logo seputarnusantara.com

Viktor Bungtilu Laiskodat : Budayakan Musyawarah Mufakat Daripada Voting

Viktor Bungtilu Laiskodat : Budayakan Musyawarah Mufakat Daripada Voting

Viktor Bungtilu Laiskodat, SH., M. Kn., Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI

3 - Mar - 2016 | 12:30 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Viktor Bungtilu Laiskodat menyerukan, agar segenap komponen bangsa Indonesia selalu merawat nilai Kebhinekaan dan kesatuan yang terkandung dalam Pancasila.

Dia mengutip teori pembentukan bangsa yang menyebut kesamaan etnis, bahasa dan agama sebagai komponen terkuat yang mempengaruhi berdirinya negara.

Faktanya, Indonesia memiliki keragaman etnis, bahasa dan agama yang sangat kompleks.

“ Yang menopang fondasi kebangsaan kita, adalah kesamaan sejarah. Kesamaan sejarah, kesamaan nasiblah yang membuat bangsa Indonesia bersatu, mengatasi berbagai perbedaan agama, etnis ataupun bahasa demi mencapai cita-cita kemaslahatan bersama,” tegas Viktor Bungtilu Laiskodat, SH., M. Kn., Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI ini.

Dalam hemat Viktor, fondasi kebangsaan itu secara tak langsung memberi dasar demokrasi yang kuat bagi bangsa Indonesia. Kesamaan cita-cita untuk membangun masa depan yang luhur telah ditempatkan di atas sentimen-sentimen sektarian yang sempit.

Olah karena itulah, Pancasila sampai hari ini masih relevan menjadi tempat berpijak bangsa Indonesia di tengah gempuran pengaruh global. Viktor mengajak kita kembali mengingat pengalaman BPUPKI saat merumuskan konstitusi negara kita.

Dalam momen bersejarahnya, para founding father yang terlibat di dalam BPUPKI mengalami berbagai perdebatan sengit dalam menentukan dasar negara kita.

Salah satu perdebatan yang sangat panas, yakni saat menentukan sila pertama dalam Pancasila. Ada kelompok yang menghendaki agar Indonesia berazas Islam, ada juga yang menghendaki azas keberagaman.

Dalam posisi itu, Anggota BPUPKI yang mayoritas beragama Islam bisa saja menang jika memaksakan kehendak, dan ngotot melakukan voting. Tapi mereka tidak melakukannya, karena masing-masing sadar bahwa jika kehendak itu dipaksakan, maka bangunan bangsa Indonesia akan rusak.

Moral obligation mereka para founding fathers menilai, kalau dipaksakan voting bangsa ini akan rusak. Delapan puluh anggota yang beragama muslim, mau bermusyawarah dengan saudara yang lain, demi menyelamatkan bangunan bangsa kita,” tandas Anggota Komisi I DPR RI dari Dapil NTT II ini.

Oleh karenanya, dia mengkritik tradisi pengambilan keputusan saat ini yang gemar menggunakan voting sebagai cara-cara utama, termasuk di kalangan DPR. Menurutnya, voting hanya bisa diambil setelah melalui tahap musyawarah secara mendalam, karena dalam proses musyawarah terdapat semangat kebersamaan dalam mencari solusi terbaik.

Dalam proses itu, menurut Viktor terdapat spirit mencari terobosan, inovasi yang membawa kebaikan bagi segenap komponen bangsa. Dia juga mengingatkan segenap kader Partai NasDem, agar selau terbiasa melakukan diskusi, penggalan masalah sesama kader, sambil terus mengabdi kepada masyarakat.

“ Dengan membiasakan diri berdiskusi, kita akan terus terpacu menggali gagasan, inovasi dan terobosan-terobosan baru yang membawa kemaslahatan bagi seluruh umat. Kalau terbiasa dengan cara-cara pragmatis dan instan, kita akan terjebak dalam kemapanan dan berhenti berkembang,” pungkas Viktor di hadapan segenap kader Partai NasDem DKI Jakarta, Rabu (02/03). (Aziz)

Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan pemikirannya itu dalam diskusi ideologi yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem DKI Jakarta. Seri diskusi itu adalah kegiatan mingguan yang diselenggarakan DPW NasDem DKI guna memperkuat wawasan sekaligus konsolidasi kader. Dalam kesempatan ini, Viktor Bungtilu Laiskodat yang juga menjabat sebagai Ketua Kordinator Wilayah DPW Partai NasDem hadir selaku pembicara, dan dihadiri sertausan kader. Diskusi diselenggarakan pada 19.00 WIB dan ditutup pukul 21.00 WIB.

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline