logo seputarnusantara.com

Hj. Linda Megawati : Kemensos dan Kemenag Harus Bina Kelompok LGBT

Hj. Linda Megawati : Kemensos dan Kemenag Harus Bina Kelompok LGBT

Hj. Linda Megawati, SE., M. Si., Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat

18 - Feb - 2016 | 16:05 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Istilah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa ‘komunitas gay.’

Di dalam Universitas Indonesia (UI), ternyata terdapat organisasi atau komunitas bagi kalangan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di kalangan mahasiswa, mahasiswi, dan para dosen.

Organisasi itu tanpa malu-malu lagi mengibarkan nama Support Group and Resource Center On Sexuality Studies (SGRC) UI yang berdiri sejak 17 Mei 2014 lalu.

Organisasi tersebut memfasilitasi para LGBT untuk tempat berkumpul, bersosialisasi, dan curhat. SGRC UI ini organisasi tingkat Kampus. Berdiri sejajar dengan organisasi di Kampus UI lainnya, seperti Mapala UI, dll.

Menurut Hj. Linda Megawati, SE., M. Si., Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, bahwa dirinya sangat menolak ajaran dari kelompok LGBT. Tetapi kelompok LGBT itu juga manusia, mereka sebenarnya tidak menginginkan seperti itu. Mereka tidak mau ditakdirkan seperti itu, laki- laki jadi perempuan atau sebaliknya perempuan jadi laki- laki.

” Sebenarnya itu mungkin bukan kehendak dia, tetapi ternyata ditakdirkan seperti itu ketika lahir di dunia ini. Intinya, kelompok LGBT dan ajarannya ini tidak sesuai dengan ajaran agama Islam dan agama apapun di Indonesia. Juga sangat tidak sesuai dengan budaya timur bangsa Indonesia. Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, oleh karena itu kelompok apapun harus menghormati agama Islam,” ungkap Linda Megawati kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Kamis 18 Februari 2016.

Menurut Linda Megawati, di Indonesia ini ada Kemensos (Kementerian Sosial) dan Kemenag (Kementerian Agama). Seharusnya Kementerian Sosial dan Kementerian Agama melakukan pembinaan kepada kelompok LGBT. Kemensos dan Kemenag harus koordinasi dan melakukan pembinaan secara bersama- sama terhadap kelompok LGBT.

” Sebaiknya kelompok LGBT ini segera bertaubat. Mereka harus tahu dan mampu memposisikan dirinya sendiri, oh saya laki- laki atau oh saya perempuan. Jadi, mereka harus kembali ke kodratnya masing- masing dan melakukan aktifitas seksual yang tidak menyimpang,” terang Politisi Partai Demokrat ini.

Kemensos dan Kemenag harus berperan aktif membina dan menyadarkan kelompok LGBT. Sebaiknya kelompok LGBT jangan dikucilkan, karena mereka juga warga negara Indonesia. Mereka secara agama memang berdosa, tetapi urusan dosa itu adalah urusan manusia dengan Tuhan. Yang penting, mereka dibina untuk bertaubat dan kembali hidup normal, tetapi jangan dikucilkan.

” Perilaku mereka itu berdosa. Oleh karena itu, disinilah peranan Kemensos dan Kemenag untuk menyadarkan mereka agar kembali ke kodratnya masing- masing dan berperilaku normal yang tidak menyimpang. Pemerintah pusat hingga daerah harus berperan aktif untuk mencegah penyebaran ajaran kelompok LGBT,” terang Linda Megawati, Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

” Saran saya, ini jangan dijadikan moment untuk mereka tumbuh kembang di Indonesia yang bisa jadi virus menyebar ke masyarakat. Jadikanlah ini suatu pembelajaran bahwa perilaku LGBT ini adalah perilaku yang menyimpang. Mereka harus sadar diri, taubat dan kembali ke agama untuk berperilaku normal. Penekanan saya, saya tidak mendukung ajaran kelompok LGBT, kalau ada yang mengkampanyekan ajaran LGBT sebaiknya ditindak. Karena LGBT ini tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa Indonesia,” pungkas Linda Megawati di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline