logo seputarnusantara.com

Bahrum Daido : Kemenhub dan PUPR Harus Siapkan Arus Mudik Lebaran

Bahrum Daido : Kemenhub dan PUPR Harus Siapkan Arus Mudik Lebaran

8 - Jun - 2016 | 14:45 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak dini mengantisipasi lonjakan penumpang dalam arus mudik Lebaran 2016.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan pengecekan angkutan mudik Lebaran tahun ini.

” Sejak minggu lalu kita melakukan pengecekan angkutan umum dalam rangka operasi lebaran. Mulai akhir pekan lalu, sampai tanggal 24 Juni 2016,” ucap Menhub Jonan di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/6/2016).

Jonan mengatakan pengecekan kesiapan angkutan lebaran itu dilakukan secara menyeluruh, sementara pada tahun lalu hanya sampling.

Jonan mengharapkan dengan pemeriksaan seluruh angkutan Lebaran 2016, maka tidak ada lagi kecelakaan yang marak terjadi seperti Lebaran sebelumnya. Pemeriksaan melibatkan Dishub- Dishub daerah.

Sedangkan menurut DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, bahwa pemerintah sudah menyiapkan dan mengantisipasi arus mudik Lebaran 2016 yaitu H-5 hingga H+3 agar dapat berjalan dengan aman, nyaman dan lancar.

” Target Kementerian Perhubungan untuk arus mudik Lebaran 2016 ini adalah zero accident (kecelakaan nol, red.) merupakan target yang sangat bagus. Kita Komisi V DPR RI mendukung langkah- langkah pemerintah dalam rangka arus mudik Lebaran 2016 ini,” ungkap Bahrum Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Rabu 8 Juni 2016.

Bahrum memaparkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan 5 tol besar di Pulau Jawa untuk arus mudik Lebaran. Menurut pemerintah, 5 tol besar tersebut sudah siap digunakan untuk arus mudik Lebaran.

” Tinggal kemudian pengaturan moda transportasi, baik darat, laut maupun udara. Ini harus betu- betul dipersiapkan dengan baik dan maksimal agar tradisi mudik Lebaran ini berjalan dengan aman, nyaman dan lancar. Kementerian Perhubungan harus menyiapkan moda transportasinya, sedangkan masalah infrastruktur disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” tegas Bahrum, Politisi Partai Demokrat ini.

Jalan- jalan yang rawan kerusakan, lanjutnya, harus diantisipasi oleh Kementerian PUPR. Misalnya, jalan yang mudah amblas atau rusak karena overload kendaraan saat mudik Lebaran, ini harus diantisipasi dan disiapkan sarana dan prasarananya.

” Kementerian Perhubungan juga harus membenahi moda transportasi. Kami Komisi V akan mengawasi arus mudik Lebaran tahun ini. Jika ada hal- hal yang tidak sesuai dengan aturan dan prosedur, maka kami akan tegur Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR, supaya arus mudik Lebaran berjalan dengan baik,” tegasnya.

Jadi, terangnya, saat arus mudik Lebaran, sebaiknya truk selain pengangkut sembako, dihentikan dahulu H-5 hingga H+3. Yang diperbolehkan melintas saat H-5 sampai H+3 hanyalah truk pengangkut sembako (sembilan bahan pokok) masyarakat, karena itu sangat penting dan tetap dibutuhkan masyarakat saat Lebaran.

” Mengenai kelaikan kendaraan angkutan Lebaran, sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan bahwa kendaraan yang tidak laik jalan tidak boleh beroperasi, saya sangat mendukung kebijakan itu. Sebab, kelaikan kendaraan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa ditawar- tawar, karena menyangkut nyawa manusia,” tegas Bahrum Daido.

Komisi V DPR, lanjutnya, juga akan mengecek langsung dilapangan mengenai kelaikan kendaraan mudik Lebaran. Kalau memang ditemukan ada kendaraan yang tidak laik jalan tapi tetap beroperasi, maka Komisi V DPR tidak segan- segan menegur langsung di lapangan dan akan menegur Menteri Perhubungan.

” Komitmen dan statemen Menteri Perhubungan mengenai kesiapan mudik Lebaran, akan kami pegang dan akan kami awasi selaku Wakil Rakyat. Apakah betul- betul diimplementasikan di lapangan atau tidak komitmen Menteri Perhubungan tersebut,” tambahnya.

” Harapan saya, masyarakat jangan mudik Lebaran dengan menggunakan sepeda motor, karena resiko kecelakaannya sangat besar. Sebaiknya sepeda motornya dinaikkan ke kereta api yang sudah digratiskan oleh pemerintah. Hindari mudik Lebaran dengan sepeda motor, karena resiko kecelakaannya tinggi. Kita berharap, arus mudik Lebaran tahun ini bisa zero accident,” pungkas Bahrum Daido di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline