logo seputarnusantara.com

Imam Suroso : Rakyat Harus Laksanakan Gerakan Masyarakat Sehat

Imam Suroso : Rakyat Harus Laksanakan Gerakan Masyarakat Sehat

H. Imam Suroso, S. Sos., SH., MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

22 - Jan - 2018 | 20:31 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Sebanyak 6.677 Pos kesehatan disiapkan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, untuk imunisasi massal penyakit difteri.

Sasarannya, diberikan kepada anak di bawah umur 19 tahun sebanyak 700 ribu lebih.

“Kami akan mulai melakukan imunisasi massal dengan pmberian vaksin untuk mencegah penyakit difteri secara 3 tahap dimulai Februari dilanjutkan Juni dan terakhir Desember 2018,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita, Kamis (18/1/2018).

Menurut H. Imam Suroso, S. Sos., SH., MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa di Surabaya ditemukan 29 kasus difteri. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, 28 dinyatakan negatif dan hingga Desember 2017, 1 orang dinyatakan positif.

” Ciri seseorang terkena penyakit difteri, akan mengalami kondisi demam, sakit pada tenggorokan, kemudian dipangkal tenggorokan terdapat selaput abu-abu yang bisa membesar dan menyumbat aliran saraf dan jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian,” ungkap Imam Suroso kepada seputarnusantara.com di Gedung Komisi IX DPR RI, Senayan, pada Senin 22 Januari 2018.

Imam Suroso memaparkan, kita punya sasaran untuk yang di bawah 19 tahun mencapai sekitar 753.498 orang. Usia 19 tahun kurang sehari juga tetap akan dilakukan imunisasi difteri.

” Pada kunjungan spesifik kami Komisi IX DPR ke Jawa Timur pada Kamis dan Jumat yang lalu, tanggal 18 dan 19 Januari 2018, kami temukan ada 14 korban meninggal akibat difteri di Jawa Timur. Ini kasus terbesar di Indonesia,” tegas Imam Suroso.

Imam Suroso selanjutnya menjelaskan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan harus tegas menyatakan bahwa vaksin difteri halal dan aman digunakan, sehingga masyarakat menjadi tenang.

” Kalau memang Halal ya katakan Halal, tetapi kalau memang tidak Halal ya harus dijelaskan ke masyarakat. Supaya masyarakat tidak was- was menghadapi wabah difteri ini,” ucapnya.

Masyarakat, lanjutnya, harus diberikan sosialisasi yang benar mengenai difteri dan vaksinnya. Sehingga masyarakat paham dan tenang menerima vaksin difteri ini.

” Saya yakin vaksin difteri ini Halal. Maka Kementerian Kesehatan dan Bio Farma harus mensosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa vaksin difteri Halal. Kalau sudah disosialisasikan, maka masyarakat menjadi tenang,” terangnya.

” Saya berpesan kepada masyarakat agar menjalankan program Germas (Gerakan Masyarakat Sehat). Kalau masyarakat melaksanakan Germas, maka masyarakat akan selalu sehat dan tidak perlu takut terjangkit penyakit,” pungkas Imam Suroso di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline