logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : Tes Urine Anggota DPR Harus Secepatnya dan Mendadak

Sulaeman Hamzah : Tes Urine Anggota DPR Harus Secepatnya dan Mendadak

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

8 - Mar - 2016 | 15:59 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Dugaan anggota DPR RI dari Fraksi PPP Fanny Safriansyah (Ivan Haz) terlibat narkoba menjadi ‘wake up call’ bagi pemberantasan narkoba di kalangan Parlemen.

Wacana tes urine bagi seluruh Anggota DPR RI semakin gencar.

Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI Periode 2014- 2019, dirinya sangat setuju dengan adanya tes urine bagi seluruh Anggota DPR RI. Karena, ini merupakan suatu kewajiban bagi Anggota DPR yang merupakan wakil rakyat.

” Kalau anggota DPR sadar bahwa dirinya masuk menjadi pejabat negara, harus membersihkan dari segala kotoran, maka tes urine bagi anggota DPR ini sebaiknya secepat mungkin untuk dilaksanakan. Karena, kami dari Fraksi NasDem DPR sudah mengawali sejak sebelum dilantik. Jadi, setelah positif menjadi Anggota DPR, sebelum dilantik, kami anggota Fraksi NasDem DPR sudah dites urine,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Senin 7 Maret 2016.

Menurut Sulaeman, sampai kapanpun kita berprinsip bahwa menjadi pejabat publik itu harus bisa memberikan contoh bagi masyarakat umum. Sehingga, kalau sekarang ada wacana tes urine bangi anggota DPR, dirinya secara pribadi sangat setuju dan sebaiknya secepatnya dilakukan.

” Kalau tes urine bagi anggota DPR ini secepatnya, lebih cepat lebih bagus. Karena, kita tidak mungkin mau membersihkan narkoba dari masyarakat, kalau kita sendiri masih kotor dan terlibat narkoba. Semestinya kita anggota DPR yang duluan bersih dari narkoba, baru kemudian masyarakat umum,” tegas Politisi Partai NasDem ini.

Dirinya memaparkan, bahwa sebaiknya tes urine bagi anggota DPR ini bersifat mendadak tanpa pemberitahuan. Ini untuk mengetahui anggota DPR tersebut sebagai pengguna narkoba atau tidak. Dengan pelaksanaan tes urine, bagi anggota Fraksi NasDem sudah tidak kaget lagi, karena pernah dilakukan sebelum dilantik.

” Tetapi, bagi anggota Fraksi lain di DPR, bisa mengejutkan, karena siapa tahu ada anggota sebagai pengguna atau pengedar narkoba. Maka secepatnya tes urine dilakukan dan harus mendadak, jangan ada pemberitahuan sebelumnya. Ini sangat bagus menurut saya,” terang Anggota DPR dari Dapil Papua ini.

Mengenai pemberantasan narkoba di Indonesia, menurut Sulaeman, secara umum kita melihat bahwa semakin dilarang justru semakin parah di masyarakat luas. Lebih- lebih, pemberitaan menyatakan bahwa sarangnya narkoba justru di LP (lembaga pemasyarakatan, red.). Jadi, seberapa jauh fungsi pengawasan di LP ini untuk mengontrol peredaran narkoba. Artinya, pengawasan di LP masih sangat lemah.

” Semua pejabat dan masyarakat umum harus bahu membahu dan saling membantu agar Indonesia bersih dari narkoba. Tidak bagus kalau negara yang besar ini mendapatkan predikat sebagai pengguna, pengedar dan bahkan produsen narkoba. Dimana wibawa negara kita?” tanya Sulaeman.

Menurutnya, sistem dalam pemberantasan narkoba belum bagus dan belum akurat, sehingga peredaran narkoba masih sangat gencar di Indonesia. Kita lihat dimana- mana masih ada peredaran narkoba. Di LP marak narkoba dan di masyarakat juga merajalela, karena bisnis narkoba merupakan bisnis yang menggiurkan.

” Tetapi, pengguna narkoba ini bukan petani atau nelayan. Tapi rata- rata orang berduit yang menjadi pengguna dan menjalankan bisnis narkoba. Ini sangat butuh kesadaran masyarakat untuk terhindar dari narkoba, karena sangat merugikan dan membahayakan,” ucap Sulaeman.

” Agar Indonesia bersih dari narkoba, maka sistem harus diperbaiki. Masyarakat juga harus sadar akan bahaya narkoba, karena narkoba bisa merusak generasi bangsa. Kemudian, pintu- pintu masuk ke Indonesia juga harus diperketat, agar tidak mudah narkoba masuk ke wilayah Indonesia. Pengamanan pintu- pintu masuk ke Indonesia harus diperketat dan diperkuat,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline