logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : Penetapan Satu Harga BBM di Papua, Prestasi Jokowi

Sulaeman Hamzah : Penetapan Satu Harga BBM di Papua, Prestasi Jokowi

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Dapil Papua

19 - Okt - 2016 | 15:41 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Joko Widodo menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) pertama yang menginjakkan kaki di tanah Yahukimo, Papua.

Kunjungan pria yang lebih dikenal dengan nama Jokowi itu dalam rangka peresmian Bandara Nop Goliat Dekai dan penetapan satu harga BBM (bahan bakar minyak) untuk Papua dan Papua Barat.

Pesawat Kepresidenan RI Boeing 737 800 mendarat di bandara itu pada Selasa kemarin 18 Oktober 2016 pukul 09.00 WIT.

Jokowi yang mengenakan kemeja lengan panjang putih itu memang telah ditunggu-tunggu rakyat Yahukimo.

Ratusan masyarakat Yahukimo yang telah menunggu kedatangannya dari luar pagar bandara menyambut haru. Beberapa ibu-ibu bahkan tak kuasa menahan tangis saat Jokowi melambaikan tangan ke arah mereka.

” Terima kasih Bapak Presiden sudah mau kunjungi kami di Yahukimo,” teriak seorang Ibu sambil menangis.

” Baru kali ini kita bisa lihat pesawat besar Kakak, kami sangat senang. Kemarin kami sampai potong- potong pohon dekat pagar bandara sana biar bisa lihat pesawat Bapak Presiden,” ungkap salah satu warga, Musa Pekei.

Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Papua, bahwa sudah 71 tahun Indonesia merdeka, untuk pertama kali Presiden RI menembus dan mengunjungi pegunungan di Papua. Jadi Jokowi merupakan Presiden RI pertama yang mengunjungi Yahukimo- Papua.

” Isolasi yang telah dibuka, yang selama ini orang takut masuk ke wilayah Papua, merupakan prestasi pemerintahan sekarang ini. Sekarang sudah sangat terbuka dan untuk tahun- tahun mendatang akan semakin jelas bahwa Papua situasinya kondusif dan aman,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Rabu 19 Oktober 2016.

Menurut Sulaeman Hamzah, dampak dari penetapan satu harga BBM (bahan bakar minyak) untuk Papua dan Papua Barat, akan sangat berpengaruh pada barang- barang yang lain. Transportasi akan menjadi murah, dan semua akan menjadi murah karena penetapan satu harga BBM untuk Papua dan Papua Barat Rp 6.450,-/ liternya.

” Kalau BBM murah dan barang- barang murah, saya yakin, anak- anak bangsa yang hidup di Papua, yang tadinya selalu berbeda pendapat, ini Inshaa Allah akan berbalik arah dan akan memandang siapa sosok Jokowi yang sebenarnya, yang betul- betul menyatukan seluruh tanah air ini termasuk pelosok- pelosok di Papua yang selama ini tidak dijamah sama sekali,” terang Sulaeman Hamzah, Politisi Partai NasDem ini.

Sulaeman memaparkan, kalau daerah perbatasan lain di Papua memang sering didatangi pejabat pusat. Namun untuk daerah- daerah pedalaman dan pegunungan di Papua, sangat jarang bahkan selama ini tidak ada pejabat dari pusat yang datang kesana. Hanya Jokowi Presiden RI yang mengunjungi pedalaman di Papua.

” Kita lihat perjalanan Presiden Jokowi ke pedalaman Papua, selalu disambut hangat dan gembira oleh masyarakat disana. Dan itu menjadi berita Headline. Cerita besar maupun cerita kecil saat kunjungan Presiden Jokowi ke pedalaman Papua, selalu menjadi pembicaraan baik oleh masyarakat pedalaman sampai pejabat daerah disana. Masyarakat Papua selalu mengatakan bahwa Jokowi menjadi perekat anak bangsa di Papua,” tegas Sulaeman.

” Saya selaku pribadi maupun mewakili rakyat Papua, tentu mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Presiden Jokowi. Sehingga urusan Papua berangsur- angsur menjadi ringan, karena persoalan- persoalan besar di Papua selalu diselesaikan oleh Presiden Jokowi. Inilah manfaat dari kehadiran negara ke bumi Cendrawasih Papua,” imbuhnya.

Sulaeman menjelaskan, kalau semua Kabupaten dan Kota di seluruh Papua sudah sepakat untuk mengikuti himbauan Presiden Jokowi, maka apa yang diidam- idamkan sejak dahulu, yakni tidak ada lagi konflik di Papua, maka akan segera terwujud.

” Kalau kita melihat di Merauke, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Nabire, dan beberapa Kabupaten/ Kota lain yang selama ini kondusif dan tidak ada konflik yang berbau SARA, disana hari- hari besar Keagamaan, saat ibadahnya orang Kristen yang mengawal umat Islam, begitupun sebaliknya saat ibadahnya umat Islam, orang- orang Kristen membantu mengawal, ini toleransi yang sangat bagus,” ucapnya.

Hal tersebut, lanjutnya, akan menjadi contoh dan perekat bagi daerah lain di Papua yang keadaannya belum kondusif. Diharapkan dengan toleransi antar umat beragama tersebut, tidak ada lagi gesekan dan konflik di Papua.

” Komitmen Presiden Jokowi yang sejak awal dilantik hingga saat ini, yang selalu memperhatikan keseimbangan pembangunan antara Timur dan Barat, Selatan dan Utara ini, mendapatkan pengakuan dari seluruh anak bangsa dan bahkan dunia. Anak- anak bangsa dan seluruh dunia mengapresiasi kepemimpinan Presiden Jokowi,” pungkas Sulaeman Hamzah. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline