logo seputarnusantara.com

Taufiqulhadi : Tidak Ada Lembaga Yang Lebih Penting Daripada BNN, Sekarang

Taufiqulhadi : Tidak Ada Lembaga Yang Lebih Penting Daripada BNN, Sekarang

Drs. T. Taufiqulhadi, M. Si., Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

15 - Mar - 2016 | 15:37 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Tertangkapnya Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi (Ovi) saat melakukan pesta narkoba di rumah pribadinya di Sumatera Selatan pada Minggu (13/3) mengundang banyak keprihatinan.

Sebagai kepada daerah, Ovi yang mestinya memberikan keteladanan kepada warganya malah melakukan tindakan yang sangat tercela.

Kasus Ovi ini menambah daftar pada perilaku tercela dari para pejabat negara. Sebelumnya, dua hakim di Sumatera Utara dan Sumatera Barat ditangkap dan dipecat karena kasus narkoba.

Berikutnya, anggota DPRD di NTT dan Pasuruan, Jatim, serta anggota DPR Ivan Haz ditangkap karena penggunaan barang haram ini.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Drs. T. Taufiqulhadi, M. Si., menyatakan bahwa tidak ada lembaga yang paling penting saat ini daripada Badan Narkotika Nasional (BNN). Sejumlah kasus di atas, menurutnya, menunjukkan keadaan darurat bahaya narkoba.

” Saat ini Indonesia dalam menghadapi persoalan narkoba, telah siaga I,” katanya.

Oleh karena itu langkah pemerintah yang akan menaikkan status BNN menjadi setingkat Menteri sangat didukung. Menurut Taufiq perubahan tersebut akan membuat lembaga pimpinan Komjen Budi Waseso tersebut menjadi lebih efektif.

” Fraksi NasDem sangat mendukung hal tersebut. BNN mau diposisikan setingkat apapun, kalau badan ini mampu dan bertujuan untuk memberantas narkoba, kita pasti akan dukung sepenuhnya,” ungkapnya.

Taufiq beralasan, peredaran narkoba saat ini sudah cukup mengkhawatirkan.

” Bayangkan, narkoba itu sekarang telah masuk ke rumah- rumah di pelosok Aceh hingga Papua. Ini perlu menjadi perhatian dan kekhawatiran bagi kita semua,” imbuhnya.

Dengan adanya perubahan status BNN diharapkan adanya perencanaan serta keseriusan yang jelas untuk memberantas peredaran narkoba. Indonesia, dengan letak geografis yang strategis serta persilangan dua benua telah menjadi sasaran dan tujuan bagi jaringan narkoba internasional.

” Oleh karena itu, sangat diperlukan sebuah lembaga anti narkotika yang kuat dan efektif,” kata Taufiq.

Sebelumnya, dalam rapat bersama para Menteri beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia harus memulai peperangan melawan narkoba. Oleh karena itu, ada keinginan dari pemerintah untuk meningkatkan status BNN setingkat Kementerian.

Saat ini, proses peningkatan status BNN setara Kementerian telah disampaikan oleh Menko Polhukam ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selanjutnya, proses dilanjutkan ke Kemenkumham, Sekretariat Kabinet, dan akhirnya disampaikan serta diputuskan oleh Presiden Jokowi. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline