Sulaeman Hamzah : Tupoksi Bulog & Badan Ketahanan Pangan Belum Jelas

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Pada tanggal 20 Januari 2016, Komisi IV DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
Agenda yang dibahas mencakup tindak lanjut ikhtisar hasil pemeriksaan semester I BPK RI Tahun 2015, evaluasi pelaksanaan APBN 2015 dan paparan rencana kerja terkait ketahanan pangan.
Terkait pembahasan tersebut, Legislator dari Fraksi Partai NasDem Dapil Papua, H. Sulaeman L. Hamzah kembali menyesalkan belum rapinya koordinasi antara Perum Bulog dengan Kementerian Pertanian.
Lemahnya koordinasi itu, menurutnya, berimbas pada tumpang tindihnya informasi yang beredar di masyarakat, serta kerancuan target antar kedua lembaga. Persoalan itu, menurut Sulaeman terlihat mencolok dalam kasus impor beras yang terjadi pada 2015 silam.
” Disini Menteri Pertanian selalu bicara bahwa belum pernah ada rekomendasi impor beras, tapi ternyata, penjelasan Perum Bulog tadi menjelaskan bahwa itu (impor beras) sudah di putuskan dalam rapat tim ekonomi, bahwa impor diadakan,” tandasnya saat berbincang dengan seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI – Senayan, Jumat 22 Januari 2016.
Kasus itu, menurut Sulaeman, menunjukkan adanya keterputusan informasi di jajaran pengambil kebijakan, sehingga mekanisme koordinasi di antara mereka harus dibenahi.
Dia berharap kelemahan yang terjadi pada periode tahun lalu itu, hendaknya dijadikan sebagai input evaluasi, sehingga kejadian serupa tak terjadi lagi di masa mendatang.
Dia menegaskan, ketika pemerintah menetapkan prioritas stok beras pada produksi dalam negeri, dan hanya akan melakukan impor sebagai cadangan, maka perlu ada kajian dan data komprehensif mengenai stok yang tersedia di dalam negeri. Dengan data yang memadai itu, pemerintah juga akan bisa memperkirakan kuota produk yang akan didapat pada 2016.
Dengan begitu, keputusan untuk melakukan impor ataupun tidak, benar-benar diambil sesuai kebutuhan. Kajian dan pendataan itu juga akan membantu dilakukan penyediaan stok dari dalam negeri, sehingga kebutuhan pangan benar-benar tersedia oleh hasil produk petani domestik.
” Yang pasti, kita berharap semua Kementerian juga sigap untuk berjaga-jaga mengatasi potensi kekurangan stok pangan,” ungkapnya.
Selain itu, Sulaeman juga menyampaikan beberapa catatan penting, salah satunya terkait ketimpangan antara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dengan harga jual petani.
Menurutnya, harga jual dari petani ini harganya lebih tinggi dari HPP yang ditetapkan pemerintah, sehingga hasil produksi petani tak tertampung oleh Bulog.
Di sisi lain, kalau para petani harus menjual hasil panennya sesuai HPP, mereka akan merugi lantaran variabel harganya tak sesuai dengan biaya produksi yang telah mereka keluarkan.
Terkait adanya beberapa rekomendasi BPK yang tidak dapat ditindaklanjuti Bulog, menurut Sulaeman, hal itu terkait dengan perubahan format kelembagaan Bulog. Saat ini, Bulog adalah Perusahaan Umum yang hanya bekerja sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang diamanatkan.
Posisi itu berbeda dengan status kelembagaannya di masa lalu, di mana Bulog memiliki keleluasaan untuk mengambil keputusan ekonomi dan mengambil keuntungan.
” Posisi Bulog saat ini terlampau kaku ya, dia hanya bisa mengikuti Tupoksi saja,” ujarnya.
Sebelumnya, disampaikan oleh Perum Bulog dalam rapat bahwa tindak lanjut pemeriksaan semester I BPK yang menelurkan 390 poin rekomendasi, baru 320 poin yang diselesaikan. Ada pun 70 rekomendasi lain belum terselesaikan, dengan rincian 66 rekomendasi sudah dijalankan tapi belum selesai, dan 4 rekomendasi lain tidak bisa ditindaklanjuti.
Adapun mengenai paparan rencana kerja ketahanan pangan, Sulaeman menganjurkan perlunya sinkronisasi kinerja antara Badan Ketahanan Pangan dan Perum Bulog. Kedua lembaga itu, menurut Sulaeman harus berbagai tugas dan peran, sehingga tidak saling tumpang tindih dan berbenturan satu sama lain.
” Sekarang ini kita tidak bisa bicara soal perluasan wilayah kerja Bulog, sebab kalau itu dilakukan terus Badan Ketahanan Pangan apa kerjanya? Jadi perlu ada kejelasan Tupoksi masing-masing, lalu keduanya disinkronkan,” pungkas legislator Fraksi Partai NasDem ini. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation