awal tahun sudah berjalan tender- tender proyek. Kalau di awal tahun sudah berjalan tender proyek, maka pelaksanaan anggaran 2016 akan meluncur dengan mulus.
” Supaya APBN 2016 sebesar Rp 2.095 Triliun bisa terserap dengan baik mulai awal tahun hingga merata sepanjang tahun, maka tender harus dipercepat, legal standing sudah tidak ada masalah. Contoh di kementerian PU dan PR, sudah lebih dari 2.000 tender proyek dilaksanakan. Kita harapkan awal tahun 2016, seluruh kementerian/ lembaga start mengerjakan proyek,” ucap Politisi Partai Demokrat ini.
Jangan sampai, paparnya, kejadian 2015 ini terulang kembali pada APBN 2016. Itu sangat tidak diharapkan oleh semua pihak. Karena, kalau penyerapan anggaran bagus, maka secara otomatis program pembangunan akan berjalan dengan baik. Imbasnya, sudah barang tentu akan sangat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
” Saya berharap agar penyerapan anggaran maksimal, maka pemerintah melakukan pengawasan yang melekat. Kalau pengawasan di lapangan nonstop, maka para rekanan tidak main- main dalam melaksanakan pekerjaannya. Saya mencermati, banyak rekanan yang lambat dalam mengerjakan suatu proyek,” ungkapnya.
” Mobilisasi peralatan dan material untuk proyek pembangunan harus berjalan dengan baik. Sebab, mobilisasi peralatan dan material ini sangat menentukan cepat atau lambatnya suatu proyek. Kita patut bersyukur sekarang sudah ada tol laut, yang dapat mempercepat mobilisasi peralatan dan barang, dengan biaya yang lebih murah,” pungkas Bahrum Daido di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation