logo seputarnusantara.com

Kementerian Keuangan Rapat dengan Badan Anggaran DPR Bahas APBN 2017

Kementerian Keuangan Rapat dengan Badan Anggaran DPR Bahas APBN 2017

Suasana rapat Banggar DPR dengan Kemenkeu

13 - Jul - 2016 | 15:35 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Periode 2016 diproyeksi akan menjadi titik balik perekonomian Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 5,2%, atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar 4,8%.

Sedangkan 2017, pertumbuhan ekonomi diproyeksi pada rentang 5,3- 5,9%.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) di Gedung DPR RI- Senayan, Jakarta, Rabu (13/7/2016)

“Kalau selama lima tahun terakhir terus turun. Kami yakin tahun ini adalah titik balik. Tahun lalu 4,8%, tahun ini titik balik 5,2% dan tahun depan 5,3-5,9%,” jelasnya.

Faktor pendorong utama dari perekonomian Indonesia adalah konsumsi rumah tangga, begitu juga dengan tahun depan. Penopang lainnya adalah investasi yang diperkirakan lebih optimal dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Konsumsi sekitar 5-5,1%, investasi juga akan bergerak,” ujarnya.

Dari sisi inflasi, tahun ini diperkirakan bisa terjaga pada 4%. Realisasi hingga Juni (year to date) adalah 3,45%. Pada tahun depan, proyeksi inflasi adalah 3-5%.

“Tahun depan juga masih kisaran 3-5%,” tegas Suahasil.

Berikut asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2017 :

– Pertumbuhan ekonomi 5,3%- 5,9%
– Inflasi 3%- 5%
– Nilai tukar rupiah Rp 13.650- Rp 13.900/ US$
– Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 5%- 6%
– Harga minyak Indonesia (ICP) US$ 45-55/barel
– Produksi minyak bumi 760 ribu- 800 ribu barel per- hari
– Produksi gas 1,1 juta- 1,5 juta barel setara minyak. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline