logo seputarnusantara.com

Yanes Murib Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Kepada Kaum Intelektual

Yanes Murib Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Kepada Kaum Intelektual

Yanes Murib, MM., Anggota DPD RI dari Provinsi Papua saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

30 - Agu - 2016 | 11:30 | kategori:Headline

Jayapura. Seputar Nusantara. Pada bulan Agustus tahun 2016 ini, kembali dilaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yakni Pancasila, UUD’ 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk itu Anggota DPD RI dari Provinsi Papua, Yanes Murib, MM., melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bekerjasama dengan Komunitas Intelektual dan Masyarakat Jayapura.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar oleh Yanes Murib dilaksanakan di Jayapura- Papua.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2016, dengan Nara Sumbernya adalah Yanes Murib, MM.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara tersebut diikuti oleh 150 orang.

Dalam paparannya, Yanes Murib menjelaskan bahwa MPR terdiri atas Anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. MPR merupakan Lembaga Permusyawaratan Rakyat yang berkedudukan sebagai Lembaga Negara.

Yanes Murib memaparkan bahwa sejak Papua masuk ke dalam NKRI sampai dengan saat ini, banyak rakyat Papua yang sepertinya belum yakin bahwa mereka juga adalah bagian dari NKRI karena minimnya perhatian Pemerintah terhadap mereka dalam bidang Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan dan bidang lainnya.

Oleh karena itu, lanjut Yanes Murib, langkah dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengubah pola pikir dan meyakinkan bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI? Jawabannya adalah bahwa Bhineka Tunggal Ika ialah Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Artinya, lanjutnya, walaupun Bangsa Indonesia mempunyai latar belakang yang berbeda-beda baik dari Suku dan Agama tetapi tetap satu yaitu Bangsa Indonesia. Namun kenyataan yang terlihat banyak terjadi masalah antar umat beragama bahkan isu Sara menjadi serangan yang sering digunakan dalam perlawanan politik.

Yanes Murib menjelaskan tentang maksud dari Pancasila sebagai Ideologi terbuka Ideologi berasal dari bahasa Latin, yang artinya dari kata idea dan logos atau logia. Idea berarti Gagasan, Pemikiran, Konsep, Pengertian Dasar, Cita-cita. Sedangkan logos atau logia berarti Ilmu. Jadi, Ideologi adalah kumpulan gagasan dan konsep dasar bersistem untuk dijadikan dasar Pendapat, Arah, dan Tujuan.

” Maka, makna dari Ideologi terbuka adalah ideologi  yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan bersifat dinamis atau merupakan suatu sistem pemikiran terbuka yang merupakan hasil konsensus dari masyarakat itu sendiri. Nilai-nilai dari cita-citanya tidak dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri. Sebagai ideologi, Pancasila menjadi pedoman dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan aktivitas di segala bidang, mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa harus mengubah nilai-nilai dasarnya sehingga sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel tidak tertutup dan kaku,” tegas Yanes Murib.

Kemudian mengenai soal keadilan sosial yang tidak sesuai dengan realita khususnya untuk Papua. Menanggapi hal ini Yanes Murib,. MM., menegaskan bahwa memang benar adanya ketidak adilan sosial bagi masyarakat Papua. Pelanggaran-pelanggaran hukum yang kerap terjadi dan hampir tidak ada penyelesaiannya, jauhnya peningkatan Pendidikan dari kemajuan dan banyak masyarakat yang hidup kurang sejahtera.

” Hal tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat dan kita semua. Memang ini merupakan lemahnya perhatian Pemerintah khususnya untuk Papua. tetapi kita bisa jika kita berusaha untuk berjuang bangkit dan tidak hanya mengeluh tentang kelemahan ini saja tetapi kita harus bisa melakukan sesuatu hal yang membuat hidup kita menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Selanjutnya tentang hal yang penting dilakukan untuk mengubah pola pikir dan untuk meyakinkan bahwa Papua juga bagian dari NKRI ialah jangan hanya membicarakan tentang kelemahan-kelemahan Pemerintah saja. Kita yang tahu hal yang baik berjuang untuk bersama menjaga NKRI harga mati.

” Mengatasi hal terkait masalah Bhineka Tunggal Ika yang kenyataannya jauh dari arti sesungguhnya ialah tetap kembali kepada saling menjaga dan menghargai satu sama lain. Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Banyak suku, bahasa dan agama  terdapat didalamnya. Ini harus kita mengerti dan pahami dengan baik. Bukan hanya Melayu, bukan hanya Batak dan bukan hanya Betawi tetapi banyak suku dan beragam suku ada di Indonesia. Bergesernya makna Bhineka Tunggal Ika dari makna yang sesungguhnya ini merupakan semakin kurangnya kita memahami makna Bhineka Tunggal Ika yang sesungguhnya, ini yang menjadi cerminan bangsa kita saat ini sehingga sering kali terjadi konflik antar suku dan agama,” terang Yanes Murib.

” Upaya penting yang dilakukan agar menumbuhkan sikap Nasionalisme dalam diri masyarakat agar rakyat Papua ikut terlibat memperjuangkan kepentingan Negara ialah kita harus mengerti dan paham betul tentang sejarah bangsa kita. Tidak hanya membicarakan kelemahan-kelemahan Pemerintah saja tetapi mari saling berjuang untuk kebaikan,” pungkasnya. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline