Universitas Mpu Tantular Deklarasi Sebagai Kampus Bhinneka Tunggal Ika

Jakarta. Seputar Nusantara. Setelah UGM memproklamirkan diri sebagai Kampus Pancasila, dan beberapa kampus di Banten deklarasikan sebagai kampus antiradikalisme, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta mendeklarasikan diri sebagai “Kampus Bhinneka Tunggal Ika”.
Deklarasi dilangsungkan pada hari Rabu, 12 Juli 2017, di Aula Hiobadja Lt. 8, Universitas Mpu Tantular, di Jl. Cipinang Besar No.2, Cipinang, Jakarta Timur.
Ada sekitar 200-an orang yang menyaksikan deklarasi, yang sebelumnya diawali dengan Seminar Nasional bertajuk “Mengaktualisasikan Kembali Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Jatidiri Bangsa Indonesia”.
Teks Deklarasi dibacakan Rektor Universitas Mpu Tantular, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME, didampingi para pejabat struktural, para Dosen, Badan Pengurus Harian (BPH), dan para mahasiswa. Dilanjutkan pemukulan gong oleh Budi P. Sinambela, BBA, Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta (yang menaungi Universitas Mpu Tantular).
Ketika gong berbunyi ketiga kali, dalam gerakan cepat, beberapa mahasiswa di bagian depan, membentangkan spanduk ‘Kampus Bhinneka Tunggal Ika-Universitas Mpu Tantular’ sepanjang 8 meter, disentak bunyi party poppers (tembakan selebration kertas) keatas. Disambut lagu ‘Kebyar-kebyar’ oleh Danny PH Siagian, SE, MM, yang membuat suasana gempita dan semarak.
Deklarasi ini dimaksudkan untuk meneguhkan kekuatan Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat bangsa, dimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika pertama kali muncul, dalam kitab Sutasoma, gubahan pujangga besar Mpu Tantular, pada abad XIV pada masa Kerajaan Majapahit.
Dalam kitab Sutasoma itu, Mpu Tantular menuliskan kalimat, yang intinya bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yang mendua.
Selain itu, diusianya yang ke 33 tahun, Universitas Mpu Tantular ingin lebih menguatkan tekad dan eksistensinya, sebagai penyandang nama besar Mpu Tantular, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang ditulisnya, yang dikemudian hari ternyata menjadi semboyan bangsa Indonesia.
Deklarasi ini juga tak lepas dari tantangan kondisi kebangsaan belakangan ini, dengan munculnya paham radikalisme, serta isu khilafah, yang ingin menggugat Pancasila sebagai Ideologi Negara. Sebagai bentuk kecintaan Universitas Mpu Tantular tehadap bangsa dan Negara, maka momentum ini, ingin lebih ditegaskan melalui pendeklarasian Kampus Bhinneka Tunggal Ika.
Demikian yang menjadi paparan Keynote Speaker Seminar Nasional, Budi P. Sinambela, BBA, Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta (yang menaungi Universitas Mpu Tantular), sebelum membuka acara seminar secara resmi.
“Ke depan, kita ingin Kampus Bhinneka Tunggal Ika-Universitas Mpu Tantular, dapat menjadi Pusat Studi dan Pengkajian Kebhinnekaan dan Pluralisme di Indonesia. Tentunya nanti akan ada mata kuliah kebhinnekaan, yang menjadi ciri khas akademik di institusi ini,” tandasnya.
Memasuki sesi seminar, moderator Bambang Suroso, SH, MH mengundang tampil Dr. Anas Saidi, Deputi I Bidang Pengkajian dan Materi Unit Kerja Presiden- Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) sebagai pengganti narasumber Prof. Dr. Yudi Latif. Sedangkan Yenni Wahid, digantikan oleh Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Sosiolog dan Budayawan NU dan Dosen Pasca Sarjana IAIN Yogyakarta, yang juga dulu dikenal sebagai jurubicara pribadi Alm. Presiden Gus Dur.
Dalam paparannya, Anas Saidi mengatakan, enam bulan terakhir berkembang politik primordialisme, yang bisa menimbulkan perpecahan.
“Sebab mencoba-coba mengganti ideologi, itu sudah tergolong subversi ideologi. Sebab Indonesia, bukan negara agama,” tandasnya.
Sebab itu menurutnya, siapapun yang ingin menentang ideologi Negara, patut diambil tindakan keras. Seperti salah satunya ormas HTI, yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara.
Sementara itu, Zastrouw mengatakan, sejak dulu, Nusantara itu sejak ada, sudah kodratnya beragam.
“Beragam suku, agama, ras, dengan segala latar belakangnya. Oleh sebab itu, siapapun harus menerimanya. Karena sejak lahirnya sudah beragam. Tidak bisa yang satu menindas yang lain, yang satu menyakiti lainnya,” bebernya.
Perihal Universitas Mpu Tantular ingin menjadikan kampus Bhinneka Tunggal Ika sebagai Pusat Studi Kajian Kebhinnekaan, Zastrow sangat mendukung.
“Saya sangat mendukung, apabila Universitas Mpu Tantular ingin mendeklarasikan kampus ini sebagai Kampus Bhinneka Tunggal Ika, dan membuat Pusat Studi Kebhinnekaan. Namun harus serius mengkaji kitab Sutasoma yang berjilid-jilid itu,” tandasnya.
Pemaparan kedua narasumber dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Para mahasiswa cukup antusias menanyakan berbagai hal yang dijelaskan.
Acara Seminar Nasional diawali upacara Nasional dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan hening cipta dan pembacaan Teks Pancasila oleh Dekan Fakultas Maritim, Alfais Amin, S.Sos, MM.PIA. Selanjutnya, Ketua Panitia, Dr. Rr. Dijan Widijowati, SH, MH menyampaikan laporannya, dilanjutkan sambutan Rektor Universitas Mpu Tantular, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME.
Para peserta yang hadir terdiri dari: jajaran Yayasan, BPH, Rektorat, Dekanat, Struktural, para mahasiswa Universitas Mpu Tantular, dari unsur sekolah SMA wilayah Jakarta Timur dan Bekasi, ormas luar kampus, tokoh masyarakat, tokoh agama, undangan dari kampus di Jakarta dan Bekasi, dan beberapa undangan dari unsur lainnya.
Setelah acara seminar, dilakukan penyerahan plakat kepada pembicara oleh Bendahara Yayasan, Dewi Christina Sitorus, SE dan Rektor. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Rektor III, Suyitno, SE, MM. (Aziz/ Dans)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional