Eddy Kusuma Wijaya : Marwah Dari UU Terorisme Adalah Penegakan Hukum

Irjen Pol (Purn.) Drs. Eddy Kusuma Wijaya, SH., MH., MM., Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan
Jakarta. Seputar Nusantara. Setelah dua tahun menjadi perdebatan di DPR RI, Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme akhirnya disahkan menjadi Undang- Undang.
Sebanyak 281 anggota DPR yang hadir dalam Rapat Paripurna telah menyetujui revisi menjadi Undang- Undang.
Menurut Irjen Pol (Purn.) Drs. Eddy Kusuma Wijaya, SH., MH., MM., Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa marwah dari UU Terorisme itu tetap saja persoalan penegakan hukum. Penegakan hukum itu adalah ranah Kepolisian Republik Indonesia.
” Namun, apabila eskalasi kejahatan Terorisme meningkat dan sangat membahayakan keamanan negara, maka Presiden bisa membentuk Koopsusgab (Komando Operasi Khusus Gabungan) TNI dalam rangka membantu Kepolisian untuk memberantas Terorisme,” ungkap Eddy Kusuma kepada seputarnusantara. com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Senin 4 Juni 2018.
Dengan disahkannya UU Terorisme tersebut, maka perbantuan TNI kepada Polri lebih nyata, jelas dan sesuai aturan perundang- undangan. Misalnya, eskalasi gangguan Terorisme meningkat di Indonesia, maka atas perintah Presiden RI, pasukan khusus tersebut bisa diperbantukan untuk Polri.
” Sedangkan proses penegakan hukumnya tetap berada di Kepolisian. Karena, memang untuk penegakan hukum termasuk tindak pidana Terorisme itu ada di ranah Kepolisian. Sebetulnya, masalah Terorisme ini sudah banyak yang menangani, ada Polri, ada BIN (Badan Intelijen Negara), dan ada BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” terang Eddy Kusuma.
Eddy Kusuma memaparkan bahwa sebenarnya DPR RI mendorong agar Lembaga- Lembaga tersebut (Polri, BIN dan BNPT) betul- betul optimal dan maksimal dalam menangani Terorisme. Persoalannya, penanganan Terorisme di Indonesia ini terkesan hanya menangani dan memberantas kelompok- kelompok eksekutor dan operator di lapangan saja.
” Sedangkan, yang juga perlu dibasmi adalah para aktor intelektualnya dan kelompok yang membuat skenario dalam hal tindak pidana Terorisme. Karena apa, karena kalau kita lihat sasaran dari tindakan Terorisme itu, ada sesuatu yang ingin dikejar oleh sang aktor intelektual. Supaya terlihat situasi negara gawat, sehingga si aktor intelektual mengambil keuntungan dari situasi gawat tersebut,” tegas Eddy Kusuma.
Eddy Kusuma menjelaskan, kalau tindakan Terorisme dilakukan oleh aktor intelektual demi kepentingan dirinya dan kelompoknya, alangkah naibnya, padahal mengorbankan rakyat dan sangat biadab. Kegiatan Terorisme tersebut adalah kegiatan yang kejam dan terkutuk karena korbannya adalah manusia.
” Supaya tindakan dan kegiatan Terorisme di Indonesia segera hilang, maka Pemerintah dan Aparatnya harus mampu membongkar dan menangkap para aktor intelektual yang berada di balik aksi- aksi Terorisme tersebut. Sehingga Terorisme di Indonesia bisa dikikis habis. Kalau kita hanya memberantas eksekutor dan operator lapangan saja, maka akan lambat memberantas Terorisme di Indonesia,” Teranng Eddy Kusuma dengan berapi- api.
Kalau yang diberantas hanya eksekutor dan operator saja, lanjutnya, maka Terorisme di Indonesia tidak akan habis- habis. Sebab, para aktor intelektual akan terus mendidik kader- kader Teroris yang setiap saat bisa digerakkan untuk kepentingan si aktor intelektual tersebut.
” Kenapa saya mengatakan ada aktor intelektual? Karena ‘permainan Teroris’ ini bukan hanya sekarang saja, ‘permainan Teroris’ ini sudah muncul sejak lama di Indonesia. Ada permainan- permainan aktor intelektual Indonesia dengan disokong oleh Intelijen Asing, misalkan CIA. Jadi ‘permainan Teroris’ ini lagu lama yang seringkali dinyanyikan kembali di Indonesia,” ucap Eddy Kusuma.
” Contoh, pelaku- pelaku Bom Bali itu adalah kelompok dari Taliban Afghanistan yang dibina oleh CIA. Mereka pelaku Bom Bali (Amrozi, Imam Samudera, Ali Imron dan Mukhlas) adalah binaan CIA Amerika Serikat. Jadi, aparat negara seperti Polri, BIN dan BNPT, jangan takut membongkar aktor intelektual dari tindakan Terorisme. Karena aktor intelektual itu pasti ada di Indonesia, mereka di back up oleh intelijen asing,” pungkas Eddy Kusuma di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Peringati Hari Sungai dan World Cleanup Day, TelkomGroup Angkut 5,1 Ton Sampah dari Kali Krukut. Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TelkomGroup Melibatkan Karyawan dan Masyarakat Setempat Dalam Aksi Bersih Perairan di Sekitar The Telkom Hub
- Hampir Seratus Kejadian Kebakaran di Kabupaten Purworejo Berhasil Dijinakkan oleh Pasukan Damkar. Sekarang Musim Panas Ekstrem, Masyarakat Dihimbau Hati- hati Terhadap Bahaya Kebakaran
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis