Sulaeman Hamzah : 1,2 Juta Ha Lahan Baru di Papua, Pemerintah Harus Serius
H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Papua
Jakarta. Seputar Nusantara. Pemerintahan Jokowi- JK sudah mentargetkan pencetakan areal persawahan baru di Papua seluas 1,2 Juta Hektar.
Tentu target itu realistis, karena Papua mempunyai luas wilayah yang sangat besar dan potensial untuk areal pertanian.
Menurut H. Sulaeman Hamzah, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem 2014- 2019, bahwa dalam masa Reses kemarin, dirinya selaku anggota DPR RI melakukan kegiatan Reses dan kunjungan Dapil ke Papua.
” Jadi pada masa Reses kemarin, selain kunjungan untuk menyerap aspirasi rakyat, pengawasan terhadap kinerja pemerintah, juga ada kegiatan kunjungan Komisi IV DPR RI yang dipusatkan di Merauke- Papua,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Rabu 16 November 2016.
Lebih lanjut Sulaeman memaparkan, bahwa pada kegiatan penyerapan aspirasi yang mengemuka dan dilontarkan oleh masyarakat adalah mengenai Otonomi Khusus Papua yang tidak terdengar lagi perkembangannya. Sampai hari ini, desakan dari masyarakat Papua masih sangat kuat dan dirinya turut mengawal Otonomi Khusus, tetapi ternyata Revisi UU Otsus Papua tidak masuk dalam Prolegnas Prioritas tahun 2017.
” Yang jelas, dari para wakil rakyat, harus melihat bahwa masalah Otsus Papua ini harus disikapi secara serius. Teman- teman di DPR, khususnya yang masuk menjadi anggota Baleg, harus memperjuangkan agar Revisi UU Otsus Papua ini bisa masuk dalam Prolegnas Prioritas 2017,” terang Sulaeman, Anggota DPR Dapil Papua ini.
Kemudian, lanjutnya, persoalan lainnya adalah tentang perhatian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Papua, yang terdiri dari masyarakat pegunungan dan masyarakat pesisir. Untuk masyarakat pesisir, programnya sudah jelas, di sektor pertanian dan sektor kelautan perikanan merupakan program unggulan daerah pesisir.
” Walaupun belum seluruhnya direalisasikan, namun program- program di daerah pesisir sudah berjalan cukup bagus. Karena sektor pertanian dan kelautan perikanan banyak diminati masyarakat dan memang sangat potensial di daerah pesisir,” tegas Sulaeman Hamzah.
Untuk daerah pegunungan, tandasnya, yang cocok untuk dikembangkan adalah komoditas umbi- umbian dan komoditas yang sesuai dengan karakter pegunungan. Pemerintah harus lebih memperhatikan daerah pegunungan dan mengembangkan komoditas yang cocok bagi daerah pegunungan.
” Masyarakat di daerah pegunungan makanan sehari- harinya adalah umbi- umbian, sedangkan beras hanya sewaktu- waktu. Maka harus ada perhatian khusus dari pemerintah, karena ini mengenai kebutuhan perut yang sangat mendasar,” ucapnya.
Selanjutnya, selain masalah diatas, banyak juga aspirasi masyarakat kepada dirinya, seperti masalah ketidakadilan, ketimpangan sosial dan mahalnya kebutuhan pangan. Ini bukan masalah yang baru, tetapi masalah yang selalu muncul dan disampaikan oleh masyarakat dalam berbagai forum pertemuan dengan Anggota DPR RI.
” Selanjutnya mengenai Kunjungan Komisi IV DPR RI dari tanggal 10- 13 November 2016 kemarin, yang dipusatkan di Merauke- Papua, Komisi IV sudah melakukan kunjungan ke beberapa titik antara lain ; mengunjungi PPI (Pusat Pelelangan Ikan) di Merauke yang baru saja selesai pembangunannya dan masih disempurnakan. Disana tergambar bahwa di laut Arafura itu ternyata menyimpan stok ikan terbesar di Indonesia. 20% stok ikan nasional ada dilaut Arafura,” terang Sulaeman dengan gamblang.
Sementara, lanjutnya, kapal- kapal nelayan belum maksimal beroperasi di laut Arafura. Padahal potensi ikan di laut Arafura sangat besar, ini yang perlu mendapatkan perhatian serius lagi. Sedangkan kapal- kapal asing penangkap ikan, sudah sangat berkurang bahkan nyaris tidak ada yang beroperasi di lautan Arafura.
” Pemerintah Daerah Papua harus memastikan bahwa kapal- kapal yang beroperasi di lautan wilayah Papua, harus kapal- kapal nelayan Indonesia. Ikan sangat melimpah disana, tetapi pasar tidak ada, ini yang jadi kendala. Kalau ada mothership untuk membawa hasil tangkapan ikan di Papua, kemudian dibawa ke wilayah Jawa, melalui perairan Papua, itu sangat bagus. Sehingga pemasaran ikan nelayan jadi maksimal,” ungkap Anggota Komisi IV DPR RI ini.
Pembangunan Coolstorage yang dijanjikan oleh pemerintah tahun ini, belum juga terealisasi. Tujuan pembangunan Coolstorage agar ikan awet dan bisa diangkut ke luar Papua melalui tol laut, ini juga masih Masih abu- abu. Belum juga pabrik es batunya untuk bahan pengawetan ikan.
” Ketika kami mengunjungi gudang Bulog dan daerah pertanian di Merauke, Papua, mengemuka disana mengenai permasalahan irigasi. Persoalan irigasi ini, untuk menjawab kebutuhan jangka panjang dan juga untuk menjawab target dibukanya lahan pertanian baru 1,2 Juta Hektar di Papua, maka sebaiknya dimaksimalkan potensi sungai Digul. Sungai Digul adalah sungai yang potensial dan posisinya berada diatas ketinggian arael pertanian,” tegasnya.
Air dari sungai Boven Digul yang sangat besar itu, bisa mengaliri areal persawahan yang berada di Merauke dan sekitarnya. Kalau sungai Digul dimanfaatkan secara maksimal untuk mengairi areal persawahan, maka dirinya optimis, pertanian disana akan makmur dan menghasilkan panen yang optimal.
” Perlu kiranya pemerintah bersungguh- sungguh mengenai irigasi di Papua, agar pertanian dan khususnya tanaman padi bisa menghasilkan panen yang maksimal. Saya berharap, permasalahan irigasi bisa segera bisa diselesaikan. Urusan irigasi ini memang harus dikerjakan oleh Kementerian PUPR, sehingga koordinasi dan kerjasama lintas Kementerian ini harus dilaksanakan,” ungkap Sulaeman.
Mengenai tingkat kesulitan, menurutnya, dari target 1,2 Juta Hektar lahan persawahan baru di Papua, ada 2 tingkat kesulitan yang harus diselesaikan oleh Pemerintah. Pertama, mengenai tata ruang, kawasan hutan konversi yang luasnya kurang lebih 1,3 juta hektar, sementara HPL nya hanya 400an ribu hektar. Kementerian Kehutanan harus melihat kembali secara teliti mengenai fungsi lahan konversi yang harus dialihkan menjadi lahan pertanian.
” Kemudian kedua, Pemerintah Daerah Papua harus segera memetakan wilayah adat. Sekalipun kawasan tersebut potensial untuk pembukaan lahan pertanian baru, tetapi kalau masyarakat adatnya belum menyetujui, maka tidak akan bisa jalan. Makanya Pemerintah Daerah harus segera menyelesaikan permasalahan ini. Dua soal ini yang harus segera diselesaikan sehingga tidak menghambat program lainnya,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional