Sulaeman Hamzah : Pemerintah Harus Putus Rantai Distribusi Komoditas

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Sudah menjadi hal lumrah menjelang hari besar Keagamaan khususnya Hari Raya Idul Fitri, persoalan fluktuasi harga pangan selalu menghampiri Indonesia.
Berbagai komoditas seperti beras, bawang merah, daging sapi dan ayam selalu melambung harganya.
Kenaikan harga komoditas pangan menjelang Lebaran sudah menjadi tren tahunan.
Pada kondisi tahun ini, diprediksi harga beras juga tetap naik kendati panen raya tengah berlangsung pada bulan Maret hingga Mei 2016.
Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa memang secara umum menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga- harga komoditas seperti beras, bawang merah, daging sapi, cabai dan ayam mengalami kenaikan.
” Seharusnya pemerintah bisa mengatasi masalah ini. Karena masyarakat sedang mengalami kesulitan dengan naiknya harga- harga komoditas pangan tersebut. Masyarakat umum, baik di kota maupun didaerah- daerah, mengalami hal yang sama merasakan kenaikan harga komoditas pangan menjelang Lebaran,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 14 Juni 2016.
Menurut Sulaeman, memang isu tentang daging sapi ini sangat menarik perhatian masyarakat dan pemerintah. Saat ini pemerintah juga sedang giat- giatnya mengatasi persoalan kenaikan harga daging sapi yang terlalu tinggi.
” Dengan kenaikan harga daging sapi yang tinggi ini, tentu yang menjerit adalah konsumen. Rata- rata secara keseluruhan, penanganan persoalan daging ini belum maksimal hasilnya, karena rantai distribusinya masih terlalu panjang dan belum ada arahan yang maksimal dari pemerintah,” tegas Politisi Partai NasDem dapil Papua ini.
Kemudian, lanjutnya, prosedur yang selama ini terjadi mengenai daging ini masih didekte oleh pedagang. Seharusnya pemerintah lebih proaktif dan melakukan intervensi terhadap persoalan daging yang tak kunjung selesai ini.
” Persoalan daging ini, pemerintah harus aktif dan melakukan intervensi. Kemudian, rantai distribusi daging ini juga harus diputus, sehingga tidak terlalu panjang yang menyebabkan harga daging menjadi mahal,” ucap Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI ini.
Sulaeman menegaskan, setidak- tidaknya rantai distribusi daging ini bisa diperpendek, sehingga beban biayanya tidak terlalu besar. Karena kalau rantai distribusi panjang, maka beban biayanya akan besar yang berdampak pada harga daging itu sendiri menjadi mahal.
” Ini secara keseluruhan, bukan hanya daging sapi saja, tetapi juga daging kambing dan daging ayam. Karena rantai distribusinya masih panjang, sehingga menimbulkan beban biaya tinggi,” ungkapnya.
Mengenai komoditas lainnya, menurut Sulaeman, hampir sama mengalami kenaikan jelang Lebaran. Ada daerah yang berlimpah komoditas, tetapi justru ada daerah yang kekurangan komoditas. Pasokan untuk daerah- daerah kota, itu harus diantisipasi oleh Kementerian terkait, sehingga harganya tidak terlalu tinggi.
” Jangan sampai masyarakat mengeluhkan harga komoditas tinggi jelang Lebaran. Ini semacam penyakit rutin dan kambuh setiap tahunnya. Harga- harga komoditas ini kan sebenarnya ada daerah yang terlalu surplus dan menumpuk disitu. Seperti contoh bawang merah menumpuk di Brebes- Jawa Tengah, disana harganya murah, tetapi di Jakarta sangat mahal, ini yang harus diatur distribusinya oleh pemerintah,” tegas Sulaeman.
Menurut Sulaeman, di daerah penghasil komoditas, harga murah dan stok melimpah. Tetapi di daerah non- penghasil komoditas, harga mahal dan stok kekurangan. Itu yang harus diatur oleh pemerintah, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi didaerah- daerah tertentu.
” Intinya sebenarnya komunikasi dan koordinasi antar Kementerian terkait. Sehingga bisa menyelesaikan seluruh persoalan mengenai harga komoditas ini. Tidak hanya memikirkan di kota saja, Kementerian terkait juga harus memikirkan bagaimana komoditas tersedia dan murah di daerah- daerah,” ucapnya.
Sulaeman memaparkan, jangan sampai kekurangan komoditas dan mahalnya harga ini dianggap biasa oleh pemerintah, karena sangat berdampak pada masyarakat.
” Persoalan daging sapi ini memang sepertinya tidak bisa tergantikan, dari tahun ke tahun menjadi topik utama. Sehingga kita tidak bisa mengalihkan kebutuhan daging sapi ini ke ayam misalnya, tidak menarik bagi masyarakat. Sehingga suka atau tidak suka, pemerintah harus mengambil langkah- langkah untuk mengatasi masalah daging sapi ini,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation