Sulaeman Hamzah Sosialisasi 4 Pilar dan RDP di Pegunungan Bintang- Papua

H. Sulaeman L. Hamzah (batik coklat), Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem saat Sosialisasi 4 Pilar dan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang- Papua
Papua. Seputar Nusantara. Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem H. Sulaeman L. Hamzah, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara serta RDP (Rapat Dengar Pendapat) bekerjasama 277 Kepala Distrik/ Camat se Kabupaten Bintang- Papua.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2016, dengan Nara Sumbernya adalah H. Sulaeman L. Hamzah dan DR. Atang Irawan (Tenaga Ahli Partai NasDem).
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dan RDP tersebut diikuti oleh 500 orang.
Dua kegiatan sekaligus dalam sehari yakni Sosialisasi 4 Pilar dan RDP ini diikuti oleh 277 Kepala Kampung se- Kabupaten Pegunungan Bintang, 34 Kepala Distrik (Camat), para tokoh adat, dan para tokoh masyarakat.
Lokasi kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Serbaguna Kabupaten Pegunungan Bintang- Papua.
Dalam paparannya, Sulaeman menjelaskan bahwa MPR terdiri atas Anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. MPR merupakan Lembaga Permusyawaratan Rakyat yang berkedudukan sebagai Lembaga Negara.
Berdasarkan ketentuan Pasal 5 Undang-undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), MPR mempunyai tugas : memasyarakatkan ketetapan MPR; Memasyarakatkan Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika ; Mengkaji sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 2015, serta pelaksanaannya ; dan Menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Menurut Sulaeman, kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara mempunyai tujuan diantaranya; untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR, serta untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi ceramah, Sulaeman Hamzah memaparkan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara harus berlandaskan Pancasila. Sebab, Pancasila merupakan dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, lanjut Sulaeman, masyarakat harus mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari- hari. Kalau Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari- hari, maka toleransi antar umat beragama akan terwujud ditengah- tengah masyarakat Indonesia.
” Kegiatan yang saya laksanakan kemarin Senin 6 Juni 2016 merupakan Paket dari MPR yaitu kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan RDP (Rapat Dengar Pendapat). Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan, dalam sehari itu diadakan 2 sekaligus kegiatan yakni Sosialisasi 4 Pilar dan RDP,” ungkap Sulaeman Hamzah.
Memang, kegiatan Sosialisasi itu ada 4 Pilar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Namun, kita lebih fokus ke Pancasila untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kita di pedalaman.
” Mengenai materi, kita juga bahas masalah situasi lokal di Papua yang tentunya supaya mengurangi pemahaman- pemahaman yang tidak sesuai dengan Pancasila, ini yang mengenai Pancasila,” terang Sulaeman Hamzah.
Sedangkan mengenai RDP, waktunya cukup panjang, karena hampir semua peserta, baik itu Kepala Kampung, Camat, tokoh adat maupun tokoh masyarakat, semuanya memberikan respon yang cukup baik.
” Kebanyakan dari mereka menyampaikan mengenai persoalan pembangunan di Papua dan juga mengenai ketimpangan antara wilayah pegunungan dengan wilayah bawah atau pesisir. Mereka juga mengungkapkan bahwa 50 tahun berintegrasi dengan Indonesia, mereka merasa belum ada manfaat yang mereka dapatkan,” imbuh Politisi Partai NasDem Dapil Papua ini.
Mereka juga menyampaikan keluhannya mengenai Otonomi Khusus Papua yang sudah berjalan 15 tahun. Sudah 15 tahun Otsus bergulir di Papua, tetapi belum berarti apa- apa bagi mereka. RDP ini lebih banyak dialog, curhat, dan keluhan rakyat Papua.
” Selain itu juga disampaikan kepada kami mengenai pembangunan infrastruktur yang perlu ditingkatkan lagi, kemudian pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang masih minim di Papua. Pembangunan sarana kesehatan di Papua harus sesegera mungkin dilaksanakan, agar angka kematian di Papua bisa ditekan,” ucap Sulaeman Hamzah.
Selain itu, tegasnya, masyarakat juga mengeluhkan tentang ekonomi yang lesu. Memang, kegiatan ekonomi masyarakat saat ini sudah berjalan, namun belum tersentuh dengan baik oleh pemerintah. Masyarakat belum merasakan kehadiran pemerintah disana terkait kehidupan ekomomi.
” Tetapi, setelah kami lakukan dialog dengan mereka, ternyata mereka mempunyai harapan yang besar agar pemerintah membantu pengadaan alat- alat pertanian dan perikanan. Karena mereka kebanyakan petani dan nelayan. Mereka juga berharap bantuan pemerintah pusat lebih besar lagi, karena PAD (pendapatan asli daerah) masih sangat kecil,” ucap Sulaeman.
Mereka berharap ada bantuan pusat melalui Anggota Dewan, agar bisa mengolah pertanian dan laut di Papua. Dengan dapat mengolah hasil pertanian dsn perikanan, maka mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Karena untuk makanan kebutuhan sehari- hari di Papua, masih banyak pasokan dari luar Papua. Hanya umbi- umbian dan ikan yang bisa diperoleh di Papua.
” Sedangkan terkait dengan produk lokal seperti umbi- umbian dll, dibutuhkan pendamping, karena selama ini rata- rata tiap Kecamatan disana mengeluh tidak adanya PPL (Petugas Penyuluh Lapangan). Masyarakat disana juga mengeluh mengenai keterbatasan infrastruktur, sehingga kesulitan mengangkut produk lokalnya ke pasar, sehingga lebih banyak untuk konsumsi sendiri,” terangnya.
Masyarakat Papua berharap kepada pemerintah untuk fokus membangun infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga dapat mendukung perekonomian disana. Oleh karena itu, pemerintah harus sungguh- sungguh menangani permasalahan masyarakat Papua, khususnya wilayah pegunungan, karena mereka juga merupakan rakyat Indonesia yang belum tersentuh oleh pembangunan.
” Seluruh aspek disana, mulai dari perumahan, sarana kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan, perekonomian dll, ini harus segera diselesaikan oleh Pemerintah, negara harus hadir disana. Karena masyarakat disana sangat membutuhkan kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua,” tegas Sulaeman Hamzah, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini.
Satu hal menurut Sulaeman setelah Bupati Baru di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah program dan terobosan baru sang Bupati, yaitu sebanyak 277 Kepala Kampung diberikan pendidikan dan latihan selama 10 hari dan diwajibkan untuk berpuasa selama pendidikan tersebut.
” Menurut saya, ini merupakan hal baru dan merupakan terobosan yang sangat bagus oleh Bupati yang baru. Program pendidikan mental seperti puasa ini diawali oleh Bupati, Muspida, Camat dan para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), kemudian baru ke Kepala Kampung,” terangnya.
Kegiatan tersebut selanjutnya diperuntukkan bagi para pejabat Eselon II dan III, akan dididik dan digodok mentalnya melalui pelatihan 10 hari.
” Untuk para Kepala Kampung, manfaat yang bisa langsung digunakan adalah penggunaan Dana Desa. Dana Desa dan Dana Otsus yang turun ke Kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang- Papua, akan bisa digunakan secara lebih baik. Karena sebelumnya, Dana Desa dan Dana Otsus penggunaannya diluar kontrol, secara administrasi tidak bisa dipertanggungjawabkan dan secara fisik juga terkesan asal jadi saja. Maka dengan sudah dididik dan melalui pelatihan, mereka dapat memanfaatkan Dana secara maksimal dan bermanfaat,” tegas Sulaeman Hamzah.
” Saya berharap agar daerah- daerah lain di Papua, dapat mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Pegunungan Bintang. Sehingga masyarakat seluruh Papua dapat merasakan pembangunan dan lambat laun mengalami kemajuan dan kesejahteraan,” pungkas Sulaeman Hamzah. (Aziz).
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation