logo seputarnusantara.com

Imam Suroso : Era MEA, Tenaga Kerja Indonesia Harus Terampil dan Berkualitas

Imam Suroso : Era MEA, Tenaga Kerja Indonesia Harus Terampil dan Berkualitas

Drs. H. Imam Suroso, MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

10 - Mar - 2016 | 16:18 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pasar tenaga kerja menjadi sektor paling mengkhawatirkan menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Banyak pihak yang meyakini tenaga kerja asing, utamanya dari Malaysia dan Singapura akan menyerbu Indonesia.

” Banyak dari para tenaga kerja asing itu, utamanya Malaysia yang lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia. Karena persaingan lebih terbuka tentu tidak bisa ditolak. Diperkirakan mereka bahkan akan menempati jabatan manajerial ke atas. Jadi satu-satunya jalan ialah meningkatkan daya saing kita,” ungkap Drs. H. Imam Suroso, MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Kamis 10 Maret 2016.

Peningkatan daya saing dikatakan oleh Imam Suroso harus dilakukan sektor usaha. Sebab sektor usaha akan mengalami persaingan yang sangat ketat sejak diberlakukannya MEA.

Mengenai upaya pemerintah untuk membantu pelaku usaha, Imam Suroso menyarankan agar adanya fasilitasi yang disediakan pemerintah bagi pelaku usaha. Dia berharap pemerintah memberlakukan prioritas berdasarkan produktivitas, efisien dan potensi daya saing.

” Pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan, harus lebih meningkatkan kualitas dan mutu tenaga kerja Indonesia. BLK (Balai Latihan Kerja) juga harus diberdayakan secara maksimal. Sebab, kalau tenaga kerja kita tidak terampil, ya luar negeri tidak mau menyerap tenaga kerja Indonesia,” tegas Imam Suroso, Politisi PDI Perjuangan ini.

MEA, lanjutnya, sudah barang tentu merekrut tenaga kerja yang terampil dan berkualitas demi memajukan perusahaannya. Kalau asal- asalan tenaga kerja kita, tentu akan kalah bersaing dengan tenaga kerja asing.

” Justru tenaga kerja asal Malaysia, Singapura dan Thailand, yang terampil dan berkualitas itu akan menguasai sektor usaha kita. Dunia usaha di Indonesiapun akan mengambil tenaga kerja yang terampil dan berkualitas. Dunia usaha dalam negeri akan lebih memprioritaskan tenaga kerja terampil walaupun itu dari Malaysia, Singapura atau Thailand,” terangnya.

Pemerintah, tegasnya, harus proaktif dan menganggarkan untuk meningkatkan skill tenaga kerja Indonesia. DPR RI juga harus proaktif untuk mengawal dan mengawasi produktifitas tenaga kerja Indonesia.

” Untuk memenangkan MEA, tenaga kerja kita harus terampil dan berkualitas, agar kita tidak terlindas oleh MEA. BLK harus diberdayakan, swasta juga harus dilibatkan, kemudian pemerintah harus mensupport anggaran,” ucap Imam Suroso, Politisi PDI Perjuangan asal Pati- Jawa Tengah ini.

Era MEA sekarang ini, ungkapnya, kalau pemerintah masih begini- begini saja, kita bisa terlindas. Kita sekarang sudah banyak pengangguran dan perusahaan banyak yang tutup, ini sangat membahayakan Indonesia.

” Pemerintah harus menyiapkan tenaga kerja di era MEA ini. Bisa juga kerjasama dengan kampus- kampus dan SMK untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja kita. Kalau kita tidak siapkan ini semua, ini bisa membahayakan bagi tenaga kerja kita dalam persaingan di MEA,” pungkas Imam Suroso di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline