logo seputarnusantara.com

Ali Mahir Tekankan Pentingnya Regulasi Yang Jelas Terkait Tenaga Kerja Asing

Ali Mahir Tekankan Pentingnya Regulasi Yang Jelas Terkait Tenaga Kerja Asing

Ir. H. Ali Mahir, MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem (Nasional Demokrat)

16 - Mar - 2017 | 07:45 | kategori:Headline
Jakarta. Seputar Nusantara. Menurut Ir. H. Ali Mahir, MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa  tenaga kerja dari luar negeri yang tidak mempunyai skill, sebaiknya jangan dipekerjakan di Indonesia.
” Karena apa, karena rakyat Indonesia saja masih banyak yang menganggur. Jadi, daripada mempekerjakan tenaga kerja asing yang tidak mempunyai ketrampilan, lebih baik mempekerjakan rakyat kita,” tegas Ali Mahir.
Menurutnya, masih banyaknya tenaga kerja asing (TKA) tanpa skill yang bekerja di Indonesia, harus segera disikapi oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia juga masih banyak yang membutuhkan pekerjaan.
” Kecuali, TKA tersebut memang betul- betul memiliki keahlian khusus dan didalam negeri masih sedikit yang menguasai keahlian tersebut, sehingga kita betul- betul membutuhkan TKA tersebut, ya tidak masalah,” ungkap Ali Mahir.
Namun, lanjutnya, kalau ternyata di dalam negeri sudah bisa mencukupi dan rakyat kita mampu, maka sebaiknya jangan menggunakan TKA.
” Mengenai peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia, saya berulangkali bicara, optimalkan BLK (Balai Latihan Kerja). BLK- BLK di seluruh Indonesia harus dimanfaatkan dan dioptimalkan penggunaannya. Setiap saya kunjungan ke daerah, saya selalu tekankan bahwa kalau tenaga kerja kita pengin naek kualitasnya, ya harus dioptimalkan BLK- BLK,” terangnya.
Dan, lanjutnya, BLK itu berada di daerah- daerah tertentu. Maka harus disesuaikan dengan potensi daerah setempat. Misalnya, BLK di Maluku, karena di Maluku sangat potensi di bidang kelautan dan perikanan, maka BLK di Maluku lebih fokus pelatihan di sektor kelautan dan perikanan,” tandas Ali Mahir.
” Kalau BLK nya di Jawa Tengah, misalnya, lebih tepat kalau fokus pada pelatihan di bidang konveksi dan seni batik. Karena Jawa Tengah merupakan sentra konveksi dan batik. Ini yang paling penting,” tegas Politisi Partai NasDem ini.
” Kalau TKA tidak dibatasi dan diatur regulasinya, kita pasti akan tergeser. Namun, kalau hanya TKA tertentu dengan jumlah sedikit dan mempunyai keahlian khusus, justru kita bisa menimba ilmu dari TKA tersebut. Yang penting regulasinya harus jelas dan tegas, agar tenaga kerja kita juga terserap di dalam negeri,” pungkas Ali Mahir. (Aziz).
Jakarta. Seputar Nusantara. Masalah Tenaga Kerja Asing (TKA) merupakan permasalahan besar bangsa Indonesia.
Sebab, TKA yang demikian banyak di Indonesia, bisa mengganggu tenaga kerja dalam negeri.
Menurut Ir. H. Ali Mahir, MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa  tenaga kerja dari luar negeri yang tidak mempunyai skill, sebaiknya jangan dipekerjakan di Indonesia.
” Karena apa, karena rakyat Indonesia saja masih banyak yang menganggur. Jadi, daripada mempekerjakan tenaga kerja asing yang tidak mempunyai ketrampilan, lebih baik mempekerjakan rakyat kita,” tegas Ali Mahir.
Menurutnya, masih banyaknya tenaga kerja asing (TKA) tanpa skill yang bekerja di Indonesia, harus segera disikapi oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia juga masih banyak yang membutuhkan pekerjaan.
” Kecuali, TKA tersebut memang betul- betul memiliki keahlian khusus dan didalam negeri masih sedikit yang menguasai keahlian tersebut, sehingga kita betul- betul membutuhkan TKA tersebut, ya tidak masalah,” ungkap Ali Mahir.
Namun, lanjutnya, kalau ternyata di dalam negeri sudah bisa mencukupi dan rakyat kita mampu, maka sebaiknya jangan menggunakan TKA.
” Mengenai peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia, saya berulangkali bicara, optimalkan BLK (Balai Latihan Kerja). BLK- BLK di seluruh Indonesia harus dimanfaatkan dan dioptimalkan penggunaannya. Setiap saya kunjungan ke daerah, saya selalu tekankan bahwa kalau tenaga kerja kita pengin naek kualitasnya, ya harus dioptimalkan BLK- BLK,” terangnya.
Dan, lanjutnya, BLK itu berada di daerah- daerah tertentu. Maka harus disesuaikan dengan potensi daerah setempat. Misalnya, BLK di Maluku, karena di Maluku sangat potensi di bidang kelautan dan perikanan, maka BLK di Maluku lebih fokus pelatihan di sektor kelautan dan perikanan,” tandas Ali Mahir.
” Kalau BLK nya di Jawa Tengah, misalnya, lebih tepat kalau fokus pada pelatihan di bidang konveksi dan seni batik. Karena Jawa Tengah merupakan sentra konveksi dan batik. Ini yang paling penting,” tegas Politisi Partai NasDem ini.
” Kalau TKA tidak dibatasi dan diatur regulasinya, kita pasti akan tergeser. Namun, kalau hanya TKA tertentu dengan jumlah sedikit dan mempunyai keahlian khusus, justru kita bisa menimba ilmu dari TKA tersebut. Yang penting regulasinya harus jelas dan tegas, agar tenaga kerja kita juga terserap di dalam negeri,” pungkas Ali Mahir. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline