logo seputarnusantara.com

Slamet Junaidi : Rugikan Petani, Permendag Soal Garam Harus Dikaji Lagi

Slamet Junaidi : Rugikan Petani, Permendag Soal Garam Harus Dikaji Lagi

H. Slamet Junaidi, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

25 - Feb - 2016 | 16:05 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pada Rabu (24/02), ratusan petani garam yang tergabung dalam Forum Petani Garam Madura (FPGM) berunjuk rasa di depan gerbang DPR RI.

Mereka menolak Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 125 Tahun 2015 yang mengatur tentang impor garam.

Dalam orasinya, para petani menyatakan bahwa Permendag tersebut telah merugikan mereka.

Isi dari Permendag dipandang terlalu meliberalisasi impor garam. Akibatnya, para petani lokal kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.

Merespon hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem H. Slamet Junaidi yang menerima para petani berjanji akan menyampaikan langsung kepada Menteri Perdagangan saat raker nanti.

Senada dengan para petani, politisi Partai NasDem itu memandang Permen yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Thomas Lembong pada 29 Desember 2015, semestinya lebih baik dari Permendag 58 Tahun 2012.

” Malah ini lebih buruk dan sangat merugikan bagi mereka, para petani garam,” tegas Slamet Junaidi, Politisi Partai NasDem ini.

Permendag ini dinilai tidak punya regulasi yang jelas terutama dalam penentuan HPP garam serta kewajiban pihak importir untuk menyerap garam rakyat minimal 50%. Dalam Permen sebelumnya, hal tersebut malah lebih detail.

” Sebetulnya kita tidak menolak ada impor garam, hanya saja perlu ditegaskan bahwa penggunaan garam impor itu hanya untuk industri, bukan konsumsi. Ingat, hanya untuk industri!” tegas legislator yang juga asal Madura ini.?

Menurut data Kementerian KPP dan Pertanian, produksi garam nasional kita cukup terpenuhi. Oleh karena itu garam konsumsi tidak perlu impor.

Dalam hal impor garam industri pun Slamet mengingatkan, perlu ada pengawasan yang ketat terhadap distribusinya. Jangan sampai terjadi garam impor merambah pasar garam rakyat. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline