logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah : Penuhi Kebutuhan Nasional, Kementan Genjot Komoditas

Sulaeman Hamzah : Penuhi Kebutuhan Nasional, Kementan Genjot Komoditas

H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR

3 - Apr - 2017 | 20:00 | kategori:Headline
Jakarta. Seputar Nusantara. Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa seluruh komoditas memang sedang digenjot oleh Kementerian Pertanian agar maksimal hasilnya.
” Sekarang sudah mulai kelihatan hasilnya. Kinerja Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan hasil komoditas patut untuk kita apresiasi,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Senin 3 April 2017.
Sulaeman lebih lanjut memaparkan, kinerja Kementerian Pertanian ini sangat luar biasa. Kalau terkait dengan ekspor komoditas, ini harus disinergikan dengan Kementerian terkait. Sebab, Kementerian Pertanian tidak akan bisa melakukan ekspor kalo tanpa sinergi dengan Kementerian lain.
” Jadi, khusus mengenai ekspor jagung dari Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya, ini merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan bagi kita. Oleh karena itu, kita patut apresiasi prestasi ekspor jagung dari Jawa Timur ini. Untuk beberapa wilayah lain di Indonesia, juga sudah bisa memenuhi kebutuhan akan komoditas dalam negeri,” terang Sulaeman Hamzah, Politisi Partai NasDem dari Dapil Papua ini.
Selanjutnya, ungkap Sulaeman, mengenai komoditas jagung ini, lebih banyak digunakan untuk pakan ternak. Oleh karena itu, harus dimaksimalkan lagi komoditas dasar lainnya yang dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, seperti kedelai, beras, dll. Hal ini supaya kebutuhan dasar untuk manusia bisa terpenuhi dari hasil didalam negeri.
” Maka, harus digenjot komoditas untuk kebutuhan manusia seperti kedelai, beras, dll, baik itu dari segi produksi maupun harganya harus stabil. Sekarang ini yang belum memenuhi target produksi adalah kedelai. Sebab, disamping masalah lahan, juga masalah ketertarikan petani untuk menggarap kedelai ini masih minim,” tegasnya.
Kementerian Pertanian, sambungnya, memang mempunyai target yang tinggi untuk menggenjot produksi kedelai. Sebab, kedelai ini belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga dikejar betul oleh Kementerian Pertanian agar mencapai target produksi.
” Masalah kedelai ini terkait dengan harga dan rumitnya mengelola komoditas ini. Sehingga masih sedikit petani yang mau menggarap dan mengelola komoditas kedelai. Sehingga dibutuhkan rangsangan, agar para petani mau menggarap dan mengelola komoditas kedelai,” ucap Sulaeman Hamzah.
” Disamping mengejar pemenuhan kebutuhan nasional, yang harus dikejar juga mengenai kualitas komoditas. Karena untuk kualitas ini kita masih kalah dengan negara lain, seperti beras, harus ditingkatkan kualitasnya. Makanya ada impor beras, karena untuk memenuhi kebutuhan beras kelas premium,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz).
Jakarta. Seputar Nusantara. Produksi jagung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur melimpah.
Lamongan pun siap mengekspor jagung ke Malaysia.
Dalam keterangan tertulis dari Kementan, Rabu (29/3/2017), Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesi (APJI), Sholahuddin mengatakan, Lamongan dapat mengekspor jagung ke Malaysia sekitar 500 ribu ton pada tahun ini.
Ekspor tersebut bisa ditingkatkan karena potensi lahan cukup luas dan petani Lamongan sudah berpengalaman menanam jagung.
Bahkan dengan modernisasi penanaman jagung, produktivitas jagung di Lamongan bisa ditingkatkan lebih dari 10 ton per hektare.
“Setiap tahun bisa tanam jagung dua kali,” kata Sholahuddin.
roduksi jagung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur melimpah. Lamongan pun siap mengekspor jagung ke Malaysia.
Dalam keterangan tertulis dari Kementan, Rabu (29/3/2017), Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesi (APJI), Sholahuddin mengatakan, Lamongan dapat mengekspor jagung ke Malaysia sekitar 500 ribu ton pada tahun ini. Ekspor tersebut bisa ditingkatkan karena potensi lahan cukup luas dan petani Lamongan sudah berpengalaman menanam jagung.
Bahkan dengan modernisasi penanaman jagung, produktivitas jagung di Lamongan bisa ditingkatkan lebih dari 10 ton per hektare. “Setiap tahun bisa tanam jagung dua kali,” kata Sholahuddin.
Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa seluruh komoditas memang sedang digenjot oleh Kementerian Pertanian agar maksimal hasilnya.
” Sekarang sudah mulai kelihatan hasilnya. Kinerja Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan hasil komoditas patut untuk kita apresiasi,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Senin 3 April 2017.
Sulaeman lebih lanjut memaparkan, kinerja Kementerian Pertanian ini sangat luar biasa. Kalau terkait dengan ekspor komoditas, ini harus disinergikan dengan Kementerian terkait. Sebab, Kementerian Pertanian tidak akan bisa melakukan ekspor kalo tanpa sinergi dengan Kementerian lain.
” Jadi, khusus mengenai ekspor jagung dari Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya, ini merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan bagi kita. Oleh karena itu, kita patut apresiasi prestasi ekspor jagung dari Jawa Timur ini. Untuk beberapa wilayah lain di Indonesia, juga sudah bisa memenuhi kebutuhan akan komoditas dalam negeri,” terang Sulaeman Hamzah, Politisi Partai NasDem dari Dapil Papua ini.
Selanjutnya, ungkap Sulaeman, mengenai komoditas jagung ini, lebih banyak digunakan untuk pakan ternak. Oleh karena itu, harus dimaksimalkan lagi komoditas dasar lainnya yang dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, seperti kedelai, beras, dll. Hal ini supaya kebutuhan dasar untuk manusia bisa terpenuhi dari hasil didalam negeri.
” Maka, harus digenjot komoditas untuk kebutuhan manusia seperti kedelai, beras, dll, baik itu dari segi produksi maupun harganya harus stabil. Sekarang ini yang belum memenuhi target produksi adalah kedelai. Sebab, disamping masalah lahan, juga masalah ketertarikan petani untuk menggarap kedelai ini masih minim,” tegasnya.
Kementerian Pertanian, sambungnya, memang mempunyai target yang tinggi untuk menggenjot produksi kedelai. Sebab, kedelai ini belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga dikejar betul oleh Kementerian Pertanian agar mencapai target produksi.
” Masalah kedelai ini terkait dengan harga dan rumitnya mengelola komoditas ini. Sehingga masih sedikit petani yang mau menggarap dan mengelola komoditas kedelai. Sehingga dibutuhkan rangsangan, agar para petani mau menggarap dan mengelola komoditas kedelai,” ucap Sulaeman Hamzah.
” Disamping mengejar pemenuhan kebutuhan nasional, yang harus dikejar juga mengenai kualitas komoditas. Karena untuk kualitas ini kita masih kalah dengan negara lain, seperti beras, harus ditingkatkan kualitasnya. Makanya ada impor beras, karena untuk memenuhi kebutuhan beras kelas premium,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline