logo seputarnusantara.com

Yanes Murib Sosialisasi 4 Pilar Untuk Mantapkan Pancasila Khususnya Toleransi Antar Umat Beragama

Yanes Murib Sosialisasi 4 Pilar Untuk Mantapkan Pancasila Khususnya Toleransi Antar Umat Beragama

Yanes Murib, MM., Anggota DPD RI dari Provinsi Papua, saat menjadi nara sumber Sosialisasi 4 Pilar

20 - Apr - 2017 | 13:51 | kategori:Headline

Kabupaten Jayapura. Seputar Nusantara. Pada bulan April 2017, kembali dilaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yakni Pancasila, UUD’ 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk itu Anggota DPD RI dari Provinsi Papua, Yanes Murib, MM., melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bekerjasama dengan Lembaga Adat Masyarakat Suku Dani (LAMAS- DANI) Kabupaten Jayapura- Papua.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar oleh Yanes Murib dilaksanakan di Desa Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura- Papua.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 April 2017.

Sedangkan sebagai Nara Sumbernya adalah Yanes Murib, MM., Anggota DPD RI dari Provinsi Papua.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara tersebut diikuti oleh 150 orang.

Dalam paparannya, Yanes Murib menjelaskan bahwa MPR terdiri atas Anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. MPR merupakan Lembaga Permusyawaratan Rakyat yang berkedudukan sebagai Lembaga Negara.

Saat sesi dialog, beberapa peserta Sosialisasi 4 Pilar mempertanyakan diantaranya ; Minus Kogoya : pada realitasnya, orang yang beragama non- muslim dipersulit untuk menjabat di pemerintahan. Padahal dalam Pancasila terutama sila ke- 1 berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, yang artinya menghormati agama yang berbeda- beda. Apakah saat ini Pancasila masih menjadi dasar negara?

Kemudian, Jefri Lokmbere mempertanyakan ; saat ini banyak sekali isu tentang agama, terutama dalam Pilkada DKI Jakarta, dimana situasi tersebut dimanfaatkan oleh orang- orang pintar serta para kapitalis untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon demi kepentingan individu ataupun kelompok tertentu.

Hal tersebut akan berdampak pada daerah lain di Indonesia pada khususnya daerah yang mayoritasnya Kristen, karena DKI Jakarta merupakan barometer Indonesia, tentunya sudah seharusnya menerapkan cara berpolitik yang benar, edukatif, membangun, dan partisipatif serta demokratis, akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bagaiamana menyikapi hal tersebut?

Kemudian, Yanes Murib selaku nara sumber memaparkan bahwa Pancasila harus tetap menjadi dasar negara, karena Pancasila sangat tepat dan cocok sebagai dasar negara di Indonesia, sebab Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama dan golongan. Oleh karena itu, dasar negara Pancasila harus diperkuat di Indonesia, karena Pancasila dapat mempersatukan pluralitas yang ada di Indonesia.

Terutama sila ke- 1, lanjut Yanes Murib, bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan masyarakat Indonesia akan adanya Tuhan. Walaupun di Indonesia terdiri dari beberapa agama, namun harus saling menghormati dan toleransi antar umat beragama.

Selanjutnya, mengenai maraknya Pilkada di DKI Jakarta yang ramai mengenai issue agama, seharusnya issue agama jangan dijadikan sebagai komoditas politik. Karena Indonesia mengakui beberapa agama yang sudah disahkan oleh pemerintah, artinya, agama- agama tersebut sudah sah dan wajar hidup berkembang di Indonesia. Toleransi umat beragama sangat penting, kalau toleransi antar umat beragama kuat, maka kejadian Plkada DKI Jakarta tidak akan terjadi di daerah lain. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline