logo seputarnusantara.com

Eddy Kusuma Wijaya : Pemilu 2019 Sebagai Ajang Pendewasaan Demokrasi

Eddy Kusuma Wijaya : Pemilu 2019 Sebagai Ajang Pendewasaan Demokrasi

Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Eddy Kusuma Wijaya, SH., MH., MM., Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

24 - Okt - 2018 | 21:31 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pileg (Pemilu Legislatif) adalah Pemilihan Umum untuk memilih Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota.

Sedangkan Pilpres adalah Pemilihan Umum untuk memilih Presiden RI dan Wakil Presiden RI.

Pileg dan Pilpres akan diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia pada bulan April 2019.

Pileg dan Pilpres secara bersamaan ini, merupakan pertama kalinya dalam sejarah Pemilu di Indonesia.

Menurut Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Eddy Kusuma Wijaya, SH., MH., MM., Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa Pileg dan Pilpres 2019 adalah Pemilu pertama yang dilaksanakan secara serentak untuk memilih Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota.

” Momentum ini adalah momentum cara pendewasaan kita dalam berdemokrasi di Indonesia, yang sebelumnya belum pernah terjadi Pemilu serentak, mulai zaman Soekarno sampai zamannya SBY. Nah ini zaman Jokowi, sudah dicanangkan Pemilu serentak baik Pileg maupun Pilpres 2019,” ungkap Eddy Kusuma Wijaya kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Rabu 24 Oktober 2018.

Eddy Kusuma menjelaskan, dalam Pileg dan Pilpres 2019 nanti, ada hal- hal yang baru, terutama masalah hak pencoblosan. Semua warga negara Indonesia bisa mencoblos dengan menggunakan e- KTP.

” Kemudian, nanti di Pemilihan Legislatif 2019, dalam sistem penghitungan suara, dengan menggunakan sistem baru yakni bilangan pembagi ganjil yakni 1, 3, 5, 7, dan 9. Ini merupakan pola baru yang dikembangkan agar demokrasi di Indonesia betul- betul berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” terang Politisi PDI Perjuangan ini.

Kemudian, lanjutnya, Pemilu 2019 sudah diatur bahwa penyelenggaranya adalah KPU (Komisi Pemilihan Umum), sedangkan pengawasnya adalah Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Dan pengamanannya diberikan tugas kepada Polri, dengan dibantu oleh TNI.

” Dan peserta Pemilu Legislatif 2019 adalah partai politik yang berjumlah 16 parpol. Dan partai politik harus melibatkan masyarakat agar berpartisipasi dalam memilih wakil- wakilnya di Legislatif,” tegasnya.

Eddy Kusuma berharap agar Pileg dan Pilpres 2019 berjalan secara demokratis. KPU bertugas sebaik mungkin sebagai penyelenggara Pemilu. Bawaslu juga harus melakukan pengawasan sebaik mungkin agar tidak terjadi kecurangan.

Dan Polri dengan dibantu TNI juga harus mampu memberikan keamanan dalam pelaksanaan Pemilu dan keamanan di tengah- tengah masyarakat.

” Kita harapkan, dalam sistem demokrasi kita, ada suatu pendewasaan dalam berdemokrasi. Tidak terjadi kecurangan, tidak saling menjelekkan dalam berkampanye, dan tidak saling black campaign (kampanye hitam, red.),” ucap Anggota Komisi II DPR RI ini.

Eddy Kusuma memaparkan, dalam berkampanye sebaiknya adu konsep, adu gagasan dan adu program, sehingga nantinya masyarakat Indonesia sedikit demi sedikit akan semakin dewasa dalam berdemokrasi atau berpolitik.

” Sebaiknya elit- elit politik, baik yang duduk di partai, di eksekutif atau dimana saja berada, mari kita patuhi aturan- aturan yang telah berlaku dalam berdemokrasi ini. Jangan sampai ada kesan menjelek- jelekkan orang, menghasut, memfitnah atau membuat berita yang sifatnya Hoax yang menjatuhkan antara yang satu dengan yang lainnya,” tegasnya.

” Marilah kita berpolitik untuk mensejahterakan rakyat dan Bangsa Indonesia ini,” pungkas Eddy Kusuma Wijaya di penghujung wawancara. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline