logo seputarnusantara.com

I Putu Sudiarsa, Ketua Umum HIPPI NTB Terima Penghargaan Figur Pembangunan

I Putu Sudiarsa, Ketua Umum HIPPI NTB Terima Penghargaan Figur Pembangunan

I Putu Sudiarsa saat terima penghargaan

19 - Jun - 2016 | 20:50 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Ir. I Putu Sudiarsa, MT, IAI, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terima penghargaan ‘The Prominent Figure Of Indonesian Development Award 2016.’

Kategori ini diberikan kepada mereka yang dinilai sebagai figur yang menonjol karena turut berkontribusi dalam pembangunan.

Sedangkan pembangunan yang dimaksud tentu bisa dalam berbagai bidang, terutama Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebagai pemimpin ARSA group, Putu Sudiarsa telah merintis usaha sejak puluhan tahun lalu bersama partnernya. Dari usaha kecil, hingga belakangan ini memiliki 24 perusahaan yang bergerak di bidang: jasa konsultan, general contractor, building management, developer, tour & travel hingga finance.

Berbagai pengalaman jatuh bangun dalam usaha membuat Ketua DPD Kadin Lombok Utara ini makin matang dan makin berani ambil risiko. Tanpa disadari, integritas dan kredibilitasnya makin terbangun dan diakui banyak pihak di dunia usaha.

Setidaknya, Ketua DPD Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Lombok Utara ini telah mempekerjakan ribuan karyawan selama puluhan tahun. Hal ini sekaligus membuktikan dedikasi dan partisipasinya dalam membangun SDM di berbagai bidang pula.

Selain itu, Asesor dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) ini juga sudah teruji dalam kepemimpinannya di berbagai organisasi. Di HIPPI NTB, Putu memimpin sekitar 500-an pengusaha pribumi. Sebagai Ketua DPD Kadin Lombok Utara, anggotanya juga ratusan pengusaha, dan juga di Gapeknas Lombok Utara.

Sebab itu, Lembaga Anugerah Prestasi Insani (Yayasan Anugerah Prestasi Insani), Jakarta tak punya keraguan menganugerahkan penghargaan kepada putera asli Bali yang hijrah dan menikah dengan puteri Lombok ini. Ada 27 tokoh yang terpilih dari berbagai jabatan publik dan profesi seperti: Bupati; Ketua/ Wakil Ketua DPRD; Kepala-kepala Dinas; Ketua KNPI daerah; Kepala Sekolah SMA/ SMP dan para pengusaha.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Grand Ballroom, Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Juni 2016 malam. Medali dan piala diberikan Ketua Dewan Pembina lembaga, Prof. DR. H.B Katili, MM, dan pigura piagam penghargaan diberikan Chairman lembaga, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, didampingi Ketua Pelaksana, Moody J. Prang, SE.

Ditanya awak media mengenai sosoknya yang layak jadi panutan karena dinilai hebat, Putu yang tampak ‘low profile’ ini mengatakan, dirinya tidak berani mengatakan dia hebat.

“ Wah, saya tidak berani mengatakan saya hebat. Tapi, biarlah orang lain yang menilai, bagaimana kita dalam pandangan mereka,” ujarnya sambil tertawa, di Hotel Lumire, Jakarta, Sabtu malam (11/06/2016) usai menerima penghargaan.

Ditanya lagi, apa seruannya terhadap generasi muda yang belakangan banyak terlibat kriminal, narkoba dan tindak pemerkosaan, Putu menekankan pentingnya generasi muda memiliki tokoh idola untuk memicu impian.

“ Menurut saya, generasi muda itu mestinya punya idola. Sehingga mereka memiliki sosok panutan, untuk bisa berhasil seperti idolanya. Tentu, para idola itu biasanya orang-orang yang sukses dan jadi public figure,” tekannya.

Selain itu, lanjut Putu, anak muda harus punya arah yang jelas dan mampu membangun integritas dan kredibilitasnya.

“ Generasi muda mestinya harus punya arah yang jelas. Jangan sampai terombang-ambing dan buang waktu. Kita tentu prihatin, jika banyak anak muda, bahkan dibawah umur, terlibat kriminal dan kejahatan seksual. Ini sangat disayangkan. Generasi muda harusnya mampu membangun integritas dan kredibilitasnya, sehingga mereka mendapatkan ‘trust’ dari pihak lain,” tandasnya.

Sedangkan upaya menciptakan generasi muda yang baik ke depan, menurutnya sangat tergantung kepada cara memberi pencerahan dan mendidik etika moral dari lingkungan keluarga.

“ Sebenarnya, tergantung bagaimana kita memberi pencerahan kepada anak dan remaja dari rumah. Karena kegiatan ekstra kulikuler disekolah itu sifatnya komplementer. Yang paling penting lagi, bagaimana lingkungannya. Kalau anaknya bagus, tapi lingkungan tidak bagus hasilnya juga bisa tidak benar. Pendidikan moral dan etika itu sangat penting, dan harus diawali dari pendidikan dalam lingkungan keluarga,” bebernya.

Merespons penghargaan yang diterimanya, pengidola Presiden I RI, Ir. Soekarno ini mengatakan, sangat mengapresiasi lembaga independen yang peduli profesional yang berkarya di daerah.

“ Bagaimanapun kami mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Lembaga Anugerah Prestasi Insani Jakarta, yang peduli dan mengapresiasi karya nyata para profesional di daerah. Pemberian penghargaan seperti ini perlu terus dikembangkan, sehingga memberi semangat dan motivasi bagi mereka-mereka yang telah berbuat,” pungkasnya.

Sementara itu, Chairman Lembaga Anugerah Prestasi Insani, Danny PH Siagian dalam sambutannya mengatakan, secara filosofis, setiap insan berprestasi memang layak mendapatkan apresiasi, baik dari instansi bersangkutan, lembaga independen berkompeten Nasional maupun Internasional.

Dikatakan Danny, beberapa syarat penilaian para tokoh yang terpilih berkaitan dengan: (1). Memiliki dedikasi dan produktivitas tinggi dalam bidangnya; (2). Mampu memberi kontribusi terhadap pembangunan SDM di lingkungan kerja maupun di masyarakat luas, baik dalam hal Iptek, sosial budaya, lingkungan hidup, dan lain-lain; (3). Mengupayakan kreativitas dan inovasi dalam bidang masing-masing; dan (4). Layak menjadi panutan masyarakat. (Aziz/ Dans)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline