logo seputarnusantara.com

Siti Mukaromah : Perempuan Harus Bisa Berkiprah di Semua Lini Pembangunan

Siti Mukaromah : Perempuan Harus Bisa Berkiprah di Semua Lini Pembangunan

Siti Mukaromah, S. Ag., Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)

16 - Des - 2015 | 16:09 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Sebentar lagi pada tanggal 22 Desember 2015 kita memperingati Hari Ibu ke-87. Hakekat Hari Ibu yang diperingati di Indonesia pada 22 Desember jauh lebih dalam.

Peringatan Hari Ibu adalah upaya bangsa Indonesia untuk memberikan penghormatan kepada perjuangan kaum perempuan Indonesia, termasuk dalam memperebutkan Kemerdekaan RI.

Peringatan Hari Ibu untuk selalu mengenang, memberikan penghormatan serta penghargaan kepada perjuangan kaum perempuan Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Menurut Siti Mukaromah, S. Ag., Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), bahwa dalam konteks masa kini, peringatan Hari Ibu bertujuan untuk mengingatkan segenap komponen bangsa, khususnya generasi muda tentang arti dan makna Hari Ibu sebagai bagian sejarah.

Hari Ibu ini, lanjutnya, juga bisa menjadi momentum kebangkitan, penggalangan persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan bangsa Indonesia.

” Untuk itu, melalui peringatan Hari Ibu diharapkan dapat mendorong kemajuan perempuan di Indonesia di masa yang akan datang untuk berkiprah dan terlibat dalam semua lini pembangunan,” ungkap Siti Mukaromah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Rabu 16 Desember 2015.

Menurut Siti Mukaromah, dalam konteks bicara perempuan, kaum perempuan tidak hanya berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Tetapi bagaimana seorang Ibu bisa mengisi kemerdekaan dengan mendidik dan menyiapkan kader- kader bangsa menjadi manusia yang berkualitas dalam rangka mengisi pembangunan nasional.

” Ibu merupakan sekolah pertama dan utama bagi generasi penerus bangsa. Dari kaum Ibu-lah lahir para pemimpin bangsa yang memang telah dididik moral dan ilmunya, itu juga peran seorang Ibu. Ibu mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis untuk menyiapkan para pemimpin negara,” tegas Politisi PKB ini.

Kemudian, lanjutnya, dari peranan kaum Ibu jugalah para negarawan dibentuk, apakah menjadi seorang negarawan yang bermoralitas tinggi atau justru sebaliknya. Jadi, seorang Ibu merupakan gerbang awal untuk menjadi negara ini menjadi baik dan maju, serta menjadi harapan semua rakyat Indonesia.

” Peranan seorang Ibu yang akan menjadikan negara ini menjadi hebat dan bermartabat atau menjadi negara yang hanya penuh dengan panggung sandiwara belaka. Jadi, sekali lagi, peranan seorang Ibu itu sangat penting dan strategis. Kita lihat sisi sejarah para perempuan berjuang mengangkat senjata dan melawan penjajahan, memang betul. Tetapi, bahwa seorang Ibu yang berperan meletakkan pondasi pertama bagi generasi penerus bangsa, itulah yang sangat strategis,” terang Siti Mukaromah.

Jadi, siapapun tidak bisa melupakan jasa dan peranan seorang Ibu. Bahkan, seorang Presiden atau Raja tidak bisa terlepas dari peranan Ibu, karena pintu pertamanya adalah Ibu. Maka dalam Islam ada Hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya : Surga itu berada dibawah telapak kaki Ibu. Ibu punya peran besar dalam membentuk karakter anak.

” Seorang Ibu yang baik, bahkan saat mau melakukan hubungan dengan suaminya, memanjatkan doa kepada Allah SWT. Kemudian saat hamil dan melahirkan juga selalu diiringi dengan doa agar anak- anaknya menjadi anak yang sholih atau Sholihah yang berkualitas,” ucapnya.

Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan Dalam Mengisi Pembangunan Nasional

Agar perempuan dan laki- laki dalam posisi yang sama dalam mengisi pembangunan, terangnya, harus dibangun dulu kesadaran bahwa untuk mengisi pembangunan nasional itu haknya kaum laki- laki dan perempuan. Menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang “Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofuur”, itu adalah kewajiban laki- laki dan perempuan.

” Tidak ada perbedaan antara laki- laki dan perempuan dalam mengisi pembangunan nasional, semua sama- sama punya hak dan kewajiban. Pendidikan bagi kaum laki- laki dan perempuan juga sama, artinya jangan sampai punya anak perempuan dibedakan dengan anak laki- laki dalam hal pendidikan. Kalau memang sama- sama mempunyai peluang dan potensi, perempuan juga harus mengenyam pendidikan yang tinggi,” tegas Siti Mukaromah.

Pendidikan harus didasarkan pada potensi, jangan membedakan antara laki- laki dan perempuan. Kesetaraan sangat penting dalam pembangunan nasional, kalau memang perempuan mampu mengisi jabatan- jabatan tertentu di negeri ini, maka itu merupakan hal yang wajar, jangan diskriminasi gender.

” Kalau perempuan mempunyai potensi dan memang layak, maka perempuan tersebut sudah sewajarnya mempunyai jabatan tertentu di negeri ini. Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa mengisi kemerdekaan, memajukan bangsa dan negara, itu merupakan hak dan kewajiban kaum laki- laki dan perempuan, tanpa memandang perbedaan jenis kelamin, perbedaan suku, agama, bahkan kekayaan. Kaum kaya dan miskin sama- sama punya hak dan kewajiban mengisi kemerdekaan. Mengisi pembangunan nasional itu bisa dari berbagai kalangan, tidak harus di pusat, tetapi di Provinsi, Kabupaten, Kecamatan bahkan di Desa-pun bisa berperan,” tegas Siti Mukaromah.

” Untuk menjadi negarawan, tidak hanya di Pusat, bahkan di lingkungan terkecil RT- pun bisa. Sekecil apapun, perempuan pasti bisa memberikan manfaat kepada lingkungannya, yang penting adalah niatnya. Saya yakin para perempuan bisa memberikan sumbangsih kepada lingkungan, bangsa dan negara. Kiprah perempuan dimana saja, sekecil apapun termasuk didalam keluarga, itu sangat bermakna dalam mengisi pembangunan nasional,” pungkas Siti Mukaromah di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline