Apakah Indonesia Negara Kaya Minyak & Gas? Ini Jawaban Wakil Menteri ESDM

Jakarta. Seputar Nusantara. Dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Sari Pan Pacific hari ini, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengawali pemaparannya dengan sebuah pertanyaan. Apakah Indonesia adalah negara yang kaya minyak dan gas bumi?
Arcandra kemudian menjawab bahwa cadangan terbukti (proven reserve) minyak Indonesia hanya tinggal 3,8 miliar barel. Dengan tingkat produksi minyak saat ini sekitar 800.000 barel per hari (bph), produksi minyak Indonesia akan habis 12 tahun lagi.
“Apakah kita negara yang kaya akan migas? Kalau kita bicara proven reserve kita, menurut data yang kami terima, sekitar 3,8 miliar barel. Kalau 3,8 miliar barel ini kita produksikan konstan 800 ribu bph maka dalam 12 tahun kita sudah tidak bisa memproduksi minyak,” kata Arcandra di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (10/11/2016).
Secara persentase, jumlah cadangan dan produksi migas Indonesia juga tak seberapa. Tanpa adanya penemuan cadangan-cadangan baru, Indonesia akan segera kehabisan migas.
“Apakah kita bisa dikategorikan negara kaya? Berapa kontribusi kita ke produksi dunia? Sangat kecil. Kalau kita tidak bisa menemukan cadangan-cadangan baru, Reserve Replacement Ratio kita tidak bisa meningkat, akan sangat mungkin kita tidak bisa produksi lagi,” ujarnya.
Untuk menemukan cadangan-cadangan migas baru, maka kegiatan eksplorasi perlu didorong. Tapi, kegiatan eksplorasi di Indonesia terus menurun. Bahkan pada saat harga minyak sedang tinggi-tingginya di 2013-2014, jumlah pengeboran eksplorasi di Indonesia anjlok.
Tentu, ada masalah yang menyebabkan investor malas mencari migas di Indonesia.
“Sejak 2012, pintu pertama untuk menaikkan cadangan adalah dengan eksplorasi. Kalau kita lihat, drilling di 2012 masih sekitar 72 pengeboran eksplorasi. 2013-2015 turun jadi sekitar 12 saja. Pada 2012-2014 itu saat harga minyak tinggi, sementara eksplorasi kita menurun drastis. Apa yang terjadi sehingga turun dari 2012 ke 2013-2014?” ucap Arcandra.
Salah satu penyebabnya, kata Arcandra, adalah Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 (PP 79/2010). Beleid yang mengatur pajak-pajak dan cost recovery di hulu migas ini membuat perusahaan-perusahaan minyak malas eksplorasi di Indonesia.
Bisnis migas penuh risiko dan butuh modal besar. Perlu insentif untuk mendorong perusahaan-perusahaan minyak melakukan eksplorasi. Tapi bukannya membuat insentif, PP 79/2010 malah menjadi disinsentif. Perusahaan minyak dibebani pajak sejak masa eksplorasi, tentu mereka sangat dirugikan.
“Ada sebuah PP yang terkenal, yaitu PP 79, kegiatan eksplorasi success ratio itu 4-5 kali drilling dapat 1 sudah bagus. Dengan tingkat seperti itu kita berharap semakin banyak yang melakukan eksplorasi. Tapi kalau tidak ada insentif, bahkan disinsentif, tidak ada yang mau. Di PP 79, pajak-pajak sudah dikenakan negara saat eksplorasi padahal si KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) belum tentu mendapat cadangan migas, ini problem besar,” tutur Arcandra.
Itulah sebabnya, revisi PP 79/2010 menjadi prioritas utama saat Arcandra mulai bertugas di Kementerian ESDM. Iklim investasi hulu migas Indonesia harus dibuat lebih atraktif, tak boleh kalah dari negara-negara lain.
“KKKS akan melihat portofolio di mana dia akan investasi. Di negara lain juga banyak cadangan yang menunggu eksplorasi oil company. Kalau kita tetap bertahan dengan pajak-pajak saat eksplorasi, mereka akan mencari negara di mana mereka mendapat kemudahan fiskal dan perpajakan. Ini tentu harus ada obatnya. Makanya target pertama kita di ESDM adalah merevisi PP 79,” cetusnya.
Revisi atas PP 79/2010 memang tak menjamin produksi migas nasional bisa dipertahankan di kisaran 800.000 bph atau bahkan dinaikkan. Tapi setidaknya akan mendorong eksplorasi, ada harapan ditemukannya cadangan-cadangan baru.
“Key performance indicator di tiap kementerian agak beda. Kalau Kemenkeu tentu revenue untuk negara. Sementara kalau di ESDM kalau oil company dipajaki di awal, tidak ada Reserve Replacement Ratio. Kita diskusi, apa ada jaminan kalau PP 79 dihapus produksi migas naik? No way, nggak ada jaminan,” kata Arcandra
“Sampai saat sekarang belum ada teknologi yang bisa memastikan kalau kita rencanakan produksi 50.000 bph lalu kita bisa produksi 50.000 bph. Mau itu perusahaan raksasa seperti Exxon, Shell, ketidakpastian itu masih tinggi. Tapi ada secercah harapan kalau PP 79 kira revisi, semoga KKKS mau datang dan melakukan eksplorasi, ada probablilitas,” lanjut Arcandra.
Selain itu, penggunaan teknologi-teknologi baru yang lebih mutakhir di industri hulu migas nasional diharapkan bisa menggenjot produksi.
“Kalau dengan tekno sekarang, maksimum kita hanya bisa mengambil 40-50% minyak yang ada di bawah. Selama kita belum punya teknologi baru atau belum ada, baru kita tidak bisa produksi minyak 12 tahun lagi,” tutupnya. (dtc/Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel