logo seputarnusantara.com

Mensos : Ibu Orang Yang Berdoa Dengan Ketulusan dan Mewariskan Ilmu

Mensos : Ibu Orang Yang Berdoa Dengan Ketulusan dan Mewariskan Ilmu

22 - Des - 2015 | 15:50 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Peran ibu bagi seorang anak sungguh luar biasa. Keteladanan dan ketulusan dalam melayani anak-anaknya memang patut untuk dihormati dan diperingati secara spesial seperti hari ini.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pun berkisah mengenai sosok ibu yang membesarkannya.

“Ibu saya orang kampung, orang yang penuh dengan doa dan ketulusan untuk mengantarkan anak-anaknya,” kata Khofifah saat menghadiri Seminar Transformasi Budaya dan Peran Ibu dalam Pembentukan Karakter Generasi Penerus Bangsa di kantor DPP Gerindra, Jl Harsono RM No 54, Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2015).

Mensos Khofifah datang ke kantor DPP Gerindra untuk menjadi pembicara dalam seminar Hari Ibu. Acara seminar ini dihadiri oleh para ibu-ibu anggota Partai Gerindra dan koalisi KMP serta tamu undangan.

Menurut Khofifah, ibunya selalu mengutamakan pendidikan bagi anak-anaknya. Ajaran itulah yang selalu ia kenang.

“Sejak awal Ibu sudah mengatakan, “Nak, Ibu tidak bisa memberikan warisan harta, Ibu mau memberikan warisan ilmu”. Itu yang selalu Ibu sampaikan,” sambung Khofifah.

Pada Hari Ibu pada 22 Desember ini ia tidak memiliki pesan khusus. Ia hanya mengutip pesan Gus Dur yaitu ‘be yourself and do the best’.

“Ibu-ibu Indonesia jadilah diri kita sendiri dan lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan. Langkah kecil yang akan kita lakukan akan memberikan perubahan besar dalam kehidupan umat di negeri ini,” kata Khofifah.

Pada kesempatan ini, Khofifah kemudian mengajak para ibu untuk memperhatikan lingkungan. Khususnya anak-anak di lingkungannya agar bebas dari pemahaman radikal.

“Saya ingin mengajak kembali, para ibu tolong sapa anak kita, tolong sapa lingkungan kita. Ternyata ada yang tidak terpantau mereka tiba-tiba menjadi radikal. Mereka mendapat ikhtiar yang ingin mendekonstruksi negara kesatuan RI,” ujar Khofifah.

Menteri pemberdayaan perempuan di era Gus Dur ini yakin bahwa para perempuan Indonesia memiliki jiwa yang unggul sehingga mampu mereduksi radikalisme di lingkungannya.

“Ini tugas yang tidak berat tapi saya yakin perempuan Indonesia memiliki jiwa yang kompetitif dan keunggulan yang komparatif untuk mereduksi kemungkinan radikalisme yang kebetulan muncul di bulan Desember akhir ancaman itu sering muncul,” katanya.

“Sebagai juru damai ibu sebagai penyemai kasih, damai di keluarga masing-masing. Itu akan menyemai di lingkungan,” tuturnya. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline