logo seputarnusantara.com

Imam Suroso : Optimalkan Pelayanan, Petugas Kesehatan Haji Wajib Ditambah

Imam Suroso : Optimalkan Pelayanan, Petugas Kesehatan Haji Wajib Ditambah

H. Imam Suroso, S. Sos., SH., MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

7 - Jun - 2017 | 20:13 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Dalam Raker (Rapat Kerja) antara Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama, pada Senin 5 Juni 2017 di Komisi IX DPR, dibahas antara lain masalah petugas medis bagi Jamaah Haji.

Dalam rapat tersebut mengemuka persoalan kurangnya petugas medis pada musim Haji. Petugas medis ini berperan memberikan pelayanan kesehatan bagi para Jamaah Haji Indonesia.

Menurut H. Imam Suroso, S. Sos., SH., MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa penambahan petugas medis bagi para Jamaah Haji Indonesia sangat diperlukan dan harus segera dilakukan.

” Penambahan petugas medis bagi Jamaah Haji Indonesia ini perlu segera diwujudkan. Karena quota petugas medis tidak seimbang dengan quota Jamaah Haji Indonesia,” ungkap Imam Suroso kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Rabu 7 Juni 2017.

Imam Suroso memaparkan, dengan jumlah Jamaah Haji Indonesia yang lebih dari 200 ribu per- tahunnya, maka jumlah tenaga medis juga harus seimbang dengan jumlah Jamaah Haji Indonesia tersebut.

” Sehingga pelayanan kesehatan terhadap ratusan ribu Jamaah Haji Indonesia tersebut bisa tercover. Kalau pelayanan kesehatan Haji tercover, maka akan minim Jamaah Haji yang meninggal dunia ataupun mengalami sakit, karena segera diatasi oleh petugas medis,” tegas Imam Suroso, Politisi PDI Perjuangan ini.

Imam Suroso menjelaskan bahwa hukumnya wajib menambah jumlah petugas medis bagi Jamaah Haji. Kemudian fungsi pengawasan dari Komisi IX DPR terhadap persoalan pelayanan kesehatan Haji juga sangat penting.

” Jadi, fungsi pengawasan Komisi IX DPR ini perlu ditingkatkan, terkait dengan pelayanan kesehatan bagi Jamaah Haji Indonesia. Kalau selama ini, dari Komisi IX DPR hanya mengirimkan 2 Anggotanya untuk mengawasi pelayanan kesehatan Haji. Saya kira perlu ditambah misalnya menjadi 10 atau 15 Anggota Komisi IX DPR khusus mengawasi masalah pelayanan kesehatan selama musim Haji,” ungkapnya.

Persoalan kesehatan Jamaah Haji ini kompleks, ada yang sakit- sakitan, ada yang karena tua kemudian nafas kurang bagus, ada yang TBC, ada yang menderita berbagai penyakit selama di Arab Saudi. Kalau petugas medisnya siaga dan obat- obatannya lengkap, maka bisa segera diatasi persoalan kesehatan Haji tersebut.

” Sudah diawasi saja terkadang tidak beres, apalagi kalau tidak ada pengawasan sama sekali dari Legislatif. Padahal Eksekutif kan sudah diberi anggaran, tinggal mengimplementasikan dengan baik. Tetapi terkadang ya masih kurang beres, maka, itulah pentingnya pengawasan dari DPR, termasuk pengawasan persoalan pelayanan kesehatan Jamaah Haji Indonesia,” ucap Imam Suroso.

” Pesan saya kepada petugas medis Haji, haruslah fokus, proaktif dan jangan hanya menunggu. Petugas medis ini bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi para Jamaah Haji Indonesia. Jadi, petugas Haji dikirim ke Arab Saudi ini bukan untuk beribadah Haji, melainkan bertugas melayani Jamaah Haji, jangan dicampuradukkan, supaya fokus,” pungkas Imam Suroso di penghujung wawancara. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline