logo seputarnusantara.com

Imam Suroso : Defisit BPJS Kesehatan, Masyarakat Harus Jalani Germas

Imam Suroso : Defisit BPJS Kesehatan, Masyarakat Harus Jalani Germas

H. Imam Suroso, S. Sos., SH., MH., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

21 - Nov - 2018 | 20:00 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami defisit anggaran hingga puluhan triliun rupiah.

Padahal, BPJS Kesehatan berperan sangat penting bagi masyarakat dalam hal biaya penanganan orang yang sakit.

Sehingga, defisit anggaran yang dialami BPJS Kesehatan mendapatkan perhatian serius dari Komisi IX DPR RI.

Menurut H. Imam Suroso, S. Sos., SH., MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran mencapai Rp 11,5 Triliun.

” Pada beberapa waktu yang lalu, Komisi IX DPR RI mengundang Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan, dan Kepala BPJS Kesehatan, karena BPJS Kesehatan banyak hutang ke rumah sakit. Sehingga masalah ini mengganggu pelayanan bagi masyarakat,” ungkap Imam Suroso kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Rabu 21 November 2018.

Imam Suroso lebih lanjut menjelaskan, setelah rapat gabungan tersebut, dirinya menyampaikan ucapan ‘alhamdulillah’, karena hasil rapat tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden Jokowi.

” Alhamdulillah Pak Jokowi mengerti dan memahami persoalan rakyat dan akhirnya cairlah dana Rp 4,9 Triliun dari Pemerintah untuk BPJS Kesehatan. Setelah dana Rp 4,9 Triliun itu cair, langsung diberikan kepada BPJS Kesehatan dan digunakan untuk membayar kekurangan kepada rumah sakit seluruh Indonesia,” ucap Imam Suroso, Politisi PDI Perjuangan ini.

Imam Suroso memaparkan, dengan cairnya dana Rp 4,9 Triliun dari Pemerintah untuk BPJS Kesehatan, maka rumah sakit bisa kembali bernafas lega dan tunggakan- tunggakan di rumah sakit dapat diselesaikan dengan baik.

” Dokter, perawat, tenaga medis dan Puskesmas akhirnya kembali berjalan dengan normal dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Kemudian, lanjutnya, masih ada kekurangan dari defisit di BPJS Kesehatan sekitar Rp 7 Triliun, hal ini sedang disisir oleh Kementerian Keuangan bagaimana solusinya.

” Dan saat ini BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) sedang melakukan audit terhadap BPJS Kesehatan. Berapa keperluannya, berapa defisit anggarannya, kemudian BPK akan mengeluarkan keputusan resmi yang akan dijadikan pedoman oleh Kementerian Keuangan untuk mengeluarkan anggaran,” terang Imam Suroso.

Bisa jadi, jelasnya, penyisiran bisa dari cukai rokok, pajak, hasil bumi dan atau hasil tambang. Yang penting, kesejahteraan masyarakat harus tetap terjaga dan pelayanan bidang kesehatan bisa terus berjalan dengan baik. Ini merupakan tugas pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi rakyatnya.

” Pertanyaannya kemudian adalah kenapa BPJS Kesehatan ini bisa jebol anggarannya? Karena selama ini kita lebih fokus ke kurativ (penyembuhan). Nah, sekarang ini Komisi IX DPR RI dan Kementerian Kesehatan sepakat untuk fokus dalam hal preventif (pencegahan) terhadap penyakit,” tegasnya.

Imam Suroso menerangkan bahwa nama program preventif tersebut adalah Germas (Gerakan masyarakat hidup sehat). Kalau Germas ini dilakukan, maka sangat gampang dan masyarakat akan hidup sehat.

” Germas itu hanya 4 saja, pertama, masyarakat Indonesia harus suka sayur. Kedua, harus suka buah. Ketiga, masyarakat Indonesia harus berolah raga minimal 30 menit/ hari, supaya pernafasan bagus, jantung sehat dan seluruh tubuh juga sehat. Dan keempat adalah masyarakat harus rutin setiap bulan sekali mengecek kadar gula darah dan kolesterol, supaya bisa mengontrol kadarnya. Kalau 4 hal ini dilakukan, maka masyarakat Indonesia akan sehat,” tegasnya.

” Dan tambahan satu lagi dari saya Imam Suroso, masyarakat harus rutin minum air putih sebanyak 2 liter/ hari. Manfaatnya apa minum air putih 2 liter/ hari? Manfaatnya yaitu untuk mencuci ginjal, sehingga kalau ginjalnya bersih maka tubuh akan sehat. Kalau preventif ini dilakukan, maka saya yakin BPJS Kesehatan akan aman- aman saja, dan semakin bagus melayani masyarakat,” pungkas Imam Suroso di penghujung wawancara. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline