logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : Pemerintah Harus Putus Rantai Distribusi Komoditas

Sulaeman Hamzah : Pemerintah Harus Putus Rantai Distribusi Komoditas

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

14 - Jun - 2016 | 14:39 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Sudah menjadi hal lumrah menjelang hari besar Keagamaan khususnya Hari Raya Idul Fitri, persoalan fluktuasi harga pangan selalu menghampiri Indonesia.

Berbagai komoditas seperti beras, bawang merah, daging sapi dan ayam selalu melambung harganya.

Kenaikan harga komoditas pangan menjelang Lebaran sudah menjadi tren tahunan.

Pada kondisi tahun ini, diprediksi harga beras juga tetap naik kendati panen raya tengah berlangsung pada bulan Maret hingga Mei 2016.

Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa memang secara umum menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga- harga komoditas seperti beras, bawang merah, daging sapi, cabai dan ayam mengalami kenaikan.

” Seharusnya pemerintah bisa mengatasi masalah ini. Karena masyarakat sedang mengalami kesulitan dengan naiknya harga- harga komoditas pangan tersebut. Masyarakat umum, baik di kota maupun didaerah- daerah, mengalami hal yang sama merasakan kenaikan harga komoditas pangan menjelang Lebaran,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 14 Juni 2016.

Menurut Sulaeman, memang isu tentang daging sapi ini sangat menarik perhatian masyarakat dan pemerintah. Saat ini pemerintah juga sedang giat- giatnya mengatasi persoalan kenaikan harga daging sapi yang terlalu tinggi.

” Dengan kenaikan harga daging sapi yang tinggi ini, tentu yang menjerit adalah konsumen. Rata- rata secara keseluruhan, penanganan persoalan daging ini belum maksimal hasilnya, karena rantai distribusinya masih terlalu panjang dan belum ada arahan yang maksimal dari pemerintah,” tegas Politisi Partai NasDem dapil Papua ini.

Kemudian, lanjutnya, prosedur yang selama ini terjadi mengenai daging ini masih didekte oleh pedagang. Seharusnya pemerintah lebih proaktif dan melakukan intervensi terhadap persoalan daging yang tak kunjung selesai ini.

” Persoalan daging ini, pemerintah harus aktif dan melakukan intervensi. Kemudian, rantai distribusi daging ini juga harus diputus, sehingga tidak terlalu panjang yang menyebabkan harga daging menjadi mahal,” ucap Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI ini.

Sulaeman menegaskan, setidak- tidaknya rantai distribusi daging ini bisa diperpendek, sehingga beban biayanya tidak terlalu besar. Karena kalau rantai distribusi panjang, maka beban biayanya akan besar yang berdampak pada harga daging itu sendiri menjadi mahal.

” Ini secara keseluruhan, bukan hanya daging sapi saja, tetapi juga daging kambing dan daging ayam. Karena rantai distribusinya masih panjang, sehingga menimbulkan beban biaya tinggi,” ungkapnya.

Mengenai komoditas lainnya, menurut Sulaeman, hampir sama mengalami kenaikan jelang Lebaran. Ada daerah yang berlimpah komoditas, tetapi justru ada daerah yang kekurangan komoditas. Pasokan untuk daerah- daerah kota, itu harus diantisipasi oleh Kementerian terkait, sehingga harganya tidak terlalu tinggi.

” Jangan sampai masyarakat mengeluhkan harga komoditas tinggi jelang Lebaran. Ini semacam penyakit rutin dan kambuh setiap tahunnya. Harga- harga komoditas ini kan sebenarnya ada daerah yang terlalu surplus dan menumpuk disitu. Seperti contoh bawang merah menumpuk di Brebes- Jawa Tengah, disana harganya murah, tetapi di Jakarta sangat mahal, ini yang harus diatur distribusinya oleh pemerintah,” tegas Sulaeman.

Menurut Sulaeman, di daerah penghasil komoditas, harga murah dan stok melimpah. Tetapi di daerah non- penghasil komoditas, harga mahal dan stok kekurangan. Itu yang harus diatur oleh pemerintah, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi didaerah- daerah tertentu.

” Intinya sebenarnya komunikasi dan koordinasi antar Kementerian terkait. Sehingga bisa menyelesaikan seluruh persoalan mengenai harga komoditas ini. Tidak hanya memikirkan di kota saja, Kementerian terkait juga harus memikirkan bagaimana komoditas tersedia dan murah di daerah- daerah,” ucapnya.

Sulaeman memaparkan, jangan sampai kekurangan komoditas dan mahalnya harga ini dianggap biasa oleh pemerintah, karena sangat berdampak pada masyarakat.

” Persoalan daging sapi ini memang sepertinya tidak bisa tergantikan, dari tahun ke tahun menjadi topik utama. Sehingga kita tidak bisa mengalihkan kebutuhan daging sapi ini ke ayam misalnya, tidak menarik bagi masyarakat. Sehingga suka atau tidak suka, pemerintah harus mengambil langkah- langkah untuk mengatasi masalah daging sapi ini,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline