logo seputarnusantara.com

Abdul Kharis Al Masyhari Khawatirkan Penempatan Marinir AS di Darwin

Abdul Kharis Al Masyhari Khawatirkan Penempatan Marinir AS di Darwin

DR. H. Abdul Kharis Al Masyhari, Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera)

22 - Nov - 2016 | 15:50 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Penempatan 2.500 pasukan Marinir Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia, dinilai bukan untuk mengamankan wilayah Asia Pasifik, melainkan untuk memata-matai wilayah Indonesia terkait sumber daya alam Indonesia yang dikuasai perusaahan negara Adidaya itu.

Tak hanya itu, tentara AS juga mempelajari Bahasa Jawa. Keberadaan pangkalan AS di Australia adalah bentuk mata-mata AS terhadap negara Indonesia.

Mereka juga mempelajari bahasa Jawa dan itu ada ahlinya, serta mereka juga mempelajari hukum kita.

Karena itu, keberadaan pangkalan militer AS di Darwin harus dan layak diwaspadai oleh pemerintah RI, lantaran Indonesia memiliki cadangan minyak bumi yang sangat besar.

Sedangkan menurut DR. H. Abdul Kharis Al Masyhari, Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), bahwa dirinya sependapat dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang merasa perlu khawatir atas penempatan pasukan Marinir Amerika Serikat di Darwin- Australia.

” Saya sependapat dengan Panglima TNI, yang merasa khawatir atas penempatan ribuan pasukan Marinir Amerika Serikat di Darwin- Australia,” ungkap Abdul Kharis kepada seputarnusantara.com diruang Komisi I DPR RI- Senayan, pada Selasa 22 November 2016.

Menurut Politisi PKS ini, dia sebagai Ketua Komisi I DPR juga sangat khawatir atas penempatan pasukan AS di Darwin. Sebab, kalau penempatan pasukan AS di Darwin tidak mempunyai alasan yang pasti dan jelas, maka bangsa Indonesia patut untuk mewaspadainya.

” Kita sebagai bangsa yang besar dan sebagai bangsa kepulauan, perlu mewaspadai hal tersebut. Sebab, pasukan AS di Darwin tersebut berpotensi untuk mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Jadi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan dan TNI, perlu waspada dan melakukan langkah- langkah antisipasi,” tegas Abdul Kharis, Ketua Komisi I DPR RI ini.

Sedangkan mengenai pengamanan wilayah perbatasan dan pulau- pulau terluar di Indonesia, TNI sudah melakukan penempatan personilnya.

” Namun, menurut saya, dengan adanya potensi ancaman dari luar tersebut, maka perlu penambahan pasukan di perbatasan dan pulau- pulau terluar, baik penambahan dari segi jumlah personil, alutsistanya, maupun dananya,” terangnya.

Selanjutnya, menurut Abdul Kharis, bangsa Indonesia mempunyai kedaulatan yang bangsa lain tidak boleh mengintervensi. Artinya, bangsa Indonesia harus mempertahankan kedaulatan wilayahnya dari ancaman dan gangguan pihak asing.

” Sebaiknya TNI lebih fokus terhadap masalah ini. Sebab, ribuan pasukan Marinir di Darwin- Australia tersebut berpotensi melakukan intervensi terhadap wilayah NKRI. Oleh karena itu, TNI harus lebih waspada dan mengantisipasi dengan kekuatan yang maksimal,” pungkas Abdul Kharis Al Masyhari di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline