logo seputarnusantara.com

Jabat Kepala Sekolah 3 Kali & Berprestasi, Nurdin Umar Terima Penghargaan

Jabat Kepala Sekolah 3 Kali & Berprestasi, Nurdin Umar Terima Penghargaan

Nurdin I. Umar, S.Pd., M.Pd., (kanan) dan isteri (kiri)

3 - Mar - 2016 | 12:15 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Nurdin I. Umar, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 3 kota Palu, Sulawesi Tengah, nampaknya memang patut dijadikan sosok panutan di kalangan pendidik.

Pasalnya, selama 12 tahun, Nurdin dipercaya Dinas P & K kota Palu memimpin tiga SMP dengan sejumlah prestasi.

Di SMP Negeri 3 yang sekarang dipimpinnya, memasuki tahun ketiga, sementara sebelumnya, dia menjadi Kepala SMP Negeri 12 Palu (2004- 2005) dan Kepala SMP Negeri 10 Palu (2005- 2012).

Beberapa prestasi yang tercatat diantaranya, sebagai Kepala Sekolah berprestasi dan berdedikasi Tingkat Nasional (Jakarta, 2009); Kepala Sekolah Berwawasan Lingkungan (Jakarta, 2011); dan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun oleh Presiden Republik Indonesia (2009).

Semua diawalinya dari tahun 1987 menjadi guru di SMA Negeri Tolai (Sulteng), yang saat itu masih terpencil. Bahkan Nurdin bukan saja hanya sebagai guru Matematika setelah lulus Diploma III. Tapi diapun merangkap menjadi guru sejarah, bahkan jadi guru olahraga, karena kekurangan tenaga guru.

Atas pengabdiannya hampir 30 tahun total di pendidikan itu, Nurdin dinilai layak menerima penghargaan ‘Indonesian Award of Education 2016’ dari Lembaga Anugerah Prestasi Insani (Yayasan Anugerah Prestasi Insani), Jakarta. Nurdin menerima penghargaan piala, medali dan sertifikat pigura bertinta warna emas.

Penghargaan diberikan oleh Ketua Dewan Pembina Lembaga Anugerah Prestasi Insani, Prof. DR. H.B Katili, MM., didampingi Chairman lembaga, Danny PH Siagian, SE., MBA., MM., dan Ketua Pelaksana, Moody J. Prang, SE. Acara berlangsung hari Sabtu 27 Februari 2016, di Grand Ballroom, Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

Ada 39 tokoh (beberapa kategori), dari 71 tokoh yang terjaring sebelumnya di tahap pertama. Beberapa tokoh yang terpilih lainnya sepert i: Bupati; Ketua/ Wakil Ketua Parlemen Daerah; Kepala Dinas Daerah; Ketua Kadinda; Ketua KNPI; Pengusaha dan Kepala Sekolah dari berbagai daerah di Nusantara.

Dalam sambutannya, Chairman Lembaga Anugerah Prestasi Insani, Danny PH Siagian, SE., MBA., MM., mengatakan, bahwa secara filosofis, setiap insan berprestasi layak mendapatkan apresiasi.

Beberapa unsur penilaian dikatakan Danny, antara lain : (1). Memiliki dedikasi dan produktivitas tinggi dalam bidangnya; (2). Mampu memberi kontribusi terhadap pembangunan SDM di lingkungan kerja maupun di masyarakat luas, baik dalam hal Iptek, sosial budaya, lingkungan hidup, dan lain-lain; (3). Mengupayakan kreativitas dan inovasi dalam bidang masing-masing; dan (4). Layak menjadi panutan masyarakat.

Sementara itu, Nurdin yang ditanyai usai menerima penghargaan mengatakan, sebelumnya tak pernah menduga ada lembaga independen yang memperhatikan kinerja para guru di daerah.

“ Saya sebelumnya tak pernah menduga, ada lembaga independen yang memperhatikan sekaligus menyeleksi dan memberikan penghargaan atas kinerja para guru di daerah. Saya sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan Lembaga Anugerah Prestasi Insani Jakarta ini,” ujar Nurdin usai menerima penghargaan, di lobby Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Sabtu malam (27/02/2016).

Dikatakan Wakil Sekretaris PGRI DPD Sulawesi Tengah ini, penghargaan yang diterimanya menjadi motivasi baru dalam perjalanan karir selanjutnya.

“ Penghargaan ini tentu menjadi motivasi baru bagi saya ke depan, untuk terus melakukan peningkatan mutu dunia pendidikan, khususnya kota Palu,” bebernya.

Ditanya, tantangan apa yang dianggap cukup sulit semasa kepemimpinannya di tiga sekolah selama ini, Nurdin menceritakan kenangan ketika menjadi Kepala SMP N 10 kota Palu.

“ Ya, kenangan yang sulit dilupakan, ketika saya menjadi Kepala Sekolah di SMP Negeri 10 Palu. Singkatnya, SMP Negeri 10 yang tadinya berlingkungan kumuh, akhirnya kita ciptakan bersama masyarakat sekitar, menjadi lingkungan hijau dan asri. Tentu, mengajak masyarakat sekitar lingkungan sekolah untuk turut berpartisipasi, bukan hal mudah. Sebab sebelumnya, ternak sapi dan kambing masih terbiasa dilepas di lapangan rumput hijau sekolah,” ungkapnya sambil senyum.

Sementara dari segi jumlah siswa ketika dirinya mulai memimpin SMPN 10 tahun 2005, masih sekitar 400-an. Hingga ia tinggalkan tahun 2012, siswanya sudah mencapai 750-an, sekaligus mendapatkan status sekolah Standar Nasional (dengan standar 8 kriteria).

Sedangkan di SMP Negeri 3 Palu, selain beberapa prestasi yang diraih, Nurdin dengan tegas membuat peraturan, melarang para siswanya membawa sepeda motor ke sekolah. Alasannya, siswa SMP belum cukup umur memiliki SIM, dan perlu menghindari risiko kecelakaan.

Kepala Sekolah yang baru menjabat Sekretaris Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) DPD Sulawesi Tengah (2016- 2021) ini juga berharap, masih dapat meningkatkan dedikasinya, termasuk jika ada peluang tanggungjawab yang lebih, di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“ Tentu, jika bangsa dan Negara membutuhkan dedikasi kita untuk peningkatan dunia pendidikan, dimanapun kita ditempatkan, harus selalu siap,” pungkasnya. (Aziz/Dans)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline