logo seputarnusantara.com

Dony Subardono : Prinsip Saya, Melayani Lebih Mulia Daripada Dilayani

Dony Subardono : Prinsip Saya, Melayani Lebih Mulia Daripada Dilayani

Dony Subardono, Kepala Keamanan Bandara Grup AP 1 (Angkasa Pura 1)

25 - Agu - 2017 | 19:43 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pengamanan Bandara mempunyai arti yang sangat besar.

Sebab, faktor keamanan dan keselamatan di Bandara merupakan hal yang pokok yang diinginkan oleh semua pihak.

Terkait faktor keamanan Bandara, tentu tidak bisa terlepas dari peranan Security Bandara yang mempunyai tugas dan tanggungjawab terhadap keamanan Bandara.

Hal tersebut disampaikan oleh Dony Subardono, Kepala Keamanan Bandara Grup Angkasa Pura 1.

Untuk lebih detailnya, seputarnusantara.com berhasil mewawancarai Dony Subardono terkait tugasnya sebagai Komandan Keamanan Bandara di lingkungan Angkasa Pura 1.

Berikut petikan wawancaranya :

Sejak 1996 Bapak bertugas di Security Bandara, apa hal yang menarik saat awal- awal bertugas?

Sebenarnya saya bekerja sudah dari 1996 sebagai Security Bandara. Yang menarik adalah, ternyata yang mengatur standar kualitas adalah peraturan Internasional, sementara belum diaplikasikan secara penuh pada saat itu di Indonesia. Ketika saya meneliti lebih jauh, ternyata karena aturannya berbahasa Inggris dan belum banyak yang mau mengupas secara tuntas waktu itu.

Pengalaman puluhan tahun sebagai Security Bandara, prinsip apa yang selalu Bapak kedepankan untuk melayani masyarakat yang menggunakan jasa Bandara?

Prinsip saya adalah “Melayani lebih mulia daripada Dilayani” dan memang saya merasakan kepuasan tersendiri apabila melayani penumpang dan mereka merasa aman dan nyaman dalam perjalanannya.

Bapak termasuk yang giat dan tekun mengikuti pelatihan- pelatihan, apa sebenarnya motivasi Bapak?

Saya ingin Pengamanan Penerbangan Sipil di Indonesia ini sejajar dengan Bandara- Bandara di Dunia, dan dengan jaminan keamanan yang baik, maka dapat meningkatkan angka kunjungan bisnis maupun wisata ke Indonesia.

Sudah di berapa negara Bapak mengikuti pelatihan dan di negara mana yang paling berkesan?

Yang paling berkesan adalah Pelatihan di Amerika. Mereka sangat serius dalam mempersiapkan Sistem Keamanan Bandaranya, peralatannya sangat canggih dan mutakhir, etos kerja personil- nya juga sangat bagus. Mungkin disebabkan pengalaman buruk yang mereka dapatkan pada 11 September 2001 sehingga mereka sangat serius menangani hal ini.

Output apa yang Bapak peroleh setelah ikut pelatihan- pelatihan tersebut?

Dari pelatihan- pelatihan di luar negeri, sebenarnya saya sekalian mengukur kekuatan sistem pengamanan kita dibandingkan negara- negara tersebut. Dan output yang saya dapatkan adalah sebenarnya negara kita hanya kalah alat saja, untuk kesiapan personil dan kemampuannya masih bisa diadu dengan negara luar.

Yang penting adalah standar Internasional yang telah ditetapkan harus dijalankan sepenuhnya dan tentu dengan dukungan kesadaran masyarakat juga untuk mematuhi segala aturan yang ditetapkan di Bandara. Karena aturan yang ada itu mengadopsi standar yang telah ditentukan oleh negara- negara anggota ICAO yang mana Indonesia sebagai salah satu anggotanya. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline