logo seputarnusantara.com

Berkiprah 34 Tahun, Kepala Syahbandar Manado Dianugerahkan Penghargaan

Berkiprah 34 Tahun, Kepala Syahbandar Manado Dianugerahkan Penghargaan

Marnes Rompas, SH, MH, Kepala KSOP Kelas III Manado (kanan), sedang terima penghargaan dari Vice Chairman Danny PH Siagian, SE, MBA, MM (kiri)

4 - Sep - 2017 | 20:42 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Berkiprah selama 34 tahun di sebuah bidang, tentu bukan suatu pekerjaan mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Namun berkat kegigihan dan ketekunan, tak heran jika seseorang mencapai puncak karir tertentu, sebagai bukti ‘track record’-nya.

Itu pula yang dibuktikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado, Marnes Rompas, SH, MH, hingga dapat penghargaan ‘Indonesian Figure Executive & Professional Achievement Award 2017’.

Penghargaan dianugerahkan Lembaga Citra Prestasi Anak Bangsa (Yayasan Citra Prestasi Anak Bangsa), Jakarta, pada ‘Inauguration Night’ hari Sabtu, 12 Agustus 2017, di Semanggi Room, Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat. Piala dan medali diserahkan oleh Prof. DR. H.B. Katili, MM (Advisor), dan pigura diserahkan oleh Danny PH Siagian, SE, MBA, MM (Vice Chairman).

Ada 15 tokoh yang terpilih sebagai penerima penghargaan pada periode Agustus 2017, setelah terseleksi dari 39 tokoh yang terjaring sebelumnya. Bersama Marnes, Wakil Bupati Morowali, Sulteng, Wakil Bupati Wonosobo, Jateng, dan beberapa Ketua/ Wakil Keua DPRD berbagai daerah.

Berbincang dengan awak media Jakarta, Marnes Rompas diketahui sudah berkarir sejak tahun 1983 di Perhubdar Manado, sambil mengajar kursus diluar dinas waktu itu. Tahun 1985, ia kemudian meningkatkan pendidikannya dengan kuliah di Fakultas Hukum Unsrat, Manado.

Namun kuliahnya sempat terhenti di semester VIII, karena tahun 1990 dipilih sebagai utusan Kanwil Perhubungan Sulut, mengikuti pendidikan di Balai Pendidikan Transportasi Darat (BPTD) Jurusan LLASDP (Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) di Palembang, Sumatera Selatan.

Setelah 3 (tiga) tahun pendidikan, Rompas di wisuda di Hanggar Diklat Penerbangan Curug, Tangerang. Setelah itu, ia ditempatkan di kantor Pelabuhan Penyeberangan Bitung, dan tahun 1994 dimutasi ke Kantor Pelabuhan Penyeberangan Pananaru kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud untuk merintis lintas penyeberangan Pananaru-Bitung hingga tahun 2000.

Seiring otonomi daerah, Rompas dimutasi ke Dinas Perhub Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud Depdagri, sebagai Kepala Seksi Angkutan Darat. Pada tahun 2002 ia ditarik kembali ke Manado, hingga tahun 2003 ia dapat menyelesaikan pendidikannya yang tertunda, di Universitas Kristen Tomohon, dan di wisuda tahun 2004.

Karirnya makin meningkat, setelah mengikuti seleksi lolos butuh dari Dinas Perhubungan Dalam Negeri ke Ditjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, hingga tahun 2005 ia alih status ke Kantor Adpel Kelas IV Gorontalo dan dilantik menjadi Kepala Urusan TU. Tahun 2009, ia naik jabatan menjadi Kepala Adpel Gorontalo yang dilantik di Jakarta.

Di Gorontalo ia sempat mengikuti pendidikan Pasca Sarjana, hingga meraih gelar Magister Hukum tahun 2011. Adanya reformasi birokrasi Pemerintahan, yang merubah nomenklatur jabatan Adpel menjadi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), untuk selanjutnya ia dilantik kembali di Jakarta dengan jabatan Kepala KSOP Gorontalo hingga tahun 2013.

Sebagai Kepala Adpel Gorontalo, Rompas banyak terlibat merintis dermaga kecil menjadi pelabuhan besar. Selama 5 (lima) tahun enam bulan ia bertugas disana, seiring kebutuhan pemekaran provinsi Gorontalo, yang saat itu dipimpin Gubernurnya, Ir. Fadel Mohammad.

Pertengahan 2013, ia dimutasi lagi ke Kantor KSOP Kelas II Kendari, Sultra hingga April 2015. Selanjutnya dilantik lagi di Jakarta, sebagai Kepala Kantor Unit Penyeberangan Pelabuhan (KUPP) Sanana kabupaten Kepulauan Sula, Maluku.

Pada Januari 2017, ayah satu anak ini mengikuti ujian kompetensi di Jakarta, untuk menjadi Kepala Bidang kelas Utama, yang akan ditempatkan di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun akhirnya, ia dilantik menjadi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado, Sulawesi Utara.

Dari pantauan media, Marnes Rompas diketahui sangat antisipatif dalam mengelola lonjakan arus penumpang naik-turun di pelabuhan Manado, Lebaran Juni 2017 lalu, yang ditinjau langsung oleh mantan Menteri Perhubungan, EE Mangindaan, yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI itu.

Tak hanya itu. Marnes Rompas dan jajarannya melakukan pengawasan ketat bersama kepolisian Brimob Polda Sulut, karena adanya imbas konflik antara kelompok militan pro-ISIS dan pasukan Filipina di Marawi, Filipina bagian selatan, yang secara geografis berbatasan langsung dengan Sulut.

Menanggapi penghargaan yang diterima, pria berperawakan tinggi ini mengatakan tak menyangka ada lembaga independen yang memperhatikan kinerjanya.

“Saya juga tidak tahu kapan saya dinilai dan akhirnya terpilih untuk menerima penghargaan ini. Itu jawaban saya kepada teman-teman yang menanyakan bagaimana bisa saya bisa menerima penghargaan ini. Tapi saya mengucap syukur, karena ada lembaga independen dari Jakarta, yang memantau dan mengapresiasi kinerja kita di daerah,” ungkapnya usai menerima penghargaan di Semanggi Room, Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (12/08/2017).

Sementara itu, dalam sambutannya di awal acara, Danny PH Siagian, SE., MBA., MM., mewakili Tim Penjaringan dan Panitia Penyelenggara, yang juga Chairman Lembaga Anugerah Prestasi Insani (YAPI) mengatakan, para tokoh yang terpilih setidaknya memiliki ‘track record’ yang mumpuni, turut mendorong petumbuhan dan peningkatan yang berkaitan dengan Iptek, Pendidikan, Sosial dan Budaya; Memiliki Etos Kerja yang tinggi, serta memiliki Jiwa Kepemimpnan yang layak menjadi panutan masyarakat. (Aziz/ Dans)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline