logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : Mahalnya Kebutuhan Pokok, Sangat Membebani Masyarakat

Sulaeman Hamzah : Mahalnya Kebutuhan Pokok, Sangat Membebani Masyarakat

H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

12 - Jan - 2016 | 15:05 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Memasuki penghujung tahun 2015 kemarin, harga pangan di pasar tradisional terpantau ?naik.

Peningkatan harga beras, cabai, bawang-bawangan dan sayur mayur mulai dari Rp 500 sampai Rp 5.000 karena tren Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.

Bahkan, untuk harga daging sapi di beberapa wilayah di Indonesia sangat melambung tinggi hingga Rp 120 ribu/ kg.

Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok di akhir tahun 2015 sampe sekarang ini, sebetulnya merupakan hal yang tidak menarik bagi kita. Sebab, kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut sangat membebani masyarakat.

” Ketika kita menghadapi musim kemarau kemarin yang panjang dan ekstrem, kemudian pemerintah memutuskan mengimport beras untuk menetralisir harga. Suasana yang kita hadapi diakhir tahun 2015 sampai sekarang, yaitu kenaikan harga kebutuhan pokok, mengindikasikan kerjasama lintas Kementerian belum berjalan optimal. Satu dengan lainnya belum ada kerjasama yang baik dan terpadu, sehingga saling melempar tanggungjawab,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Senin 11 Januari 2016.

Sulaeman lebih lanjut memaparkan, bahwa memang untuk masalah produksi kebutuhan pokok itu ada di Kementerian Pertanian, tetapi untuk masalah ekspor dan impor kebutuhan pokok itu ada di Kementerian Perdagangan. Seharusnya, kedua Kementerian tersebut secara sinergi melakukan upaya- upaya dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

” Kita lihat masih ada miss disitu. Secara pribadi saya tidak menyalahkan siapa- siapa, tetapi kita membutuhkan kerjasama yang baik antar Kementerian dan Lembaga. Jangan sampai rakyat sudah gagal panen, kemudian terbebani dengan mahalnya kebutuhan pokok sehari- hari. Ini yang perlu diwaspadai oleh pemerintah Presiden Jokowi,” tegas Politisi Partai NasDem ini.

Kemudian dirinya menerangkan, bahwa produksi pertanian dalam target tahun 2015, sudah bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional. Tetapi, ada sedikit kesalahan validasi data, sehingga kelihatannya tidak ada masalah, namun sebenarnya di lapangan ada masalah.

” Kalau dulu kita mencurigai ada permainan antara tengkulak dengan pihak- pihak terkait, namun harus kita lihat lebih teliti lagi bahwa memang ada ketidakharmonisan antar Kementerian dalam melakukan kerjasama. Kalau memang pemerintah harus mengimpor lagi untuk memenuhi kebutuhan nasional, kita oke saja. Tetapi validasi data itu sangat penting agar antara data dan kenyataan di lapangan bisa sesuai,” ucap Sulaeman Hamzah.

Harapan kita, kita jangan sampai kebanjiran impor yang menyebabkan hasil para petani kurang bisa dipasarkan. Kemudian, pasar juga jangan mempermainkan harga yang dapat membebani masyarakat.

” Mengenai masalah El Nino dan cuaca yang ekstrem, itu merupakan fenomena alam yang tidak bisa diprediksi. Perubahan iklim itu terjadi dan manusia tidak bisa menghindari,” ungkapnya.

Terkait Isu Reshuffle Kabinet

” Kami melihat kinerja Kementerian sudah cukup bagus, namun semangat mereka terkadang bisa menjadi kendor gara- gara ada isu, Reshuffle Kabinet misalnya. Isu Reshuffle Kabinet itu tidak perlu digembar- gemborkan. Partai Politik harus sadar dan tahu diri, bahwa Reshuffle Kabinet itu merupakan Hak Prerogatif Presiden,” terang Sulaeman Hamzah.

Partai Politik, lanjutya, tidak perlu mendorong ataupun mendikte Presiden mengenai Reshuffle Kabinet. Sebab, belum tentu Partai Politik tersebut ikut berjuang dalam memenangkan Jokowi dalam pertarungan Pilpres 2014 kemarin.

” Sementara kami Partai NasDem yang dari awal berdarah- darah memperjuangkan Jokowi menjadi Presiden, dikritik dan disalahkan terus, ini apa sebenarnya? Masalah tidak akan selesai hanya oleh permainan elit politik saja. Harus ada kesadaran dari para elit politik, sehingga tidak bermain dengan cara merusak kinerja Kementerian yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, yang berjuang mati- matian saja tidak minta apa- apa. Partai NasDem telah mewakafkan kadernya yang ditunjuk Presiden untuk menjadi Menteri. Siapapun yang diminta oleh Presiden untuk membantu di Kabinet, telah diwakafkan oleh NasDem.

” Kita serahkan kepada Presiden apakah Menteri dari NasDem mau dilanjut atau tidak. Kalau semua elit partai politik berpikir seperti kami, maka tidak akan ada kegaduhan dalam isu Reshuffle Kabinet,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline