logo seputarnusantara.com

Yanes Murib Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Untuk Persatukan Umat Beragama

Yanes Murib Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Untuk Persatukan Umat Beragama

Yanes Murib, MM., Anggota DPD/ MPR RI dari Provinsi Papua (kanan) saat menjadi Nara Sumber Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

24 - Feb - 2017 | 12:23 | kategori:Headline

Kabupaten Jayapura. Seputar Nusantara. Pada bulan Februari 2017 ini, kembali dilaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yakni Pancasila, UUD’ 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk itu Anggota DPD RI dari Provinsi Papua, Yanes Murib, MM., melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa se- Pegunungan Jayawijaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Nduga di Jayapura Papua.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar oleh Yanes Murib dilaksanakan di Desa Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura- Papua.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2017.

Sedangkan sebagai Nara Sumbernya adalah Yanes Murib, MM., Anggota DPD RI dari Provinsi Papua.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara tersebut diikuti oleh 150 orang.

Dalam paparannya, Yanes Murib menjelaskan bahwa MPR terdiri atas Anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. MPR merupakan Lembaga Permusyawaratan Rakyat yang berkedudukan sebagai Lembaga Negara.

Yanes Murib dalam paparannya menjelaskan bahwa karakter yang hendak dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia adalah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap NKRI, bukan karakter yang berkembang secara tidak terkendali, apalagi menggoyahkan NKRI.

” Oleh karena itu, rasa cinta terhadap tanah air perlu dikembangkan dalam pembangunan karakter bangsa. Perkembangan sikap demokratis dan menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia sebagai bagian dari pembangunan karakter harus diletakkan dalam bingkai menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, bukan untuk memecah belah bangsa dan NKRI,” terang Yanes Murib.

Oleh karena itu, lanjutnya, landasan yang harus menjadi pijakan dalam pembangunan karakter bangsa adalah komitmen terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

” Keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) merupakan suatu keniscayaan dan tidak bisa dipungkiri oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi, keberagaman itu harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosiokultural, kekayaan yang bersifat kodrati dan alamiah sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.

Jadi, sambungnya, keberagaman bukan untuk dipertentangkan, apalagi dipertantangkan sehingga terpecah- belah. Oleh karena itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus dapat menjadi penyemangat bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

” Jadi ada lima hal yang perlu diperhatikan, pertama, mermbangun kesadaran bersama bahwa setiap warga negara yang tinggal di Indonesia pada umumnya dan di Papua pada khususnya adalah sama- sama makhluk ciptaan Tuhan, yang harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lainnya,” tegas Yanes Murib.

Kemudian kedua, lanjutnya, menumbuhkan dan mengembangkan kearifan lokal yang memang sejak dahulu memberikan inspirasi damai kepada semua pemeluk agama di Indonesia. Ketiga, perlunya penguatan moderatisme keagamaan di semua agama di Indonesia.

Keempat, pentingnya membangun sistem peringatan dini terhadap potensi konflik agar seluruh stakeholder keagamaan di tanah Papua serta Indonesia pada umumnya, secara bersama- sama berperan aktif dan mampu mendeteksi benih- benih konflik yang akan terjadi serta mencarikan solusi pemecahan terbaiknya,” terangnya.

” Dan kelima, perlunya kerjasama lintas agama secara kongkrit, agar kedamaian antar umat beragama dapat terwujud di Papua khususnya dan di Indonesia pada umumnya,” pungkas Yanes Murib. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline