logo seputarnusantara.com

Bahrum Daido : Ada Korelasi Kuat Antara Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi

Bahrum Daido : Ada Korelasi Kuat Antara Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi

DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat

4 - Apr - 2017 | 20:50 | kategori:Headline
Jakarta. Seputar Nusantara. Presiden Joko Widodo hari ini melaksanakan Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara.
Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai pembangunan infrastruktur dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen.
Menurut DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, bahwa ada korelasi yang kuat antara pembangunan infrastruktur dengan pertumbuhan ekonomi.
” Sebab, dengan adanya pembangunan infrastruktur, seperti jalan Desa, Kecamatan, jalan Kabupaten, Provinsi dan jalan Nasional, maka distribusi barang dan jasa akan semakin lancar,” ungkap Bahrum Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 4 April 2017.
Kemudian, lanjutnya, kalau distribusi barang dan jasa lancar, maka perekonomian akan bergerak cepat. Kalau perekonomian bergerak cepat, maka secara otomatis pertumbuhan ekonomi akan meningkat.
” Contoh lain, para petani didaerah, akan mudah dan lancar menjual hasil pertaniannya ke tempat lain kalau infrastruktur bagus. Dengan mudah dan lancarnya distribusi hasil pertanian ke daerah lain, maka pertumbuhan ekonomi di daerah akan tinggi. Kalau pertumbuhan ekonomi di daerah tinggi, maka pertumbuhan ekonomi secara nasional juga demikian,” terang Bahrum Daido, Politisi Partai Demokrat ini.
Itu merupakan pembangunan infrastruktur jalan. Kemudian, yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan infrastruktur waduk/ bendungan. Waduk digunakan untuk menampung air dan kemudian dimanfaatkan untuk mengairi areal pertanian.
” Dengan adanya waduk yang kemudian dialirkan ke areal pertanian, maka produksi komoditas pertanian menjadi meningkat. Yang tadinya petani panen 2- 3 ton/ hektar/ tahun, maka dengan adanya waduk ini, hasil panen petani bisa meningkat hingga 6- 12 ton/ hektar/ tahun,” ucapnya.
Selain infrastruktur jalan dan waduk, yang tidak kalah pentingnya lagi adalah pembangunan infrastruktur dermaga. Dermaga ini sangat menopang lancarnya distribusi barang dan jasa yang melalui jalur laut. Mengapa harga- harga barang di Papua mahal, karena jalur laut belum maksimal. Maka pembangunan dermaga- dermaga di seluruh Indonesia sangat urgent.
” Pembangunan dermaga di Papua dan wilayah lain di Indonesia harus segera digencarkan. Ini untuk merealisasikan tol laut. Kalau harga barang di Papua sudah sama dengan di Jawa, maka potensi Papua yang sangat besar, dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Bahrum Daido.
Selain pembangunan dermaga untuk menunjang tol laut, pembangunan jalan tol di seluruh Indonesia juga harus dikebut. Sebab, jalan tol sangat memperlancar distribusi barang dan jasa. Jalan tol, disamping untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, juga sebagai cost recovery yang dapat membiayai pembangunan.
” Jadi, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 6 persenpun, harus didukung oleh infrastruktur yang handal. Kalau infrastruktur di seluruh Indonesia sudah bagus dan handal, maka pertumbuhan ekonomi secara otomatis akan meningkat drastis. Jadi kesimpulannya, sangat erat korelasi antara pembangunan infrastruktur dengan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Bahrum Daido di penghujung wawancara. (Aziz).
Jakarta. Seputar Nusantara. Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa 4 April 2017 mengadakan Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara.
Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai pembangunan infrastruktur dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen.
Menurut DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, bahwa ada korelasi yang kuat antara pembangunan infrastruktur dengan pertumbuhan ekonomi.
” Sebab, dengan adanya pembangunan infrastruktur, seperti jalan Desa, Kecamatan, jalan Kabupaten, Provinsi dan jalan Nasional, maka distribusi barang dan jasa akan semakin lancar,” ungkap Bahrum Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 4 April 2017.
Kemudian, lanjutnya, kalau distribusi barang dan jasa lancar, maka perekonomian akan bergerak cepat. Kalau perekonomian bergerak cepat, maka secara otomatis pertumbuhan ekonomi akan meningkat.
” Contoh lain, para petani di daerah, akan mudah dan lancar menjual hasil pertaniannya ke tempat lain kalau infrastrukturnya bagus. Dengan mudah dan lancarnya distribusi hasil pertanian ke daerah lain, maka pertumbuhan ekonomi di daerah akan tinggi. Kalau pertumbuhan ekonomi di daerah tinggi, maka pertumbuhan ekonomi secara nasional juga demikian,” terang Bahrum Daido, Politisi Partai Demokrat ini.
Itu merupakan pembangunan infrastruktur jalan. Kemudian, yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan infrastruktur waduk/ bendungan. Waduk digunakan untuk menampung air dan kemudian dimanfaatkan untuk mengairi areal pertanian.
” Dengan adanya waduk yang kemudian dialirkan ke areal pertanian, maka produksi komoditas pertanian menjadi meningkat. Yang tadinya petani panen 2- 3 ton/ hektar/ tahun, maka dengan adanya waduk ini, hasil panen petani bisa meningkat hingga 6- 12 ton/ hektar/ tahun,” ucapnya.
Selain infrastruktur jalan dan waduk, yang tidak kalah pentingnya lagi adalah pembangunan infrastruktur dermaga. Dermaga ini sangat menopang lancarnya distribusi barang dan jasa yang melalui jalur laut. Mengapa harga- harga barang di Papua mahal, karena jalur laut belum maksimal. Maka pembangunan dermaga- dermaga di seluruh Indonesia sangat urgent.
” Pembangunan dermaga di Papua dan wilayah lain di Indonesia harus segera digencarkan. Ini untuk merealisasikan tol laut. Kalau harga barang di Papua sudah sama dengan di Jawa, maka potensi Papua yang sangat besar, dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Bahrum Daido.
Selain pembangunan dermaga untuk menunjang tol laut, pembangunan jalan tol di seluruh Indonesia juga harus dikebut. Sebab, jalan tol sangat memperlancar distribusi barang dan jasa. Jalan tol, disamping untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, juga sebagai cost recovery yang dapat membiayai pembangunan.
” Jadi, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 6 persenpun, harus didukung oleh infrastruktur yang handal. Kalau infrastruktur di seluruh Indonesia sudah bagus dan handal, maka pertumbuhan ekonomi secara otomatis akan meningkat drastis. Jadi kesimpulannya adalah, sangat erat korelasi antara pembangunan infrastruktur dengan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Bahrum Daido di penghujung wawancara. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline