logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : Bandara di Wilayah Terisolir, Manfaat Besar Bagi Papua

Sulaeman Hamzah : Bandara di Wilayah Terisolir, Manfaat Besar Bagi Papua

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI dari Daerah Pemilihan Papua

11 - Jan - 2017 | 07:00 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pemerintah berupaya menurunkan harga distribusi barang.

Salah satunya dengan membangun infrastruktur bandara di wilayah terisolir di Papua.

“Ini salah satu pembukaan daerah yang terisolir di Papua di mana di daerah terisolir telah dibangun 34 bandara. Ini sudah masuk ke dalam tatanan bandar udara,” kata Direktur Bandara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Yudhi Sari, di Kemenhub, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

34 bandara di daerah isolasi itu ada di wilayah Mopah, Kamur, Kimam, Bomakia, Manggelum, Wamena, Kiwirok, Bilorai, Akimuga, Enarotali, Sarmi, Tanah Merah, Mulia, Oksibil, Moanamani, Mindiptanah, Kepi, Kokonao, Okaba, Illu, Ewer, Batom, Bade, Karubaga, Obano, Timika, Waghete, Nabire, Dekai, Rendani, Bintuni, Kaimana, Babo. Pembangunan tersebut telah masuk dalam tatanan kebandarudaraan nasional.

Dari 34 bandara tersebut, sebanyak 10 bandara berada di perbatasan, yaitu Sentani, Mopah, Manggelum, Enarotali, Sarmi, Tanah Merah, Oksibil, Okaba, Karubaga, Kebar. di tahun 2015.

Selain 10 bandara itu, akan ada bandara baru di Korowai. Rencananya akan diresmikan Presiden Jokowi di tahun 2017.

Menurut H. Sulaeman Hamzah, Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI dari Dapil Papua, bahwa pembangunan bandara di wilayah terisolasi tersebut berguna untuk pemerataan pembangunan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

” Saya sangat senang dengan kecepatan pemerintah membangun bandara di wilayah terisolasi di Provinsi Papua. Ini merupakan terobosan baru pemerintahan Jokowi. Terobosan Presiden Jokowi ini patut kita apresiasi. Karena selama ini, anak bangsa yang berada di wilayah terisolir di Papua, belum mendapatkan pelayanan dengan baik,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, Selasa 10 Januari 2016.

Menurut Sulaeman, selama ini hanya di daerah pesisir dan kota saja yang sudah mendapatkan akses transportasi udara dan pelayanan yang baik. Namun, untuk wilayah pegunungan dan pedalaman, mereka belum mendapatkan akses transportasi yang memadai. Mereka harus berjalan kaki untuk menuju wilayah kota.

” Dengan pembangunan bandara- bandara tersebut, kita harapkan tidak ada lagi masyarakat Papua yang tidak menikmati pembangunan. Disamping untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan perekonomian, kita harapkan pembangunan bandara di wilayah terisolasi tersebut dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Papua,” ucap Sulaeman.

Karena, lanjutnya, penduduk Papua banyak yang terkena wabah penyakit. Dengan adanya bandara di wilayah terisolasi, maka penanganan kesehatan masyarakat akan semakin baik lagi.

” Pembangunan memang harus bertahap, tetapi harus dipastikan juga bahwa pemerintah hadir untuk melayani wilayah- wilayah terpencil dan terisolir di Papua. Sekalipun infrastruktur jalan sudah dibangun antar kabupaten di Papua, tetapi bisa dibayangkan wilayah pegunungan di Papua, seperti di Kabupaten Yahukimo. Yahukimo mempunyai 51 Kecamatan, dan sudah ada 100 bandara lebih, namun inipun masih kurang. Karena antar kampung di Yahukimo terdapat gunung yang tinggi- tinggi, kalau dibiarkan berjalan kaki antar gunung, sangat tidak efektif,” tegasnya.

Walaupun sudah ada 100 bandara lebih di Yahukimo, terangnya, namun ternyata itu masih kurang. Perlu dibangun lagi bandara- bandara di Yahukimo, tentu dengan cara bertahap dan menyesuaikan dengan APBN kita. Pemerintah tentu akan secara bertahap terus membangun bandara di Papua, sebab ini sangat penting mengingat wilayah Papua yang sulit dijangkau melalui perjalanan darat.

” Dengan demikian, masyarakat Papua merasa bahwa pemerintah sudah hadir di Papua. Dengan kehadiran dan perhatian penuh pemerintah untuk masyarakat Papua, diharapkan gerakan sipil bersenjata di Papua lambat laun akan hilang. Dengan kehadiran dan perhatian pemerintah, maka pembangunan di Papua akan maju dan roda perekonomian cepat berputar,” pungkas Sulaeman Hamzah. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline