Prananda Paloh : Indonesia-Filipina Perlu Bangun Kerja Sama Penanganan Teroris

Prananda Surya Paloh, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Prananda Surya Paloh mendukung sikap pemerintah yang enggan menyediakan tebusan untuk membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf.
Dalam hematnya, negara adalah simpul kedaulatan dan kemaslahatan umat, oleh karenanya tak boleh menuruti keinginan teroris yang ingin memeras.
Menyangkut keselamatan para sandera, menurut Prananda banyak langkah diplomasi dan negosiasi bisa ditempuh tanpa harus menyerah pada tuntutan Abu Sayyaf.
“ Termasuk soal pelibatan Umar Patek dalam negosiasi pembebasan sandera, itu bisa dipertimbangkan. Soal remisi masa hukuman dari 20 tahun menjadi 10 tahun, itu tak masalah, mengingat Umar Patek sejauh ini sudah memperlihatkan sikap deradikalisasi,” urai Nanda.
Selain itu, keterlibatan Umar Patek dalam menyelamatkan 10 nyawa WNI yang disandera Abu Sayyaf juga layak diapresiasi. Itu merupakan bentuk konkrit pertaubatan dari kutub ekstrim radikal, di samping berbagai sikapnya di penjara yang sudah mengapresiasi semangat kebangsaan. Jika memang Umar Patek dilibatkan dalam negosiasi, Nanda yakin Departemen Luar Negeri dan berbagai pihak terkait sudah mempertimbangkan masak-masak.
Terkait perkembangan lapangan yang belum menentu, Nanda mengimbau semua pihak tak bermain spekulasi, dan terus menjaga suasana moril yang kondusif. Kekhawatiran berbagai pihak, utamanya keluarga, menurutnya sangatlah manusiawi dan bisa dipahami. Namun, atmosfer yang positif saat ini sangatlah penting guna mendukung ikhtiar pemerintah.
“ Hope for the best, prepare for the worst. Kita harus tetap menjaga dukungan moril kepada pemerintah, sembari mempersiapkan segala kemungkinan. Pemerintah saya yakin juga telah menyusun berbagai skenario yang bisa ditempuh,” ungkap Legislator Fraksi Partai NasDem dari Dapil Sumatera Utara I ini.
Diketahui, operasi penyergapan oleh militer Filipina sendiri, Sabtu (09/04/2016) kemarin disertai kontak senjata dengan kelompok Abu Sayyaf. Dalam adu senjata itu, aparat Filipina yang tengah melancarkan penyergapan dihadang kelompok Abu Sayyaf, yang diuntungkan posisi ketinggian. Akibatnya, 18 prajurit Filipina tewas dan 53 lainnya luka-luka, sementara di pihak Abu Sayyaf ada 5 gerilyawan tewas dan 20 lainnya luka-luka.
Sampai berita ini ditulis, nasib sandera yang terdiri dari 10 WNI dan sekitar 8 warga negara lain belum bisa dipastikan, selain satu sandera Italia yang sudah dibebaskan Jumat lalu. TNI dan Polri sendiri bersikap pro aktif, meski tak terlibat langsung dalam operasi penyergapan.
Hal itu lantaran konstitusi Filipina tak memungkinkan intervensi pasukan asing, tanpa perjanjian khusus. Padahal, TNI dan Polri sebenarnya memiliki sederet keberhasilan dalam pembebasan sandera dan penanganan teroris. Oleh karenanya, Nanda berharap ke depan Indonesia dan Filipina bisa merealisasikan kerja sama pertahanan dan keamanan, khususnya terkait penanganan terorisme.
“ Ke depan, kita harus bangun platform kerjasama keamanan. Bukan berarti membangun pakta pertahanan, tapi kerja sama berbasis keamanan bersama,” tandas Prananda.
Dalam hematnya, gagasan kerja sama itu sangat layak dipertimbangkan, mengingat Indonesia dan Filipina memiliki titik singgung kepentingan dalam menangani terorisme. Kelompok Abu Sayyaf sendiri misalnya, memiliki hubungan dengan kelompok teroris Santoso yang saat ini tengah diisolir oleh Operasi Tinombala di wilayah pegununghan Poso, Sulawesi Tengah.
Upaya-upaya penangangan terorisme itu, menurut Nanda akan lebih efektif jika melibatkan kerjasama lintas negara. Apalagi, selain berhubungan dengan kelompok radikal Filipina, beberapa anggota Santoso juga diidentifikasi sebagai orang Uighur, etnis provinsi Xinjiang yang ingin memisahkan diri dari China sambil memanfaatkan identitas Islam. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation