Sulaeman Hamzah : Petani Merauke, Gambaran Pertanian Mensejahterakan
H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI
Jakarta. Seputar Nusantara. Wajah suram pertanian dalam negeri bukan lagi cerita baru di negeri agraris ini. Sektor pertanian yang menyumbang lapangan kerja terbesar di Indonesia ini belum memberikan kue kesejahteraan bagi para SDM yang seharian berperang dengan matahari.
Momok seperti ini hampir merata ditemui di beberapa wilayah yang terkenal sebagai lumbung beras nasional, kecuali Merauke- Papua.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem H. Sulaeman L Hamzah menjelaskan bahwa potret suram pertanian nasional tidak ditemukan di Merauke. Melalui pertanian, para penduduk Merauke mereguk hasil yang memuaskan dengan pendapatan rata-rata diatas dari gaji para PNS di sana. Dengan penghasilan ini para petani bisa bangga dengan profesinya sebagai petani.
“ Bayangkan saja, petani penghasilannya Rp 20 juta per hektar, itu bersihnya dalam masa tunggu 4 bulan sampai panen,” ungkapnya.
Rerata petani di Merauke menggarap lebih dari lima hektar sawah. Sulaiman bahkan menyebutkan banyak di antara petani menggarap sampai sepuluh hektar sendiri tanpa bantuan dari buruh tani yang sering dijumpai di pulau Jawa. Jadi dalam hitung-hitungannya, petani di Merauke mendapat keuntungan Rp 200 juta dalam setahun dengan dua kali masa panen.
Bagi Sulaeman, kisah sukses ini benar-benar luar biasa di tengah gencarnya rencana pemerintah untuk menjadikan Merauke menjadi lumbung beras nasional. Targetnya dalam beberapa waktu ke depan, lahan pertanian di daerah ini sudah mencapai 1,2 juta hektar.
Ditemui di ruang kerjanya, Sulaiman membeberkan kiat sukses pertanian di Merauke ini berkat kerja keras dari berbagai pihak terutama Pemerintah. Presiden Jokowi yang datang ke Merauke beberapa waktu silam dengan membawa program sejuta hektar lahan pertanian, membawa efek domino bagi sektor pertanian.
Program tersebut ditindaklanjuti oleh Sulaiman dengan mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk para petani di Merauke. Harapannya, alsintan yang disalurkan pemerintah melalui usulannya di kementerian terkait bisa meningkatkan produktifitas petani.
“ Minggu lalu petani di Distrik Kurik Merauke menyelenggarakan Sukuran Rakyat atas turunnya bantuan Alsintan. Mereka senang sekali dan banyak darinya menangis haru,” ungkapnya.
Mekanisasi Pertanian
Keberhasilan sektor pertanian di Merauke ditunjang oleh beberapa faktor. Secara geografis, menurut Sulaiman, Merauke sangat cocok untuk pertanian karena permukaan tanahnya sangat datar. Berbeda dengan wilayah pertanian di Jawa, jutaan hektar tanah di Merauke landai dan tidak berbukit. Sepanjang ratusan kilometer menuju ke pelosoknya hanya dijumpai dataran rendah dengan potensi unsur hara yang kaya. Ini adalah anugrah alam yang luar biasa karena lahan bisa lebih produktif.
“ Tanah di Merauke itu semuanya datar, ribuan hektar lahan yang siap untuk dibuka untuk pertanian pun hanya ditumbuhi pohon-pohon berbatang kecil. Sehingga sangat gampang untuk ditebang dan dibersihkan akar-akarnya,” jelas Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Papua ini.
Faktor berikutnya adalah mindset SDM yang sudah modern dengan tingkat pengetahuan yang maju. Para petani di sana berangsur beralih dari cara-cara tradisional ke metode bertani modern melalui mekanisasi.
Nanang Kosim misalnya, dalam waktu terdekat ia akan melengkapi alsintannya dengan mesin zonder yang mampu membajak sawah 1 hektar dalam waktu lima jam saja.
Melalui mekanisasi pertanian, Nanang mendapatkan berbagai keutamaan terutama dalam masalah waktu dan kemudahan menggarap lahan miliknya yang sudah mencapai 7,5 hektar. Selain waktu, ia juga mengungkapkan mekanisasi lebih hemat biaya.
“ Insyaallah dalam waktu terdekat saya akan membeli mesin zonder yang harganya sekitar Rp 250 juta secara cash. Hemat biaya karena biasanya pakai traktor itu satu hektar itu seharian full, dengan mesin ini bisa beberapa jam saja. Jadi untuk bayar yang garap pun jadi lebih murah,” tuturnya.
Bukan hanya itu, mekanisasi juga dilakukan pada proses tandur (penanaman) sampai akhirnya memasuki masa panen. Dengan bantuan berupa mesin combine harvester yang Sulaeman usulkan kepada pemerintah, terbukti membuat pekerjaan petani lebih mudah. Tandur dan panen hanya menggunakan mesin combine harvester secara bergantian antara petani setempat yang masuk dalam satu kelompok tani.
Sulaiman berharap kisah sukses petani di Merauke mampu menginspirasi jutaan petani di Indonesia. Termasuk, menurutnya, metode dan perubahan mindset para petaninya, bisa menjadi role model bagi sektor pertanian secara nasional. Tujuannya untuk menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional