Sulaeman Hamzah : Revisi UU No. 21/ 2001 Adalah Kunci Bagi Kemajuan Papua

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Pemerintah dan Badan Legislasi (Baleg) DPR dinilai tidak mempunyai komitmen dan keseriusan dalam menuntaskan persoalan otonomi khusus (otsus) di Papua.
Terbukti, revisi UU Otsus Papua tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2016.
Anggota Fraksi Nasdem DPR RI H. Sulaeman L. Hamzah mengatakan, ini menjadi pil pahit bagi warga Papua yang menginginkan perbaikan dari aspek yuridis. UU Nomor 21 Tahun 2001 dianggapnya sudah tidak relevan lagi dengan dinamika perkembangan sosial dan Pemerintah Papua saat ini.
Salah satu solusinya adalah dengan merevisi UU No. 21/ 2001 untuk memberikan kepastikan hukum dan perlindungan bagi masyarakat Papua.
” UU No. 21/ 2001 tentang Otonomi Khusus untuk Papua, memang UU ini harus segera diadakan Revisi atau bahkan dibuat yang baru. Alasan kuat untuk merevisi atau membuat UU yang baru adalah pertama, UU No. 21/ 2001 itu untuk Papua. Padahal pada kenyataannya sekarang ada Papua Barat dan sebentar lagi ada pemekaran Papua Barat Daya dan seterusnya. Maka UU No. 21/ 2001 sudah tidak relevan lagi untuk dipertahankan,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 16 Februari 2016.
Umur UU No. 21/ 2001, lanjutnya, sudah 15 tahun, praktis harus segera dievaluasi. Alasan kedua, pemerintah terlambat menerbitkan PP (Peraturan Pemerintah), sehingga menghambat pembentukan Perdasi dan Perdasus di daerah Papua. Itu persoalan yang semestinya harus disikapi oleh pemerintah pusat. Ada beberapa hal yang membuat masyarakat Papua menjadi tidak simpati kepada pemerintah Pusat. Karena selama ini pemerintah tidak perhatian terhadap masyarakat Papua.
” Jadi, sesungguhnya kepentingan yang lebih besar untuk melayani 5 juta warga Papua ini adalah masalah perhatian pemerintah kepada Papua. Dana besar yang digelontorkan untuk Papua itu terlambat diimplementasikan karena tidak terbitnya PP yang berimbas kepada Perdasi dan Perdasus. Kondisi Papua 15 tahun pasca Otsus ini, belum ada kemajuan yang cukup berarti. Maka harus dicari sebab- musababnya, tidak bisa dana sudah digelontorkan kemudian kita anggap masalah sudah selesai,” tegas Politisi Partai NasDem ini.
Padahal, lanjut Sulaeman, ada masalah- masalah di Papua yang harus kita perbaiki. Tetapi perintah konstitusi untuk memandu pembangunan di Papua harus segera direvisi, itu sebabnya UU No. 21/ 2001 harus segera direvisi karena sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini di Papua. Tidak ada alasan lagi untuk ditunda, UU No. 21/ 2001 harus segera direvisi demi kemajuan Papua.
“Draf UU Otonomi Khusus Papua sebagai pengganti UU No. 21/ 2001 sudah diajukan sejak lama. Pada masa pemerintahan SBY, nyaris disahkan pada waktu itu. Hanya karena alasan waktu yang terlalu mepet, akhirnya tidak jadi disahkan. Masyarakat Papua berharap supaya 2015 masuk dalam Prolegnas, karena persoalan tadi. Tetapi harapan rakyat Papua agar direvisi tahun 2015 tidak berjalan di DPR. Kemudian di 2016 juga tidak masuk Prolegnas prioritas, ini yang kami sesalkan,” ucap Sulaeman.
Padahal, dalam berbagai kesempatan, Sulaeman Hamzah selalu menyampaikan akan pentingnya revisi UU No. 21/ 2001 tersebut. Sulaeman beberapa kali melakukan interupsi agar revisi UU No. 21/ 2001 segera dilakukan oleh DPR. Karena revisi UU ini sangat penting untuk memayungi 5 Juta rakyat Papua, ini bukan persoalan yang tidak penting. Bahkan persoalan revisi UU No. 21/ 2001 ini lebih penting dari persoalan lainnya.
” Saya semata- mata karena merupakan representasi mayarakat Papua yang suka atau tidak suka, saya harus menyuarakan kepentingan rakyat Papua. Sampai dengan saat ini, revisi UU No. 21/ 2001 tidak masuk dalam Prolegnas 2016. Tetapi, perjuangan belum usai, kita sedang berusaha memasukkan hal ini dalam program berikutnya. Karena Pimpinan Baleg DPR- pun sudah sepakat untuk memasukkan revisi ini untuk segera dilakukan,” terangnya.
Kita berharap, sambungnya, agar rakyat Papua bersabar, karena payung hukum untuk membangun Papua akan segera dibahas di DPR. Sulaeman menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan revisi UU No. 21/ 2001 sampai terwujud. Mengenai masalah dana Otsus Papua yang demikian besar, Sulaeman menanggapinya dengan nada tinggi.
” Bandingkan Papua dengan daerah lain di Indonesia khususnya di Jawa. Diantara provinsi- provinsi di Indonesia ini, tingkat kesulitan tertinggi itu ada di Papua. Maka siapa saja yang datang ke Papua akan melihat dan merasakan sendiri betapa beratnnya kondisi disana. Pejabat yang bicara bahwa dana Otsus besar tetapi implementasi tidak ada, silahkan datang sendiri ke Papua. Sudah banyak yang dibuat oleh pemerintah untuk membangun Papua. Tetapi karena seluruh pembangunan didaerah pedalaman Papua itu angkutannya menggunakan pesawat udara, sehingga harga- harga sangat mahal. Bayangkan, harga semen di pegunungan Papua mencapai Rp 2,5 Juta/ sak, ini sangat menyedihkan sebenarnya,” tegas Anggota DPR dari Dapil Papua ini.
” Alhamdulillah sekarang semenjak pemerintahan Jokowi sudah mulai membangun Papua secara serius. Kita berharap agar pembangunan di Papua dapat berjalan terus- menerus dan pemerintah serius fokus membangun Papua. Kita iri dengan daerah lain di Indonesia, kita iri dengan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia yang kita datangi itu jauh lebih bermartabat dan harga diri masyarakatnya nampak. Tetapi pemerintahan Jokowi sudah mulai serius membangun Papua dan perangkat dibawahnya untuk menyesuaikan demi percepatan pembangunan di Papua,” tegas Sulaeman Hamzah.
” Papua tidak bisa diselesaikan hanya dengan uang saja, tetapi lebih kepada kewenangan. Kewenangan yang diberikan oleh pemerintah melalui UU No. 21/ 2001, itu kewenangannya- pun masih tarik ulur antara pusat dengan daerah. Makanya Draf UU yang baru berjudul ‘UU Pemerintahan Otonomi Khusus di Tanah Papua’, itu seluruh isinya menginginkan agar kewenangan daerah jangan diganggu. Kalau kewenangan pusat memang sudah menjadi hak pusat, yang jadi persoalan adalah kewenangan daerah yang ibarat ular dilepas kepalanya tetapi ditarik ekornya. Sehingga kewenangan Papua tidak penuh, maka kita berharap agar kesungguhan pusat melihat Papua itu agar masa mendatang Papua dapat sejajar dengan provinsi lain di Indonesia,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional